Perlukah Umat Islam Membatalkan Puasa Gara-Gara Virus Corona?

Secara obrolan di warung kopi atau di tempat kerja, terkadang ada selentingan tentang kekuatiran bahwa nanti di bulan puasa, penderita Covid-19 akan meledak, karena turunnya imun tubuh akibat berpuasa, yang kemudian pada saat mudik akan menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Sekarang saya ingin mencoba membahas secara lebih detail, berdasarkan jurnal ilmiah yang saya ketahui, bukan membahas dari kacamata iman vs sains.

Apa benar demikian? Perlukah saudara-saudara kita yang beragama Islam membatalkan salah satu ibadah penting mereka di masa pandemi Corona ini?

Perlukah Umat Islam Membatalkan Puasa Gara-Gara Virus Corona?

Apakah memang ada penelitian yang mengaitkan puasa dengan turunnya sistem imun tubuh?

Perlukah Umat Islam Membatalkan Puasa Gara-Gara Virus Corona?

Gbr diambil dr : news.usc.edu

Jawaban untuk pertanyaan yang terakhir, adalah tegas iya. Benar memang sudah ada penelitian yang kredibel mengenai pengaruh puasa pada sistem imunitas tubuh. Bahkan bukan hanya satu penelitian, tapi beberapa penelitian oleh kelompok ilmuwan yang berbeda.

Pada garis besarnya hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa pada saat tubuh tidak mendapatkan asupan kalori pada periode waktu yang cukup lama, maka salah satu yang terjadi adalah menurunnya jumlah darah putih (salah satu komponen sistem imunitas), yang kemudian akan diproduksi kembali oleh tubuh ketika tubuh mendapatkan asupan makanan.

Dari banyak artikel yang saya baca, yang mereka soroti adalah efek positif dari puasa, di mana sel-sel darah putih yang sudah tua dan rusak “dihancurkan”, untuk kemudian diganti dengan sel-sel darah putih yang baru.

(Peringatan, penjelasannya tidak sesederhana yang saya tuliskan ya gans and sis, karena sistem imunitas tubuh kita itu tidak sederhana, bukan cuma masalah perhitungan angka sel darah putih).

BACA JUGA :  Penghuni Warnet di Jepang Terpaksa Menggelandang Karena Virus Corona!

Jadi awalnya yang disoroti oleh penelitian ini adalah efek positif dari berpuasa. Namun di masa pandemi Corona ini, muncul kekuatiran, karena seperti yang sudah disampaikan di awal, ketika tubuh tidak mendapatkan asupan kalori selama periode tertentu, yang terjadi adalah “menurun”-nya sistem kekebalan tubuh, di mana jumlah sel-sel darah putih di dalam tubuh berkurang. Baru setelah buka puasa, sel-sel darah putih itu kembali diperbarui.

Perlukah Umat Islam Membatalkan Puasa Gara-Gara Virus Corona?

Gbr diambil dr : Sinar harian.com

Dan beberapa orang yang berpendapat bahwa sebaiknya di bulan puasa tahun ini, umat Muslim tidak berpuasa, banyak mengutip penelitian-penelitian tersebut. Atau mengutip artikel yang mengutip penelitian-penelitian tersebut.

Sekilas tampaknya argumentasi mereka valid dan didukung oleh fakta-fakta ilmiah, tapi apakah benar demikian?

Di sini kita harus berhati-hati ketika membaca sesuatu, jangan karena mengutip sebuah hasil penelitian, kemudian kita menganggap pendapat itu sudah ilmiah, atau didukung oleh bukti ilmiah. Kita harus membaca kembali sumber yang terdekat dengan hasil penelitian tersebut. Bila memungkinkan, kita baca langsung jurnal ilmiahnya.

Sekarang mari kita lihat, apa yang dikatakan oleh salah satu penelitian tersebut (sumber referensi)

Jika kita membaca sekilas saja sepertinya benar, bahwa berpuasa akan menurunkan sel-sel darah putih. Tapi coba baca dengan lebih teliti, dikatakan : “long period of not eating”. Tidak disebutkan berapa lama pasien atau peserta uji coba klinis itu berpuasa atau tidak makan. Hanya dikatakan tidak makan dalam periode yang lama.

BACA JUGA :  Apakah Virus Corona Covid-19 Berevolusi dan Mulai Menyerang Otak Manusia?

Jadi tidak bisa kita kemudian melompat pada kesimpulan, kalau begitu sebaiknya di bulan puasa ini, umat Muslim jangan berpuasa. Nanti dulu bung, pastikan dulu, atau cari tahu dulu, yang dikatakan tidak makan dalam waktu yang cukup lama itu berapa lama?

Dan di paragraf berikutnya hal itu menjadi jelas :

Nah sekarang bukankah lebih jelas, yang dilakukan pada observasi penelitian itu, dan dikatakan tidak makan dalam waktu yang lama itu adalah : tidak makan selama 2 s/d 4 hari.

Apakah umat Muslim berpuasa seperti itu?

Jika anda search dengan Google mengenai puasa dan me-reset sistem imun, maka anda akan menemukan banyak hasil yang mengarah pada berpuasa selama 72jam, atau 3 hari.

Jadi saya sebagai orang awam yang bukan ilmuwan, saya tidak berani memberikan jawaban pasti, apakah ketika umat Muslim berpuasa di bulan Ramadhan akan menyebabkan sistem kekebalan tubuh mereka turun?

Tetapi kemungkinan besar, jawabannya tidak. Puasanya sendiri yang dimulai dari subuh sampai maghrib (CMIIW), relatif tidak menurunkan kekebalan tubuh. Apalagi jika diimbangi dengan pengaturan diet yang tepat. Kapan tubuh mulai berusaha menyimpan energi (salah satunya dengan cara mendaur ulang sel-sel darah putih)? Ketika level gula darah turun, atau ketika tubuh mendeteksi cadangan energi mereka menipis.

Kalau tubuh sehat, dan sebelum berpuasa sudah mengonsumsi jumlah kalori yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh, sampai dengan saat berbuka puasa. Tentunya hal ini mestinya tidak terjadi.

BACA JUGA :  Solusi Gotong Royoang Menghadapi Wabah Virus Corona

Jaga pola istirahat yang benar, pola makan yang benar, maka insya Allah, puasa anda tidak menyebabkan turunnya sistem kekebalan tubuh anda.

Comments

comments