Kalau ada yang skeptis, bilang pemerintah kita nggak punya anggaran untuk bantuan tunai, untuk talangi utang dan tagihan masyarakat, sebenarnya ada beberapa pos belanja di APBN 2020 yang bisa di realokasi ke pos penanganan Covid-19, misalnya:
1. Anggaran pembangunan sirkuit moto GP di Mandalika – 3,6 Triliun
2. Anggaran pembangunan Ibukota Baru – 466 Triliun
3. Anggaran pembangunan desa tertinggal – 72 Triliun
Ada istilah yang namanya politik anggaran, menggambarkan seberapa serius pemerintah dalam menganggarkan budget untuk menangani sebuah isu, dalam konteks ini Covid-19. Dimana peringkat politik anggaran RI untuk menangani Covid-19 dibanding negara lain?

1. Malaysia – 928 Triliun
2. US – 772 Triliun
3. Singapura – 532 triliun (5,7 juta penduduk)
4. Australia – 163 Triliun
5. Korsel – 157 Triliun
6. Filipina – 62,4 Triliun (108 juta penduduk)
7. Indonesia – 62 Triliun
8. Taiwan – 21 Triliun
Hanya untuk membuka mata kita secara secara objektif, “ada dimana” pemerintah kita dalam penanganan Covid-19.
Pertanyaannya bukan lagi mampukah? Tapi maukah menomorlimakan pos lain demi mitigasi wabah Covid-19?
Kawan lama saya bro Yanuar Rizky yang lebih paham soal APBN mungkin bisa tambahkan anggaran apalagi yang bisa di realokasikan.
Mohon maklum tangan gatel jurnalis ekonomi belasan tahun, belum kuat posting yang ringan-ringan. x D
(sumber)