Enam Jenis Semen Paling Umum Digunakan

Struktur dan pondasi bangunan rumah harus kuat dan tahan lama. Untuk itu, diperlukan material bangunan yang memiliki kualitas baik dan ketahanan yang bagus, salah satunya semen. Jika Anda tidak terlalu familiar dengan dunia bangunan, dengan harga semen yang beragam mungkin akan sulit menentukan jenis semen yang berkualitas dan kesesuaiannya dengan kebutuhan Anda.

Berbagai jenis semen yang tersedia di toko bangunan biasanya tergantung pada jenis konstruksi atau bangunan. Setiap jenisnya memiliki sifat, kegunaan, dan keunggulan yang berbeda tergantung pada bahan komposisinya. Harga semen pun berbeda-beda dari setiap jenisnya.

Pemilihan semen yang tepat akan menunjang kekuatan struktur, desain, dan daya tahan bangunan. Berikut ini jenis-jenis semen yang digunakan untuk membangun rumah, gedung, jembatan, dan bangunan lainnya.

1. Ordinary Portland Cement (OPC)

Setiap jenis semen memiliki sifat dan kegunaan yang berbeda tergantung bahan komposisinya. (Foto: Pexels-Lucas)

Ordinary Portland Cement (OPC) adalah semen yang paling umum digunakan dan paling banyak diproduksi di seluruh dunia.

Semen ini digunakan untuk berbagai keperluan dan cocok untuk konstruksi beton sehingga sering digunakan untuk membangun perumahan, gedung bertingkat, landasan pacu, dan jalan raya.

2. Portland Pozzolana Cement (PPC)

Semen jenis ini banyak digunakan untuk membuat jembatan. (Foto: Pexels-Rudolfo)

Jenis Semen Portland Pozzolana Cement dibuat dengan cara menggiling terak, gypsum, dan bahan pozzolana.

Bahan ini umumnya digunakan untuk konstruksi yang memerlukan kekuatan dan daya tahan, seperti jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, bendungan, hingga bangunan irigasi.

Tingkat ketahanan semen ini terhadap panas dan air lebih tinggi daripada semen jenis OPC sehingga menjadi pilihan untuk digunakan pada bangunan yang terendam air atau bangunan di dekat lautan.

BACA JUGA :  Inilah 5 Perumahan Elit di Bandung Paling Mewah dengan Pemandangan Indah

3. Rapid Hardening Cement

Jenis ini adalah semen yang cepat mengeras karena memiliki kandungan kapur yang tinggi.

Butirannya lebih halus daripada semen OPC.

Namun, kekuatannya lebih tinggi. Rapid Hardening Cement ini biasanya digunakan untuk konstruksi beton atau pekerjaan jalan supaya menghemat waktu.

4. Quick Setting Cement

Semen ini memiliki waktu pengaturan yang lebih cepat. (Foto: Pexels-Life of pix)

Quick Setting Cement adalah jenis yang memiliki waktu pengaturan yang lebih sedikit dibandingkan dengan semen OPC, yaitu waktu pengaturan awal 5 menit dan waktu pengaturan akhir 30 menit.

Semen dengan pengaturan cepat ini biasanya digunakan untuk pekerjaan beton di bawah air dan beton di cuaca dingin karena memiliki daya tahan tinggi terhadap air.

Semen ini juga dapat digunakan untuk pekerjaan perbaikan beton tanpa mengganggu struktur.

5. Semen Putih

Semen putih merupakan varian dari White Portland Cement, yang biasa disebut semen abu-abu.

Warna putihnya berasal dari penambahan iron dan mangan selama proses produksi.

Semen putih biasanya dipakai untuk keperluan dekorasi, misalnya pemasangan keramik, dempul dinding, dan pengerjaan lantai teraso.

6. Semen Mortar

Jenis semen ini terdiri dari beberapa komponen.. (Foto: Pexels-Roger)

Jenis semen mortar biasanya terdiri dari semen, pasir, filler, dan tambahan khusus untuk membuatnya menjadi lebih cepat kering.

Semen ini disukai karena sudah siap pakai, praktis, dan mudah diolah sehingga menghemat waktu.

Selain semen, ketahui juga material-material lain yang diperlukan untuk membangun rumah seperti beton, pasir, baja, kerikil, batu bata, bambu, dan kayu.

Cara Hitung Harga Semen Sesuai Kebutuhan

Bagaimana cara menghitung biaya kebutuhan semen? Intip caranya berikut ini. (Foto: Pexels-Pixabay)

Setelah mengetahui harga terkini, selanjutnya pahami juga cara menghitung biaya pasang semen.

Kebutuhan semen per meter persegi umumnya mencapai 9,8 kg.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang diperlukan untuk menghitung perkiraan biaya kebutuhan semen.

  • Ukurlah luas ruangan yang akan dipasang semen. Misalnya, Anda hendak memasang semen di ruangan berukuran 4 m x 5 m, maka luas bidang yang akan disemen adalah 4 m x 5 m = 20 m².
  • Setelah mengukur luas ruangan, Anda bisa mengalikannya dengan kebutuhan semen per meter persegi, contohnya 20 m² x 9,8 kg = 196 kg semen.
  • Kemudian hitung berapa sak semen yang harus dibeli. Jika Anda memilih membeli semen yang beratnya 40 kg, maka semen yang dibutuhkan adalah 196 kg : 40 kg = 4,9 sak semen atau dibulatkan menjadi 5 sak semen.
  • Terakhir adalah mengalikan kebutuhan sak semen dengan harga sesuai mereknya. Misalnya, Anda memilih merek Semen Gresik 40 kg yang harganya Rp 60.000/sak, maka kalikan 5 sak x Rp 60.000 = Rp 300.000.
BACA JUGA :  12 Pagar Lipat Dorong Minimalis Modern & Keunggulannya

Demikianlah ulasan mengenai jenis-jenis semen, merek, harga, dan langkah menghitung biaya pasang semen. Sekarang Anda menjadi lebih mudah dalam memilih semen dan memperkirakan biaya yang perlu dikeluarkan, bukan? Selamat membangun rumah, ya.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com/ untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com