Fakta Unik Nama Orang Bali Asli

By | May 9, 2019

Apakah kamu pernah merasa penasaran saat liburan ke Bali, mengapa kamu bertemu dengan begitu banyak nama orang bali yang sama seperti Wayan ataupun Ketut?

Sebenarnya ada empat nama umum yang digunakan di Bali, baik untuk laki-laki atau perempuan. Mereka biasanya akan memperkenalkan diri tidak menggunakan nama panggilan tetapi dengan posisi nama anak dalam keluarga mulai dari anak pertama, kedua dan seterusnya.

Penasaran Nggak Sama Fakta Unik Nama Orang Bali?

Fakta Unik Nama Orang Bali

Bagi kamu yang masih bingung, berikut penjelasannya:

1. Anak Pertama

Sebagian besar nama yang digunakan untuk anak pertama adalah Wayan, tetapi mereka juga memiliki nama alternatif lain seperti Putu, Gede atau Ni Luh (khusus perempuan saja). Semua nama-nama ini menunjukkan bahwa mereka adalah anak pertama yang lahir.

2. Anak Kedua

Anak kedua di keluarga Bali biasanya bernama Made atau Nengah yang berarti tengah, tetapi mereka juga bisa diberi nama Ngurah atau Kadek. Kadek berarti adik atau kakak.

3. Anak Ketiga

Selalu bernama Nyoman atau Komang.

4. Anak Keempat

Selalu diberi nama Ketut.

Kamu mungkin juga bertanya-tanya, bagaimana jika satu keluarga memiliki anak lebih dari empat? Untuk anak kelima dan seterusnya, siklus akan berulang dari anak pertama. Anak kelima disebut Wayan atau “Wayan Balik”, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi ‘Wayan Lain’, anak keenam, akan diberi nama “Made Kecil” dan seterusnya.

Fakta Unik Nama Orang Bali

Nama Ketut dan Wayan biasanya digunakan sebagai nama anak pertama yang diikuti oleh nama tengah. Kebanyakan orang tua Bali juga akan memberikan anak-anak mereka nama Hindu dengan arti positif dan berdasarkan banyak aspek. Mungkin juga ada beberapa variasi atau kombinasi dari nama-nama berdasarkan kasta keluarga atau sesuatu yang terjadi ketika bayi lahir.

Berikut adalah beberapa contoh dari cara pemberian nama yang unik di Bali berdasarkan peristiwa, kondisi, atau tempat. Orang tua yang bekerja sebagai petani atau ingin anaknya kelak bekerja sebagai petani mungkin akan memberi nama anak pertamanya adalah “Wayan Carik” di mana “Carik” berarti Sawah. Jika anak ketiga lahir pada bulan purnama, orang tua mungkin akan memberi nama anak “I Komang Purnama”, Purnama berarti bulan purnama.

Namun, sistem penamaan seperti ini mulai kehilangan popularitas dan diganti dengan nama yang lebih modern. Tapi jika kamu mungkin menemukan beberapa orang tua yang masih menggunakan nama seperti itu, mungkin akan menyenangkan mendengar latar belakang dari alasan pemberian nama orang Bali tersebut.

Comments

comments