Ini Cara Menghitung Daya Listrik Paling Mudah, Bikin Hemat Lho!

Tagihan listrik yang tinggi sering kali jadi hal yang dikeluhkan sebagian orang. Merasa tidak banyak menggunakan perangkat elektronik tapi kenapa ya biaya listrik tiap bulan tetap mahal? Nah bisa jadi itu karena Anda belum memahami bagaimana cara menghitung daya listrik di rumah. Sebelum mengetahui apa itu daya listrik, Anda tentu penasaran bagaimana cara menghitung biaya pemakaian listrik tiap bulan. Melalui artikel ini, berikut informasi penting yang bisa didapatkan:

Apa itu Daya Listrik?

Sebelum belajar cara menghitung daya listrik, yuk kita cari tahu apa definisinya.

Daya listrik merupakan sistem pengukuran seberapa besar daya listrik yang masuk ke rumah untuk menghidupkan peralatan elektronik di rumah.

Secara mudah, daya listrik juga dapat dikatakan sebagai kemampuan suatu peralatan listrik untuk menghasilkan energi pada suatu waktu.

Untuk besaran daya listrik, umumnya menggunakan satuan Watt atau volt ampere (VA).

Ada beragam besaran daya listrik yang bisa digunakan di rumah mulai dari 450 VA, 900 VA, 1,300 VA, 2,200 VA, 3,500 VA, 5,500 VA hingga 6,600 VA.

Pemilihan daya listrik dapat disesuaikan dengan ukuran rumah, anggota keluarga, dan faktor apakah hunian juga digunakan sebagai lokasi usaha atau tidak.

Di sisi lain, saat ini ada 2 jenis layanan listrik yang diterapkan oleh PLN yaitu pascabayar dan prabayar.

Pada sistem pascabayar, setiap pengguna akan membayar seluruh biaya tagihan listrik pada bulan berikutnya.

Sementara pada sistem prabayar, pengguna akan membeli pulsa yang nantinya berupa nomor token untuk mengisi listrik.

Besaran pulsa dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan masing-masing.

Banyak orang kini memilih cara prabayar karena dianggap dapat membantu mengontrol penggunaan listrik tiap bulannya.

Cara Menghitung Daya Listrik

Sesuaikan daya listrik rumah dengan jumlah elektronik agar tidak anjlok (Foto: Unsplash -Bangca Singchai)

Saat membeli sebuah perangkat elektronik seperti TV, Anda tentu sering melihat tulisan 100 Watt/220 volt pada bagian kardusnya.

Angka tersebut menentukan besarnya daya listrik atau energi yang dihasilkan oleh perangkat tersebut.

BACA JUGA :  Seluk Beluk Terong Yang Banyak Manfaatnya

Jadi jika TV dipasang pada tegangan listrik 220 volt maka akan menghasilkan daya listrik sebesar 100 Watt.

Sementara itu, secara dalam fisika, cara menghitung daya listrik dapat dilakukan dengan rumus sederhana berikut ini:

P = V x I

P = Daya listrik (Watt)

V = Tegangan (Volt)

I = Arus listrik (ampere)

Sebagai contoh sebuah AC memerlukan tegangan sebesar 440 V dan arus listrik sebesar 2,4 ampere agar dapat menyala.

Nah, untuk mengetahui berapa besar daya listrik yang dipakai, cara menghitungnya cukup mudah seperti berikut:

P = V x I

P = 440 x 2,4

P atau daya yang dipakai AC saat dinyalakan sebesar 1,056 Watt.

Tips Lapakfjbku.com

Cek secara berkala dan bisa perlu ganti sistem listrik jika Anda tinggal di rumah lama dengan kabel listrik yang tidak pernah diganti untuk menghindari korsleting.

Cara Menghitung Penggunaan Listrik Per Hari

Waktu penggunaan perangkat elektronik yang semakin tinggi membuat tagihan listrik juga membengkak. (Pexels - Pixabay)

Kini Anda telah mengetahui cara menghitung daya listrik pada perangkat elektronik.

Nah, semakin bijak dalam memanfaatkan energi, berikut cara menghitung penggunaan dan biaya listrik:

1. Cari Tahu Daya Listrik yang Digunakan

Sebelum mulai berhitung, Anda sebaiknya mengetahui berapa daya listrik yang digunakan pada hunian.

Pemerintah membagi tarif listrik rumah tangga ke dalam 3 kategori.

Pertama golongan rumah tangga kecil daya listrik mencakup 450 – 1,300 VA.

Pada golongan rumah tangga menengah, terdiri dari rumah yang menggunakan daya listrik sebesar 3,500 VA – 5,500 VA.

Terakhir, golongan tarif pada rumah tangga besar pada tegangan rendah dengan daya 6,600 VA ke atas.

Ingat jika rumah juga digunakan sebagai lokasi usaha maka daya listrik dan biaya tagihan juga semakin mahal.

Untuk biaya kilowatt jam (kWh dari setiap golongan juga berbeda sebagai berikut:

  • Golongan Tegangan Rendah (TR) daya 900 VA, Rp 1.352 per kWh.
  • Golongan TR daya 1.300 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan TR daya 2.200 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.444,70 per kWh.
  • Golongan TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.444,70 per kWh.

2. Catat Daya Listrik dan Waktu Pemakaian Alat Elektronik

Sesudah memastikan tarif kWh yang digunakan pada hunian, kini cobalah untuk mencatat jumlah perangkat elektronik, daya listrik, dan durasi penggunaannya setiap hari.

Pada langkah ini Anda tidak perlu bingung lagi cara menghitung daya listrik pada alat elektronik, cukup melihatnya pada kemasan pembungkusnya.

Anda bisa coba menghitung mulai dari lampu. Sebagai contoh ada 10 lampu dengan daya 10 Watt yang masing-masing digunakan selama 15 jam per hari.

BACA JUGA :  10 Tips Menjadi Freelancer Buat Cewek!

Maka perkiraan daya yang digunakan seluruh lampu dalam satu hari adalah 10x10x15=1,500 Watt

Kemudian ada 2 AC masing-masing 1 PK (735 Watt) yang digunakan 10 jam. Berarti daya yang digunakan sebesar 14,700 Watt.

Terakhir sebagai contoh Anda menggunakan kulkas dengan daya 350 Watt selama 24 jam, maka total daya yang digunakan sebesar 8,400 Watt.

Sekarang Anda sudah paham mengenai arti daya listrik, sehingga saat Anda memiliki rumah bisa dengan bijak menghitung dan menggunakan daya listrik di rumah.

Bila Anda sedang mencari hunian yang penggunaan daya listrik hemat, Anda bisa mencari rumah dengan konsep ruang terbuka.

3. Hitung Tarif Listrik

Jika sudah selesai menghitung seluruh daya listrik dari masing-masing perangkat elektronik, langkah selanjutnya adalah menjumlahkannya.

Dari contoh di atas, estimasi penggunaan daya listrik dalam satu hari adalah 1,500 + 14,700 + 8,400 = 24,600 Watt.

Cara selanjutnya, jumlah daya listrik yang masih dalam satuan Watt dapat diubah menjadi kWh dengan membagi 1,000.

Berarti 24,600 Watt sama dengan 24,6 kWh. Nah, terakhir Anda tinggal mengalikan biayanya sesuai dengan daya listrik yang digunakan di rumah.

Untuk rumah dengan daya listrik 1,300 VA maka biaya per kWh sebesar Rp1,444,7.

Jadi untuk satu hari, biaya listrik yang perlu dikeluarkan sebesar 24,6 x Rp1,444,7 = Rp35,539.6.

Apabila ingin mengetahui estimasi tagihan listrik dalam satu bulan, cukup kalikan hasil tersebut dengan jumlah hari pada suatu bulan.

Mudah bukan?

Tips Menghemat Penggunaan Listrik

Tips paling mudah dalam menghemat listrik tentu dengan memaksimalkan cahaya matahari pada siang hari. (Foto:Pexels - Karolina Grabowska)

Penjelasan di atas tentu akan sangat membantu dalam menghitung biaya listrik sehingga kedepannya Anda bisa menyusun strategi menekan pengeluaran.

Agar makin untung, yuk simak beberapa cara menghemat penggunaan listrik di rumah berikut ini:

1. Memanfaatkan Pencahayaan Alami

Tips paling mudah dalam menghemat listrik tentu dengan memaksimalkan cahaya matahari pada siang hari.

Bagi Anda yang sedang membangun hunian impian, pertimbangkan untuk menggunakan jendela berukuran besar.

Selain mempermudah cahaya masuk, jendela besar akan menjadi ventilasi sehingga sirkulasi udara dapat berganti dengan cepat.

Dampaknya, pemakaian pendingin ruangan dapat dikurangi karena rumah sudah terasa sejuk.

Untuk sentuhan akhir, tambahkan beberapa tanaman kecil di berbagai sudut rumah agar suasana ruangan terasa lebih asri.

2. Gunakan Pengatur Waktu

Setelah bangun tidur, tidak sedikit orang yang lupa mematikan AC atau kipas angin.

BACA JUGA :  7 Tips Mudik Lebaran Dengan Sepeda Motor Yang Aman

Akibatnya, pendingin ruangan terus menyala meski ruangan sedang kosong dan membuat biaya listrik membengkak.

Karena itu, pilihlah perangkat elektronik yang memiliki fitur timer/pengatur waktu.

Pada AC biasanya fitur ini selalu tersedia sehingga tidak ada alasan lagi untuk mematikannya setelah bangun tidur.

3. Matikan Perangkat Elektronik Tak Terpakai

Langkah mudah selanjutnya adalah dengan mencabut kabel dari saklar ketika alat elektronik tidak digunakan.

Banyak orang sering salah kaprah dan meninggalkan kabel charger mereka saat tidak terpakai dalam waktu lama.

Padahal, arus listrik akan tetap mengalir bahkan saat tidak tersambung lho.

Karena itu sebelum tidur atau meninggalkan rumah pastikan tidak ada perangkat elektronik tak terpakai yang tersambung.

Selain berhemat, cara ini akan menghindari risiko arus pendek listrik yang menyebabkan kebakaran.

4. Gunakan Lampu LED

Sudah banyak orang yang beralih menggunakan lampu LED karena lebih hemat.

Jenis lampu LED memang lebih sedikit menggunakan daya Watt dan menghasilkan intensitas cahaya yang lebih besar.

Harganya memang sedikit lebih mahal, namun tidak hanya meminimalisir penggunaan daya listrik, jenis LED juga dinilai lebih awet sehingga tidak perlu terlalu sering mengganti lampu.

5. Bersihkan dan Turunkan Suhu Kulkas

Saat ini banyak kulkas yang dilengkapi dengan freezer untuk menyimpan daging dan makanan lain seperti es krim.

Namun seiring waktu, freezer akan menghasilkan bunga es yang akan menumpuk jika tidak dibersihkan.

Jangan dianggap sepele, jika tidak dibuang, freezer akan bekerja lebih keras dan memakan lebih banyak daya listrik.

Hal ini juga berlaku bagi kulkas. Saat isinya tidak terlalu banyak, sebaiknya turunkan suhu kulkas agar pemakaian daya dapat lebih terkontrol.

6. Atur Waktu Mencuci

Tidak hanya kulkas, mesin cuci juga salah satu perangkat elektronik yang memiliki Watt besar.

Karena itu sebaiknya atur waktu mencuci agar tidak terlalu sering dan dapat menghemat pemakaian listrik serta air.

Anda dapat menumpuk baju kotor pada satu keranjang cucian untuk dibersihkan sekaligus.

Alternatif lainnya, Anda bisa mencuci pakaian kecil seperti kaos kaki dan baju dalam menggunakan tangan untuk menjaga kualitasnya.

Bagaimana, tidak sulit bukan cara menghitung daya listrik di rumah Anda?

Semoga melalui artikel ini kita semua dapat lebih bijak dalam memanfaatkan energi listrik sehingga dapat terus dinikmati generasi masa depan.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com