7 Ciri Khas Rumah Adat Sulawesi Barat dan Filosofinya

Setiap wilayah di Indonesia memiliki keistimewaan tersendiri, dan salah satu yang menarik perhatian adalah rumah adat Sulawesi Barat. Keberagaman budaya membuat Indonesia menjadi destinasi wisata yang memukau para pelancong dari seluruh dunia. Tiap wilayah di Indonesia memiliki pesonanya sendiri, dan setiap perjalanan selalu memberikan pengalaman baru yang tak ternilai.

Ciri Khas dan Keunikan Rumah Adat Dari Sulawesi Barat

Menelusuri destinasi wisata yang menarik adalah mengunjungi rumah adat khas setiap wilayah dan menimba pengetahuan tentang keunikan budayanya. Salah satu contohnya adalah rumah adat Boyang dari Sulawesi Barat, yang memiliki arsitektur yang sangat istimewa. Untuk lebih memahami dan mengenal kekhasan rumah adat Sulawesi Barat, mari kita simak artikel ini yang akan membahas:

  1. Ciri Khas dan Keunikan.
  2. Arsitektur Memukau.
  3. Filosofi yang Menghiasi.

7 Ciri Khas Rumah Adat Sulawesi Barat dan Filosofinya

Kekayaan Kultural dalam Arsitektur Tradisional

Indonesia, sebagai negara yang kaya akan budaya, memiliki beragam jenis rumah adat. Setiap daerah di Indonesia memiliki rumah adat yang khas. Rumah adat sebenarnya adalah bentuk hunian tradisional dari suatu daerah tertentu. Namun, karena jarangnya penduduk asli yang masih mendiami rumah adat tersebut, banyak di antaranya yang telah dijadikan objek wisata untuk mempertahankan keasliannya.

Salah satu contoh rumah adat yang menarik adalah Rumah Boyang, yang berasal dari Sulawesi Barat. Menurut Wikipedia, Rumah Boyang merupakan tempat tinggal suku Mandar, suku asli dari wilayah Sulawesi Barat.

Rumah adat Sulawesi Barat terdiri dari dua jenis utama, yaitu Boyang Adaq dan Boyang Beasa, keduanya memiliki perbedaan yang mencolok dalam hal fungsinya. Rumah adat Boyang Adaq adalah tempat tinggal yang diperuntukkan bagi kaum bangsawan atau pemimpin adat, sedangkan Boyang Beasa adalah hunian masyarakat umum.

Kedua jenis rumah adat tersebut memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri. Berikut adalah beberapa ciri khas dan keunikannya:

Rumah Adat Boyang Adaq

  • Memiliki tumbaq layar atau penutup atap bubungan yang tersusun dari tiga hingga tujuh lapis.
  • Terdiri dari dua tangga bersusun dengan jumlah anak tangga tiga dan sebelas.
  • Desainnya terlihat lebih megah dan luas, membedakannya dengan mudah.
BACA JUGA :  Lebih Asri dan Sejuk, Inilah 12 Pohon Peneduh Untuk di Rumah

Rumah Adat Boyang Beasa

  • Karena ditujukan bagi masyarakat umum, rumah Boyang Beasa memiliki desain yang sederhana.
  • Atapnya terdiri dari satu lapis.
  • Tangganya hanya berupa satu susun dengan ukuran yang lebih terbatas.

Kedua rumah adat ini merupakan bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya Sulawesi Barat. Mereka mencerminkan identitas dan sejarah suku Mandar serta menambah keindahan arsitektur tradisional Indonesia.

Arsitektur Rumah Adat Sulawesi Barat

7 Ciri Khas Rumah Adat Sulawesi Barat dan Filosofinya

Keanekaragaman Rumah Adat Sulawesi Barat: Ramah Lingkungan dan Keunikan Arsitektur Tradisional

Rumah adat Indonesia memiliki keberagaman yang menarik, dan kebanyakan di antaranya dibangun dengan metode tradisional yang ramah lingkungan. Proses pembuatannya juga tetap sederhana tanpa memerlukan peralatan canggih. Rumah adat Sulawesi Barat, misalnya, memiliki struktur arsitektur mirip rumah panggung yang dibuat dari material kayu.

Tiang-tiang kayu yang tingginya mencapai 2 meter ditanamkan ke batu di bawahnya untuk melindunginya dari kelembaban dan pencegahan pembusukan yang cepat.

Biasanya, rumah adat di Sulawesi Barat memiliki dua tangga, satu di depan dan satu di belakang. Tangga ini memiliki jumlah anak tangga ganjil antara 7 hingga 13, dengan pegangan di kedua sisinya.

Rumah Boyang memiliki lantai dan dinding utama yang terbuat dari kayu. Di dalamnya, terdapat ukiran dan pahatan dengan motif khas Suku Mandar. Tidak seperti rumah adat Suku Dayak, rumah Boyang dilengkapi jendela untuk sirkulasi udara yang baik.

Atap rumah Boyang memiliki bentuk mirip prisma yang membentang dari depan hingga belakang rumah. Saat ini, beberapa rumah Boyang menggunakan seng untuk atap, tetapi dalam sejarahnya, atap rumah ini terbuat dari daun rumbia dan sirap. Penggunaan bahan rumbia dipilih karena mudah didapatkan dan dapat diolah oleh siapa saja.

Rumah Boyang juga memiliki lotang atau bagian tambahan dalam rumah yang memiliki peran khusus. Dengan karakteristik dan keunikan arsitektur ini, rumah adat Sulawesi Barat menjadi salah satu warisan budaya yang penting dalam sejarah dan kekayaan Indonesia.

Pada Rumah Boyang, setiap bagian memiliki peranan yang unik dan penting. Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa bagian utama yang ada dalam Rumah Boyang:

BACA JUGA :  Memahami Definisi dan Ciri Khas Gaya Rustic

1. Ruangan Samboyang

Samboyang adalah ruangan yang luas dan terletak di bagian depan rumah. Fungsinya sangat bervariasi, mulai dari tempat untuk menerima tamu, hingga sebagai tempat tidur tamu yang ingin menginap dan bermalam di rumah Anda.

Ruangan ini juga sering menjadi pusat kegiatan saat mengadakan acara atau hajatan di rumah. Karena perannya yang penting, penting bagi pemilik rumah untuk selalu menjaga kebersihan dan kerapihan ruangan Samboyang ini.

2. Ruangan Tangnga Boyang

Tangnga Boyang adalah area rumah Boyang yang terletak di samping ruangan Samboyang dan memiliki luas yang lebih besar dibandingkan ruangan tersebut. Ruangan ini bertindak sebagai pusat kegiatan keluarga, di mana hampir semua aktivitas bersama keluarga dilakukan di sini.

3. Ruangan Bui Boyang

Bui Boyang adalah area di rumah Boyang yang terletak di bagian belakang, dan memiliki beberapa kamar yang digunakan oleh penghuni rumah sebagai tempat beristirahat. Jika dalam keluarga terdapat anak perempuan, kamar-kamar ini dibangun dengan sebaik-baiknya untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan khusus bagi anak perempuan tersebut..

4. Ruangan Tapang

Tapang merupakan ruangan yang terletak di bagian loteng dari rumah adat. Fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan untuk berbagai barang yang berlebihan di dalam rumah.

5. Ruang Paceko

Ruang selanjutnya dalam rumah Boyang adalah Paceko. Kata “Paceko” berasal dari bahasa Indonesia yang merujuk pada dapur. Ruangan ini dirancang menyilang dengan bangunan utama dan memiliki luas yang hampir sebanding dengan bangunan lainnya. Paceko berfungsi sebagai tempat memasak dan juga menyimpan berbagai barang kebutuhan dapur.

6. Teras Lego-lego

Teras Lego-lego adalah komponen berikutnya dari rumah Boyang. Secara harfiah, istilah “lego-lego” merujuk pada teras. Terletak di bagian depan rumah Boyang dan dilengkapi dengan atap, teras Lego-lego dirancang untuk menawarkan tempat bersantai.

Bangunan ini sering dihiasi dengan ornamen seperti ukiran dan patung untuk menambah daya tarik visual. Teras Lego-lego juga memberikan penghuni rumah kesempatan untuk menikmati pemandangan luar dengan mudah.

7. Naong Boyang

Naong Boyang merupakan bagian terakhir dari rumah Boyang. Bagian ini juga bisa disebut sebagai “kolong” rumah. Pada awalnya, Naong Boyang hanya berupa lantai tanah dan sering dijadikan tempat “rambang”, tempat untuk hewan ternak. Jenis hewan ternak yang dipelihara di ram bang sangat bervariasi, mulai dari ayam dan itik hingga kuda yang lebih besar.

BACA JUGA :  9 Motif Keramik Model Terbaru untuk Rumah Idaman

Namun, Naong Boyang memiliki peran lebih dari sekadar tempat untuk hewan ternak atau tempat berteduh dari hujan. Saat ini, banyak yang mengubah tampilan Naong Boyang dengan menambah dinding dan lantai sehingga bisa difungsikan sebagai ruangan lain.

Selain itu, bagi orang yang lewat saat hujan turun, Naong Boyang bisa menjadi tempat berteduh tanpa perlu meminta izin. Semua ini menggambarkan bahwa pembagian ruang atau tata letak pada rumah adat Sulawesi Barat memiliki makna mendalam yang tidak sembarangan.

Filosofi Rumah Adat Sulawesi Barat

7 Ciri Khas Rumah Adat Sulawesi Barat dan Filosofinya

Filosofi Mendalam di Balik Rumah Adat Sulawesi Barat

Pada umumnya, hampir semua rumah adat di Indonesia dipenuhi dengan nilai-nilai filosofis yang telah ada sejak zaman dahulu. Begitu pula dengan rumah adat Sulawesi Barat, yang diakoni dengan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai luhur yang turun-temurun. Masyarakat suku Mandar, penduduk asli daerah tersebut, menghormati tradisi dengan melibatkan “pappapia boyang”, seorang ahli bangunan, dalam musyawarah terlebih dahulu. Musyawarah ini tidak hanya menjadi sarana untuk meminta izin, tetapi juga untuk menentukan jenis dan bentuk rumah yang akan didirikan.

Namun, tahap persiapan tidak berakhir di situ. Pembangunan rumah adat Sulawesi Barat juga harus memperhatikan “putika”, yaitu waktu yang baik untuk memulai dan menghindari waktu yang dianggap buruk. Langkah ini diambil agar bangunan yang didirikan tidak membawa kesialan atau bala bagi pemiliknya. Dengan demikian, di balik setiap detail dari pembangunan rumah adat terdapat makna filosofis yang dalam dan sangat dihormati.

Melalui penjelasan ini, Anda bisa lebih memahami tentang rumah adat Sulawesi Barat, termasuk ciri khasnya, filosofi yang terkandung di dalamnya, serta rancangan arsitekturnya. Artikel ini diharapkan mampu memberikan informasi berharga tentang keanekaragaman budaya Indonesia, sekaligus menginspirasi untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya yang tak ternilai.

****
Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com/ untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com