Stadion Jatidiri Semarang Fasilitas dan Kapasitas Makin Berkelas

Sebagai ibukota Provinsi Jawa Tengah tentu Semarang harus memiliki fasilitas olahraga yang mumpuni. Semarang sendiri sebenarnya memiliki tujuh stadion atau Gelanggang Olahraga (GOR) termasuk Stadion Jatidiri. Namun tidak semua stadion atau GOR tersebut difasilitasi dengan lapangan sepak bola.

Hanya lima GOR atau stadion yang memiliki lapangan sepak bola. Dari kelima stadion tersebut, Stadion Jatidiri merupakan yang terbesar. Stadion ini pun menjadi markas dari kesebelasan PSIS Semarang. Apalagi sejak selesai direnovasi tahun lalu, stadion ini menjadi semakin estetik dan megah.

Bahkan stadion ini masuk ke dalam 10 stadion terbesar di Indonesia. Tak heran stadion ini menjadi kebanggaan warga Semarang. Lalu apa saja kelebihan dari stadion ini? Simak info lebih lengkap mengenai pembangunannya, fasilitasnya, kapasitasnya, hingga event besar yang pernah digelar di sana pada artikel ini.

Stadion jatidiri yang sekarang tampil megah ini telah beberapa kali direnovasi, berstandar internasional dan sesuai persyaratan FIFA.

Berdirinya Stadion Jatidiri

Proses renovasi menghabiskan biaya yang fantastis, yaitu Rp1,1 triliun. (Foto: tagar.id)

Proses renovasi menghabiskan biaya yang fantastis, yaitu Rp1,1 triliun.

Stadion Jatidiri pertama kali digunakan pada tahun 1991 sejak diresmikan oleh gubernur Jawa Tengah pada waktu itu, yaitu Muhammad Ismail. Stadion ini berada di Semarang bagian Selatan, tepatnya di Jl. Karangrejo Raya, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang.

Saat awal dibangun, Stadion Jatidiri merupakan stadion dengan kategori C. Stadion tipe C bisa dibilang stadion yang melayani wilayah kecamatan dengan kapasitas 500 – 10.000 orang.

Sesungguhnya, kapasitas stadion ini bisa mencapai 20.000 penonton. Namun atap atau penutup hanya terdapat pada tribun bagian Barat yang merupakan tribun untuk penonton VIP. Sehingga kurang nyaman, karena penonton kepanasan dan kehujanan.

BACA JUGA :  5 Hal Konyol Yang Mengispirasi Menulis Cerita Misteri

Tribun stadion ini ketika itu juga hanya merupakan beton-beton berundak tanpa kursi. Sedangkan kursi berbentuk single seat hanya ada di tribun VIP. Terdapat pula empat menara yang berfungsi sebagai penerangan, yaitu dua menara di sisi Selatan dan dua menara lagi di sisi Utara.

Tahun demi tahun, Stadion ini hanya mengalami perbaikan minor. Tidak ada renovasi menyeluruh. Itulah sebabnya arsitektur eksterior dan interior stadion ini bisa dibilang mulai ketinggalan zaman.

Akhirnya pada tahun 2016, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan renovasi total pada stadion tersebut. Anggaran dana yang digelontorkan untuk renovasi total stadion ini tidak main-main, yaitu mencapai Rp1,1 triliun. Jumlah yang cukup fantastis.

Awalnya renovasi yang terdiri dari enam tahap dan melibatkan lima kontraktor tersebut diperkirakan akan selesai pada tahun 2020. Namun karena pandemi Covid-19 renovasi Stadion Jatidiri molor, karena pada tahun 2020 proses renovasi berhenti total. Pekerjaan renovasi baru selesai pada awal tahun 2023.

Renovasi meliputi sistem drainase dan lapangan sepak bola, tribun, atap, dan fasilitas penunjang lain yang menjadi bertaraf internasional. Eksterior stadion juga berubah, merepresentasikan budaya Jawa. Dari depan akan langsung terlihat kanopi berbentuk gunungan wayang. Beberapa ornamen wayang juga tampak di sana.

Fasilitas Stadion Jatidiri Semarang

Stadion Jatidiri memiliki fasilitas modern dan berstandara internasional. (Foto: detik.com)

Stadion ini memiliki fasilitas modern dan berstandara internasional.

Setelah direnovasi, Stadion Jatidiri tampak makin menawan. Stadion ini juga memiliki fasilitas mewah berstandar internasional. Dengan adanya fasilitas kelas dunia, stadion ini diharapkan dapat menjadi tempat berbagai perhelatan olahraga kelas dunia, pun kegiatan lain yang bersifat internasional.

Salah satu yang patut diapresiasi, Stadion Jatidiri memperhatikan warga difabel. Sehingga di wajah barunya ini, Stadion Jatidiri memiliki fasilitas yang ramah difabel. Beberapa fasilitas yang dimiliki stadion ini yaitu:

  • Tribun. Seluruh tribun dilengkapi dengan kursi tunggal dan dinaungi atap, sehingga penonton lebih nyaman.
  • Rumput. Rumput lapangan sepak bola menggunakan rumput berkualitas jenis Zoysia Japonica. Selain berkualitas, rumput ini juga sesuai dengan kondisi cuaca di Semarang.
  • Total lampu pencahayaan mencapai 1.800 KVA, ditambah dengan back-up power genset.
  • Lintasan lari. Lintasan atletik sebanyak 8 trek. Lintasan atletik ini telah memenuhi standar International Association of Athletics Federation (IAAF). Lintasan ini serupa dengan lintasan yang ada di Stadion Gelora Bung Karno. Selain itu dilengkapi fasilitas untuk lompat jauh, lompat jangkit, serta loncat tinggi.
  • Lift. Lift untuk tribun VVIP.
  • Parkir menggunakan sistem digital.
  • Bench pemain.
  • Lampu lapangan. Lampu FOP 2.400 Lux untuk di lapangan.
  • Area bisnis. Tersedia pertokoan di area stadion.
  • Ruang ganti pemain.
  • Ruang press conference.
  • Ruang media centre.
  • Toilet plus toilet untuk difabel.
  • Wisma atlet.
BACA JUGA :  Kereta Khusus Presiden Republik Indonesia Dengan Fasilitas Super Mewah!

Venue pelengkap

Stadion Jatidiri juga memiliki beberapa venue lain yang tak kalah modern, yaitu:

  • Kolam renang lengkap dengan tribun. Ada kolam renang pemanasan dan kolam untuk pertandingan. Kolam ini berstandar Olimpiade.
  • Enam lapangan tenis, termasuk tribun untuk penonton.
  • Sepatu roda yang dilengkapi lapangan yang halus dan tribun penonton.
  • GOR yang bisa digunakan untuk olahraga bulutangkis, basket, dan lain-lain.
  • Panjat dinding.
  • Lapangan voli pantai.

Kapasitas Stadion Jatidiri

Kapasitas Stadion Jatidiri bertambah 5.000 orang setelah direnovasi. (Foto: jateng.idntimes.com)

Kapasitas Stadion Jatidiri bertambah 5.000 orang setelah direnovasi.

Setelah direnovasi kapasitas penonton Stadion Jatidiri bertambah. Awalnya berkapasitas 20.000 penonton kini menjadi 25.000 penonton. Memang terkesan bertambahnya tidak terlalu signifikan, hanya 5.000 orang, namun jika dulu hanya berupa beton, kini stadion memiliki single seat yang bisa dilipat.

Diperkirakan bila single seat tersebut tidak digunakan, kapasitas stadion bisa mencapai 40.000 orang. Hal tersebut pernah dilakukan saat pertandingan PSIS, di mana pihak PSIS meminta ke pengelola untuk melepas kursi agar suporter bisa melakukan koreografi.

Kursi-kursi tersebut tersebar di empat tribun dengan pembagian sesuai kelas. Tribun Barat misalnya, diperuntukkan bagi penonton VVIP. Sedangkan tribun Timur untuk penonton difabel dan umum. Sedangkan tribun Selatan dan Utara juga untuk penonton umum. Tribun tersebut bertingkat tiga.

Kursi-kursi itu dibagi menjadi beberapa warna, ada yang warna biru dan merah. Pemilihan warna tersebut untuk menonjolkan kesan dinamis dan modern. Bila berpadu dengan warna silver, ketiganya akan menghasilkan arsitektur hi-tech impression.

Event Bergengsi dan Berkelas di Stadion Jatidiri

Sejak selesai direnovasi, Stadion Jatidiri siap menjadi tuan rumah berbagai acara besar. (Foto: semarang.suara.com)

Sejak selesai direnovasi, stadion ini siap menjadi tuan rumah berbagai acara besar.

Karena baru selesai direnovasi pada awal tahun 2023, belum banyak event yang digelar di Stadion Jatidiri. Stadion ini memang ke depannya direncanakan akan bisa menjadi tempat berbagai acara-acara besar, bahkan berskala internasional, termasuk konser.

BACA JUGA :  7 Kucing Persia yang Menggemaskan Nan Lucu

Namun untuk sementara acara konser belum diizinkan untuk dilangsungkan di stadion ini. Meski demikian ada beberapa acara bergengsi yang pernah digelar di Stadion Jatidiri sebelum renovasi. Beberapa di antaranya:

  • JKT48 Live in Semarang, pada September 2013.
  • PSIS Semarang versus Bhayangkara FC di perempat final Piala Presiden, Juli 2022.
  • Pertandingan renang Asean Para Games, tahun 2022.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com/ untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com