Stadion Manahan Solo, Stadion GBK Mini di Pusat Kota Surakarta

Stadion Manahan adalah stadion sepak bola yang berada di Kota Solo Surakarta, Jawa Tengah. Setelah selesai direnovasi, stadion omo  semakin tampak megah dan siap menggelar bermacam event selain sepak bola.

Sejak 15 Mei 2023 lalu, Stadion di Solo ini dibuka hingga malam hari. Tentu saja hal ini disambut positif oleh masyarakat, terutama mereka yang rutin berkegiatan fisik, seperti joging dan lain sebagainya.

Bagaimana kisah stadion yang juga menjadi markas klub sepak bola Persis Solo ini? Simak ulasannya sebagai berikut!

Sejarah Stadion Manahan

Sejarah Stadion Manahan

Sebelum dibangun stadion, kawasan Stadion Manahan dulunya adalah kompleks gelanggang olahraga yang salah satunya berupa arena pacuan kuda.

Stadion Manahan diresmikan pada tanggal 21 Februari 1998 oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, H.M. Soeharto. Stadion ini beralamat di Jl. Adi Sucipto No.1, Manahan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Stadion di Solo ini merupakan dedikasi dari Yayasan Ibu Tien Soeharto. Pembangunannya sendiri dimulai pada tahun 1989 di atas lahan seluas 170.000 meter persegi. Selama 9 tahun masa pembangunan, stadion berukuran total 33.300 meter persegi akhirnya berdiri kokoh dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

Letak Stadion Manahan terbilang cukup strategis, yakni berada di pusat kota, berdekatan dengan stasiun kereta, terminal, bandara, hotel, jalan raya, dan pusat perbelanjaan. Dari Bandara Internasional Adi Sumarmo hanya berjarak 9 kilometer. Tak heran bila banyak event nasional dan internasional digelar di stadion ini.

Menurut sejarahnya, kawasan Stadion di Solo ini sejak dahulu memang dikenal sebagai sebuah kompleks olahraga. Di kompleks Manahan kala itu terdapat lapangan tenis, gedung olahraga (GOR), dan lapangan sepakbola.

Warga Solo biasa memanfaatkan lapangan sepak bola yang ada di tengah kompleks Manahan secara gratis. Saking luasnya, lapangan tersebut terbagi menjadi dua lapangan besar. Selain bermain di lapangan besar, banyak juga warga yang menggunakan lapangan kecil di sekelilingnya.

Lapangan Manahan konon dulunya juga menjadi tempat olahraga kerabat Mangkunegaran, terutama pacuan kuda. Ya, di dalam kompleks Manahan tempo dulu terdapat arena pacuan kuda. Sementara di bagian utara lapangan dilengkapi sebuah tribun penonton yang tidak begitu besar. Tribun tersebut dibangun pada era Mangkunegaran oleh arsitek asal Belanda, Thomas Karsten.

BACA JUGA :  RUDAT, Kesenian Tradisional Suku Sasak Yang Hampir Punah

Di samping luas, kompleks Manahan juga dikenal sangat asri dan teduh berkat banyaknya pohon-pohon cemara. Tak heran bila warga Solo menjadikan ruang terbuka ini sebagai tempat favorit untuk berolahraga.

Begitu diresmikan pada tahun 1998, Stadion di Solo ini pun dibuka untuk umum. Tahun 2000, Pelita Solo memilih stadion ini sebagai markas. Berselang tiga tahun, Persijatim Solo mengambil alih Stadion Manahan sebagai kandangnya. Dan sejak 2006 sampai kini, Persis Solo menjadikan stadion kebanggaan warga Surakarta ini sebagai markas.

Renovasi Stadion Manahan

Renovasi Stadion Manahan

Stadion Manahan direnovasi besar-besaran untuk memfasilitasi berbagai event internasional.

Hingga saat ini, Stadion Manahan sudah mengalami dua kali renovasi. Renovasi pertama dilakukan satu dekade sejak diresmikan atau tepatnya tahun 2008. Saat itu renovasi diperlukan untuk menyambut Pekan Olah Raga (POR) Provinsi Jawa Tengah tahun 2009.

Yang menjadi perhatian khusus ketika renovasi adalah perbaikan drainase lapangan. Tidak tanggung-tanggung, perbaikan sistem aliran air di lapangan ini menelan biaya sekitar 1,6 miliar rupiah. Hal itu sekaligus untuk menghilangkan image negatif Stadion Manahan yang dikenal sebagai stadion langganan banjir.

Seluruh permukaan lapangan pun dirombak dan diperbaiki, termasuk mencabut semua rumputnya. Rumput jenis Dactylon Cynodon (rumput bermuda) yang berasal dari Batam berperan untuk menggantikan rumput yang lama. Sementara konstruksi drainase lapangan Manahan yang terdiri dari pipa-pipa dan kain filter pasir didatangkan dari Malaysia.

Dibutuhkan pasir sebanyak 1.600 meter kubik untuk menutup seluruh permukaan lapangan. Pasirnya sendiri berasal dari pantai Samas, Yogyakarta, karena tidak banyak memiliki kandungan garam. Perbaikan drainase tersebut tidak sia-sia. Pasalnya, lapangan Stadion Manahan tidak lagi kebanjiran ketika diguyur hujan lebat sekali pun.

Sekitar bulan Juli 2009, renovasi Stadion Manahan selesai dirampungkan. Stadion kemudian dibuka kembali untuk umum dan PORPROV Jawa Tengah 2009 menjadi event akbar pertama yang digelar setelah renovasi.

BACA JUGA :  8 Cara Paling Efektif Menghilangkan Rasa Pedas!

Renovasi Stadion Manahan selanjutnya terjadi pada Agustus 2018. Kali ini, Stadion di Solo ini mengalami renovasi besar-besaran dan diproyeksikan menjadi satu di antara stadion mewah yang ada di Indonesia.

Renovasi Stadion Manahan didukung penuh tidak hanya oleh Pemerintah Kota Surakarta, tapi juga Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR. Hal itu bisa dilihat dari sumber pendanaan yang juga disumbang dari APBN.

Hampir seluruh bagian Stadion di Solo ini mengalami perbaikan hingga berstandar FIFA/AFC. Untuk mempertahankan ciri khas sebagai stadion kebanggaan warga Surakarta maka dipasang hiasan Batik Kawung pada bagian fasad.

Desain Stadion Manahan kini layaknya Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dalam ukuran mini. Di depan pintu utama terdapat patung pemanah, mirip dengan keberadaan patung pemanah di SUGBK. Tak hanya itu, Stadion Manahan saat ini menggunakan rumput berjenis Zoysia Matrella yang juga digunakan di SUGBK.

Setelah mengalami renovasi, Stadion di Solo ini memiliki fasilitas yang lengkap. Fasilitas tersebut, antara lain:

  • Di tribun tertutup terdapat ruang kesehatan, ruang sekretariat, ruang wartawan, ruang konfrensi pers, ruang wasit, 2 ruang ganti pemain lengkap dengan toilet dan ruangan pemanasan pemain.
  • Jumlah toilet di tribun penonton sebanyak 32 unit.
  • Di bawah tribun stadion terdapat perkantoran pengelola stadion, Kantor KONI Surakarta, kantor KPU Kota Surakarta, Kantor EXA International, Kantor Tarung Drajat, dan Kantor Granat. Selain itu, ada juga ruang latihan yudo dan tenis meja.
  • Luas area parkir Stadion Manahan mampu menampung 2.300 motor dan 300 mobil.
  • Komplek Gelora Manahan tersedia lapangan tenis, lapangan bisbol, sirkuit motor, balap sepeda (Velodrome), lapangan voli, panjat tebing, basket, bulu tangkis, tenis meja, ruang biliar, 3 lapangan sepak bola, dan GOR serbaguna.

Kapasitas Stadion Manahan

Kapasitas Stadion Manahan

Kapasitas Stadion Manahan mampu menampung hingga 20.000 penonton.

Setelah direnovasi, Stadion Manahan memiliki kapasitas 20.000 penonton. Sebelumnya, kapasitas stadion mampu menampung hingga 24.000 penonton. Jumlah tersebut menyusut disebabkan penggunaan single seat atau kursi tunggal untuk penonton di tribun.

BACA JUGA :  Hal Aneh Yang Sering Dipikirkan Manusia

Seperti stadion-stadion di Indonesia pada umumnya, antara tribun penonton dengan lapangan dipisah oleh lintasan atletik. Hal itu memberi kesan luas sekaligus mendukung faktor keamanan.

Acara Bergengsi di Stadion Manahan

Acara Bergengsi di Stadion Manahan

Stadion di Solo ini terbukti mampu menyelenggarakan event besar berskala internasional.

Sebagai stadion modern, Stadion Manahan diproyeksikan untuk menyelenggarakan berbagai event besar, terutama sepak bola, baik berskala nasional maupun internasional.

Sejak beroperasi, Stadion Manahan telah sukses menggelar bermacam turnamen sepakbola dan olahraga multicabang, dari yang bertaraf nasional hingga level dunia.

Berbagai event yang sudah pernah berlangsung di Stadion Manahan, di antaranya adalah:

2006: Babak 8 besar dan Final Liga Indonesia 2005/2006.

2007: Babak penyisihan grup Liga Champions Asia 2007 (Persik Kediri).

2008: Babak 8 besar Liga Indonesia 2007/2008.

2009: Pembukaan Pekan Olah Raga Provinsi Jawa Tengah (PORPROV JATENG) 2009.

2010: Babak semifinal dan final Liga Divisi Utama 2009/2010.

2010: Babak Final Piala Indonesia 2010.

2010: Tuan Rumah Piala AFF U-16.

2011: Pembukaan Kompetisi Liga Primer Indonesia 2011.

2011: Tuan rumah ASEAN Para Games.

2011: Pusat pelatihan dan uji coba Internasional Timnas Indonesia jelang PPD 2014.

2012: Final Inter Island Cup 2012.

2013: AFC Cup, di gunakan untuk laga Home Persibo Bojonegoro

2014: Semifinal Inter Island Cup 2014

2014: Home Base Timnas U-23

2016: Babak 8 Besar Jendral Sudirman CUP

2017: Babak Perempat Final Piala Presiden

2022: Tuan Rumah ASEAN Para Games

Sejatinya, stadion ini termasuk salah satu yang ditunjuk untuk menggelar pertandingan Piala Dunia U-20. Namun hal itu urung diwujudkan karena Indonesia gagal menjadi tuan rumah event internasional tersebut.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com