5 Gambar Desain Ventilasi Udara Menarik untuk Rumah Di 2024

Berikut Ini Adalah 5 Contoh Gambar, Ide dan Inspirasi Desain Ventilasi Udara yang Menarik untuk Rumah Anda Di 2024!

Salah satu faktor yang menentukan kenyamanan sebuah hunian adalah sirkulasi atau ventilasi udara yang baik. Bahkan, masyarakat Tionghoa percaya bahwa sirkulasi udara yang baik erat kaitannya dengan ilmu Feng Shui, yang memberi banyak pengaruh pada penghuni rumah.

Karena itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan sirkulasi udara rumah yang akan dibeli atau disewa. Bila pengaturan ventilasi udara kurang tepat, akibatnya bisa sangat luas, mulai dari kesehatan anak hingga biaya perawatan rumah yang tinggi.

Pengaturan ventilasi udara ini baiknya memang didiskusikan dengan pakar terutama arsitek yang mengerti tentang arah angin dan pencahayaan. Meski saat ini sudah ada penyaring udara atau air purifier, tetap saja ventilasi udara diperlukan agar Anda tetap bisa menghirup udara segar yang datang dari alam.

Nah, untuk lebih lengkapnya lagi mari kita simak penjelasan tentang desain dan menarik tentang ventilasi udara

5 Desain Ventilasi Udara yang Menarik untuk Rumah Anda

Ventilasi udara saat ini sudah berkembang menjadi salah satu bagian dari desain bangunan yang juga tak kalah penting dari elemen lainnya. Ventilasi udara yang baik dimaksudkan agar penghuninya juga dapat menghirup udara segar dari luar rumah namun di sisi lain, nilai estetikanya juga perlu diperhatikan guna menghidupkan suasana suatu ruangan.

Memilih bahan atau material yang tepat untuk mendesain bagian dari ventilasi udara dapat menambah daya tarik tampilan rumah. Berikut, 5 desain ventilasi udara yang menarik untuk hunian Anda

1. Ventilasi Udara Kaca Nako

foto: houselogic.com

Kaca nako termasuk dalam desain ventilasi udara yang tradisional melekat dengan instalasi jendela di rumah.

Ventilasi udara jenis ini biasanya akan menyerap udara lebih banyak karena memerlukan luas dinding yang banyak. Kekurangannya ventilasi jenis kaca memerlukan biaya yang cukup mahal karena selain harus membongkar dinding juga materialnya seperti kaca adalah elemen yang menahan suhu udara sehingga tidak terlalu aman.

Namun, umumnya kaca nako memiliki sistem yang fleksibel sehingga udara yang masuk bisa disesuaikan dengan keinginan.

BACA JUGA :  3 Cara Menghitung Luas Bangunan Tepat dan Mudah

2. Ventilasi Udara Lopster

Foto: arcdaily.com

Lopster adalah jenis ventilasi udara tradisional yang masih tetap digunakan hingga sekarang karena desainnya yang estetik. Susunannya yang dinamis dapat membuat rumah Anda menjadi semakin artsy ditambah dengan cakupan udara segar yang lebih luas bisa Anda dapatkan di rumah Anda.

Lopster biasanya hanya akan diinstalasikan di salah satu dinding rumah, terutama jika ingin menambah nilai estetikanya satu sudut ruangan biasa saja dibuatkan merata berisikan ventilasi udara dari lopster.

Model lopster pun beragam mulai dari yang terbuat dari semen, keramik, kaca, kayu, beton dan sebagainya. Jenisnya pun cukup beragam tergantung dari ukuran celah udara yang Anda inginkan.

3. Ventilasi Udara Cahaya Alami

Foto: whyskylights.com

Ventilasi udara jenis ini biasanya mengandalkan cahaya dan udara dari luar rumah melalui celah dari sudut atas rumah. Anda bisa menginstalasikan ventilasi udara dengan konsep natural light di ruangan spesifik yang paling membutuhkan pergantian udara seperti contohnya dapur. Ventilasi jenis ini hanya membutuhkan kaca sebagai media yang memberikan pencahayaan dan alat yang dapat fleksibel bisa dibuka dan ditutup.

Biaya yang dikenakan untuk menyematkan ventilasi udara jenis ini juga tidak mahal namun kaca pada dasarnya menyerap suhu udara sehingga kaca pada bisa saja melalui proses pemuaian kala udara sangat panas yang menyebabkan kaca tersebut pecah.

Maka dari itu, kaca yang Anda pilih untuk menjadi media ventilasi pun harusnya yang berkualitas agar nantinya tidak membahayakan orang-orang yang berada dalam rumah.

4. Ventilasi Udara Kayu

foto:architecturaldigest.id

Ventilasi udara kayu umumnya dikombinasikan dengan pintu atau jendela dalam ruangan. Kayu sebagai ventilasi udara umumnya dibuat dengan panel satu sama lain sehingga udara atau angin yang masuk tidak terlalu banyak.

Kayu panel yang umumnya digunakan untuk ventilasi rumah juga menambah kesan artistik pada rumah Anda terlebih jika pemilihan kayu dan warnanya juga menarik untuk memberikan kesan yang natural.

Meski begitu, pastikan kayu yang Anda gunakan untuk ventilasi udara adalah material kayu yang tahan terhadap suhu udara karena kayu berisiko mengalami penyusutan dalam jangka waktu tertentu. Anda bisa menambah daya tahan kayu dengan mengaplikasikan coating pada kayu.

5. Ventilasi udara dari bambu

foto: youtube.com

Bambu merupakan material yang tidak sepadat kayu sehingga masih ada rongga yang dapat mengalirkan udara, sehingga cocok untuk dijadikan material ventilasi udara untuk hunian Anda.

Pemilihan bambu yang sarat dengan nilai tradisional sebagai material penyusun ventilasi udara dan dipadukan dengan konsep modernitas membuat rumah Anda menjadi berbeda dari yang lain.

Dengan menambahkan efek material kaca dan kayu di sekitarnya, ventilasi udara berbahan bambu dapat menunjukkan identitasnya sebagai bahan bangunan yang tidak murahan, bahkan bisa jadi estetik jika Anda pintar menyusun interior dalam ruangan dengan ventilasi udara bambu

BACA JUGA :  18 Desain Meja Kerja Minimalis Berkualitas dan Terlengkap

Sama seperti kayu alami pada umumnya bambu juga merupakan material penyerap suhu, bambu yang Anda pilih untuk menjadi ventilasi udara juga diharapkan memiliki pelapis yang tahan terhadap berbagai macam udara terutama terpaan hujan.

Fakta Menarik Ventilasi Udara

Selain membahas tentang desainnya, ada beberapa sisi lain yang menarik tentang ventilasi udara.

Tidak hanya sebagai media keluar masuknya udara, ventilasi udara yang baik bisa dibangun ketika kita memiliki pengetahuan yang baik tentangnya.

Untuk itu, ketahui beberapa fakta seputar ventilasi udara berikut, yang berguna ketika Anda berencana membeli ataupun merenovasi rumah.

1. Cara sederhana menilai ventilasi udara yang buruk

Foto: artfulconceptions.blog

Rumah dengan ventilasi udara buruk bisa dinilai dari aroma dan kondisi fisik pada dinding atau perabot. Biasanya, ada aroma lembap dan apek pada ruangan, serta ada jamur di dinding atau balik lemari.

Jika rumah atau apartemen itu tidak baru, Anda mungkin belum menemukan jejak atau bau tak sedap. Hal ini akan terasa jelas dari aliran udara dalam ruangan ketika udara sedang panas.

2. Ventilasi udara yang buruk memicu iritasi dan alergi

Ventilasi udara yang buruk bisa mengundang udara kotor dan beracun yang mempengaruhi kesehatan. (Foto: Pexels)

Tak dipungkiri, bahan bangungan yang kini digunakan mengandung zat kimia, misal pada cat dinding. Saat ditempati, tentu akan lebih banyak lagi zat kimia yang beterbangan di udara.

Kalau sistem ventilasi udara di rumah Anda buruk, pergantian udara bersih akan berjalan lambat sementara udara yang bercampur bahan kimia semakin menumpuk.

Jika tubuh Anda cukup sensitif, mata dan saluran pernapasan mungkin akan terasa gatal dan perih. Anak-anak dan bayi biasanya memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap kualitas udara yang buruk. Hal ini bahkan bisa memicu gangguan asma.

3. Ventilasi udara menurut ilmu Feng Shui

foto: home-designing.com

Ilmu Feng Shui telah ribuan tahun dipraktikkan masyarakat Tionghoa. Ilmu ini akan memastikan pergerakan udara dalam setiap ruangan lancar mengalir secara alami, tidak terhambat atau lambat tapi juga tidak terlalu cepat. Dengan begitu, energi Chi yang memberi kesehatan dan keberuntungan bagi penghuninya, ikut lancar.

Ventilasi udara yang baik dalam Feng Shui didapat dari pengaturan ruangan, letak pintu dan jendela, serta proporsi pintu dan jendela yang disesuaikan dengan besar ruangan dan tinggi langit-langit.

Dalam Feng Shui, udara sejuk yang didapat dari pendingin ruangan tidak memberi pengaruh positif bagi energi Chi. Untuk memberi energi Chi, tanaman hijau digunakan pada ruangan yang aliran udaranya mandek.

4. Ventilasi udara yang baik bisa meningkatkan kualitas tidur

Suhu yang terjaga berkat ventilasi udara yang baik bisa membuat Anda tidur lebih nyenyak. (Foto: Pexels)

Ventilasi yang baik akan membuat suhu kamar dan kelembapan udara lebih nyaman. Suhu yang terjaga baik bisa mempengaruhi kualitas tidur.

Karena membuat kondisi dalam ruangan yang nyaman, ventilasi udara yang baik juga akan membuat penghuninya lebih produktif. Penting banget nih untuk Anda yang bekerja dari rumah.

BACA JUGA :  Inspirasi Desain Interior untuk Rumah 60m2

5. Ventilasi udara untuk menghemat energi

Ventilasi udara maksimal hadir dalam bentuk ruang terbuka di dalam rumah. (Foto: archdaily.com)

Ventilasi udara yang baik akan membuat udara dalam rumah segar dan nyaman, bahkan tanpa perlu terus menerus menyalakan kipas angin atau pendingin ruangan. Ini artinya Anda bisa lebih menghemat pengeluaran untuk membayar listrik.

6. Ventilasi udara buruk membuat biaya perawatan rumah membengkak

Foto: zolo.ca

Ventilasi udara yang buruk akan membuat cat dinding lebih mudah rusak karena lembap. Belum lagi jamur yang membuat material kayu lebih cepat lapuk.

Kelembapan tinggi karena ventilasi udara yang buruk juga membuat perabot, karpet, wallpaper, bahkan tas dan baju lebih rentan akan jamur. Ruangan yang lembap juga disukai kecoa. Hal ini membuat biaya perawatan rumah membengkak.

7. Komponen pendukung ventilasi udara

Foto: organized-home.com

Selain pengaturan ruangan ala Feng Shui, Anda juga memerlukan perencanaan sistem ventilasi dengan merancang lubang angin, kipas angin, dan exhaust fan di kamar mandi, area laundry, atau dapur.

Exhaust fan akan mengalirkan bau dan asap dari dapur ke luar rumah, dan membuat udara dalam rumah selalu segar. Di kamar mandi dan area laundry, exhaust fan akan menyingkirkan aroma tak sedap, partikel kimia dari sabun cuci, dan mengurangi kelembapan.

8. Ventilasi udara berguna saat keadaan darurat

Selain sebagai pengatur hawa, ventilasi udara silang berguna untuk saat darurat, seperti kebakaran. (Foto: liveability.com)

Tak hanya membuat suasana dalam ruangan lebih segar dan nyaman, ventilasi udara alami berupa jendela-jendela besar dapat berguna di saat darurat, seperti kebocoran gas atau kebakaran.

Asap dapat dengan segera dialirkan ke luar ruangan dan pemadam kebakaran dapat menggunakan jendela sebagai akses masuk air untuk memadamkan api. Anda bisa melihat contoh jalur sirkulasi udara di atas.

9. Ventilasi udara alami

Ventilasi udara alami bisa didapat dari bukaan berupa jendela yang mempertimbangkan arah angin. (Foto: Pixabay)

Untuk mendapatkan sirkulasi udara alami yang lancar, Anda bisa memperbanyak bukaan di rumah. Namun, di negara tropis yang cenderung panas, terlalu banyak jendela juga bisa membuat cahaya masuk terlalu banyak dan membuat bagian dalam rumah makin panas.

Untuk merancang ventilasi udara alami, arsitek biasanya akan mempelajari arah angin pada lokasi rumah. Dari situlah, arsitek merancang bangunan dengan denah ruangan dan bukaan yang sesuai dengan arah datangnya angin.

Ada beberapa prinsip yang dipegang arsitek untuk mendapat ventilasi udara yang baik, antara lain membuat lubang kisi-kisi horisontal pada ruangan, terutama pada dinding yang menghubungkan dengan udara luar.

Cara lainnya adalah dengan membuat sistem ventilasi silang. Mengutip Arch Daily, ventilasi silang merupakan bukaan berupa jendela atau pintu yang letaknya saling berhadapan di dalam satu ruangan.

Disebut silang karena letak bukaan harus dibuat silang (tinggi ke rendah atau menyerong kiri-kanan). Udara panas biasanya memiliki tekanan lebih tinggi, karena itu bukaan untuk udara keluar dibuat lebih tinggi.

Adanya perbedaan zona bertekanan tinggi dan rendah pada kedua sisi bangunan, menarik udara segar memasuki bangunan dari satu sisi dan mendorong udara keluar ruangan dari sisi lain.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com/ untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com