9 Dinding Rumah Minimalis Bergaya Modern Kekinian Di 2024

Berikut Ini Adalah Rekomendasi 9 Ide Dinding Rumah Minimalis Bergaya Modern, Bikin Hunian Tampak Kekinian Di 2024!

Apalah arti sebuah rumah tanpa dinding-dindingnya. Struktur dinding barangkali baru bisa disebut rumah bila sudah terbentuk dinding-dinding utama dan dinding pembagi ruangan. Terlepas dari bahan apapun dinding tersebut dibuat.

Karena sebuah rumah seharusnya punya fungsi utama sebagai tempat berlindung dari cuaca serta lingkungan sekitar, maka karakteristik yang seharusnya dimiliki sebuah bangunan rumah adalah unsur kokoh. Dengan demikian, dinding rumah minimalis pun memiliki peran besar untuk berdiri dalam kondisi kokoh.

Menurut Ir. Endro Soeprasto, MM. IAI, Konsultan Manajemen Konstruksi, dari PT Rolas Sapta Karya, selain sebagai pelindung atau shelter bagi penghuninya, dinding rumah berfungsi sebagai penyekat atau pembagi-bagi ruangan. Bukan sekadar penyekat seperti tirai. “Sebagai penyekat ruangan, sudah sepantasnya dinding juga memiliki karakteristik yang kuat, sebaiknya kedap suara, dan bebas rembesan air.”

Dengan berlatar pada kebutuhan tersebut, Anda dapat memilih beberapa jenis bahan dinding untuk rumah minimalis Anda, yaitu :

1. Dinding Rumah Minimalis Bata

1. Dinding Bata

“Bata merah sudah digunakan di Indonesia sejak jaman Majapahit. Situs-situs arkelogi menunjukkan hal tersebut. Ini karena sejak masa itu bata merah dikenal kuat, mampu menahan rembesan air dengan baik, dan pembangunannya simpel,” kata Endro.

Bata merah merupakan bahan bangunan yang dibuat dari tanah liat yang kemudian dibakar dengan suhu tinggi. Dinding bata merah dibangun dengan pasir dan semen. Meski metodenya mudah dan sudah dikenal luas, adukan untuk menempel-tempel bata merah juga beragam dan memerlukan perhitungan khusus.

Terutama menyangkut area dan tujuan dinding bata merah dibuat atau untuk alasan penghematan biaya. Misalnya, adukan semen untuk dinding kamar-kamar akan berbeda dengan adukan semen untuk dinding pagar.

Dinding bata merah cocok digunakan untuk hampir berbagai keperluan dinding bangunan rumah di hampir segala lokasi. Tampilannya yang coklat tanpa dilapis adukan semen juga bisa memberi kesan minimalis natural.

Akan tetapi, seiring berkembangnya teknologi pembangunan rumah, penggunaan bata merah dianggap kurang efisien dari segi waktu. Menempel bata merah satu demi satu secara manual memang jenis pekerjaan yang punya batas ‘ngebut’ maksimal.

Karena biasanya makan waktu yang cukup panjang, maka biaya tukang bangunan yang mengerjakan pun ikut membumbung.

BACA JUGA :  Plafon PVC, Plus Minus, dan Harga Terbaru!

2. Dinding Rumah Batako

2. Dinding Batako

Batako merupakan modifikasi ekonomis dari batu bata. Awalnya batako dibuat dengan mencetak pasir, batu kapur, dan air. Batako tidak dibakar. Ukurannya lebih besar dari batu bata. Sehingga bahan yang dibutuhkan lebih sedikit, harganya relatif murah, dan secara proses pengerjaan akan lebih cepat.

Bila ukuran batu bata maksimal panjang – lebar – tebalnya sekitar 22cm – 11 cm – 7 cm, maka batako bisa berukuran maksimal panjang – lebar – tebalnya sekitar 30 cm – 18 cm – 10 cm. Oleh karena itu, jelas Endro lagi, ”Batako cocok digunakan bagi target pembangunan rumah untuk kebutuhan masal, misalnya rumah sederhana.”

Sayangnya, rumah berdinding batako memang berisiko lebih mudah rapuh dan pecah atau merontok. Karena tidak dibakar, pori-pori batako terbuka lebar. Sehingga juga lebih gampang menyerap air dan membuat tembok lembap. Dinding pun kemudian mudah retak. Penggunaan dinding batako karenanya kurang dianjurkan untuk rumah minimalis modern.

3. Dinding Batako Semen

Batako semen mirip dengan batako biasa. Terbuat dari campuran pasir dan semen yang kemudian di-press. Ukurannya pun lebih beragam dibandingkan dengan batako konvensional. Jenis batako semen dianggap sedikit lebih kuat dari batako biasa.

Batako semen sudah kedap air sehingga mampu mencegah air merembes. Pemasangannya pun praktis dan cepat. Meski begitu, pada dinding batako semen juga masih berisiko terjadi retak rambut.

4. Dinding Bata Ringan

Bata ringan memiliki karakteristik yang lebih modern dibandingkan bata merah biasa. Dimensinya yang lebih besar membuatnya ideal untuk membangun rumah secara lebih cepat dan memenuhi efisiensi waktu serta biaya.

Banyak dikenal sebagai bata hebel atau celcon, bata ringan umumnya berukuran 60 cm x 20 cm, ketebalan 8 – 10 cm. Bata ini cukup ringan, halus, dan memiliki permukaan rata yang cukup baik.

Bata ringan memenuhi syarat kedap air sehingga aman untuk mencegah lembap bagi ruangan dalam rumah. Selain itu, meski harganya lebih mahal dari bata biasa, bata ringan lebih kedap suara dan terbilang tahan api.

Pastikan tukang bangunan yang ditunjuk memiliki keahlian mengerjakan pembuatan dinding dengan bata ringan. Karena sifatnya yang ringan dan cukup fleksibel ini, bata ringan menjadi salah satu pilihan penting untuk rumah minimalis.

5. Dinding GRC

5. Dinding GRC

GRC board atau Glassfiber Reinforced Cement adalah material papan yang dibuat dari bahan semen fiber glass. Dimensinya yang besar tapi ringan membuat papan GRC mejadi pilihan yang lebih murah daripada dinding bata merah.

BACA JUGA :  Pengertian NJOP Tanah dan NJKP, 3 Perbedaan, dan Cara Hitungnya Sesuai Hukum di Indonesia

Papan GRC pun dikenal sebagai material bangunan yang praktis, cepat pemasangannya, efisien secara pembiayaan, dan rapi hasilnya. Akan tetapi, pemasangan dinding GRC memerlukan keahlian khusus untuk pembuatan rangkanya. Tidak semua tukang bangunan bisa mengerjakannya.

Ketika sudah menjadi pilihan, dinding GRC memang memiliki beberapa kelebihan. Tak heran bila papan jenis ini semakin disukai sebagai dinding utama maupun sebagai penyekat ruangan atau partisi. Papan GRC dikenal panjang masa pakainya, kedap air, tak mudah lapuk, tahan rayap serta jamur.

Saat rusak, papan dengan mudah bisa dibongkar dan diganti dengan yang baru. Untuk kebutuhan kedap suara dan mengurangi bunyi berisik papan, di sela-sela papan GRC biasanya diselipkan bahan peredam suara seperti styrofoam.

6. Dinding Beton

6. Dinding Beton

Sesuai namanya, dinding beton terbuat dari beton cor. Dinding beton memiliki berat antara 250 kg – 300 kg/m2. Sekarang ini beton cor lebih banyak digunakan untuk dinding pagar, pabrik, atau perkantoran.

Karena sifatnya yang kokoh dan berat, dinding beton tidak terlalu sering dijumpai sebagai dinding penyekat ruangan. Dinding beton cor banyak digunakan di tempat yang fungsi strukturnya dominan, seperti dinding lift, tangga gedung, atau dinding laboratorium.

“Dinding beton yang besar, berat, kokoh, dan cenderung lebih mahal ini memang kurang serasi sebagai dinding rumah minimalis. Dinding beton lebih cocok digunakan sebagai penyangga bangunan. Contohnya adalah digunakan sebagai dinding ruang bawah tanah atau basement,” jelas Endro.

7. Dinding Panel Beton

7. Dinding Panel Beton

Panel beton mulai dikenal pada awal tahun 90-an. Saat itu dikenal luas salah satunya brand Arcon. Sehingga sampai kini, panel beton jenis ini sering disebut sebagai panel arcon. Panel ini dimensinya cukup besar, sekitar 5 x 40 x 240 cm.

Panel beton ini kemudian menjadi lebih fleksibel karena tidak seberat beton cor. Panel beton yang relatif lebih ringan ini banyak digunakan untuk ruko, perumahan, pabrik, pagar, atau bangunan lain. Panel beton dirancang kuat, tidak mudah terbakar, tidak mudah lapuk, dan permukaannya halus serta rapi.

Proses pengerjaan pun bisa lebih cepat dibandingkan menggunakan batu bata atau batako. Hanya saja pengerjaannya juga memerlukan keahlian khusus yang harus dipelajari selama beberapa waktu.

8. Dinding Kaca

8. Dinding Kaca

Material kaca merupakan salah satu pilihan ideal untuk dinding rumah minimalis. Ini karena rancangan dinding kaca bisa sangat fleksibel untuk memberi kesan modern dan minimalis. Sifat lain yang menguntungkan, kaca tembus pandang sehingga memberi kesan luas, terang, dan mampu memberi pencahayaan alami pada ruangan.

“Panel kaca, meski dari kaca yang paling tebal pun, tidak makan tempat. Cocok untuk menghemat space atau untuk ruangan yang areanya terbatas. Ditambah lagi panel kaca mudah perawatanya, kedap air serta kedap suara,” lanjut Endro.

BACA JUGA :  Inilah 4 Manfaat Tak Terduga Jika Menggunakan Desain Dinding Kaca

Panel kaca yang akan dijadikan dinding penyekat ruangan biasanya diperlukan jenis kaca yang kuat, cukup tebal, dan sudah di-tempered atau diberi lapisan penguat. Lapisan ini diperlukan agar bila kaca pecah, pecahannya tetap halus, tidak buyar berkeping-keping ke segala arah dan bisa melukai penghuni rumah.

Untuk kebutuhan penyekat ruangan yang lebih menjamin privasi, biasanya dipilih kaca warna atau tinted glass yang tingkat tembus pandangnya minimal. Ada pula kaca es yang permukaannya membentuk tekstur tertentu untuk memberi efek pencahayaan yang berbeda atau efek dekoratif.

Meski demikian, patut dipertimbangkan bahwa dinding panel kaca harganya juga cukup mahal, baik dari segi harga material maupun biaya pemasangan. Memasang kaca perlu keahlian khusus. Sebuah hunian juga memerlukan kaca yang baik dan kuat agar tidak mudah pecah. Sekali pecah, kaca harus diganti, bukan sekedar diperbaiki.

9. Dinding Kayu

9. Dinding Kayu

Dinding kayu banyak digunakan di rumah-rumah tradisional. Masyarakat tradisonal di masa lalu menggunakan kayu sebagai dinding karena sifatnya yang kuat tetapi tetap berpori. Penghuni rumah tetap terlindung tetapi angin leluasa keluar masuk memberi rasa sejuk. Kini kadangkala dinding kayu ditemui pada rumah modern dengan nilai artistik yang tinggi. Rumah dengan dinding kayu memang memberi kesan alami, sejuk, dan menyatu dengan alam.

Kini dinding kayu tersedia dalam berbagai bentuk panel kayu. Kebutuhan untuk tampil artistik dengan kayu sangat mudah dipenuhi. Pembangunan rumah kayu dengan sistem bongkar pasang pun semakin lazim ditemui.

“Hanya saja perlu disiasati agar dinding kayu tidak mudah menyusut atau melengkung-lengkung. Sehingga bisa menganggu struktur rumah. Pemilihan kayu untuk dinding rumah harus dipastikan dari kayu yang bagus, seperti kayu jati atau ulin. Setelah terbangun, perawatannya juga harus diperhatikan,” jelas Endro.

Di sisi lain, rumah berdinding kayu juga tak mudah pembangunannya. Perlu keahlian khusus dari segi rancangannya, arsiteknya, dan ahli bangunannya. Perlu dipertimbangkan juga risiko dinding kayu yang lebih mudah terbakar, rawan kondisi alam yang lembap, rawan jamur, dan rayap.

Tips Lapakfjbku.com

Sesuaikan desain rumah dan material yang dipilih untuk dinding. Lalu perhatikan ukuran ruangan demi ruangan. Temukan modul dengan dimensi ukuran yang paling cocok untuk keperluan ruangan tersebut.

Nah, kini Anda bisa memilih material dan desain dinding rumah yang tepat untuk hunian idaman. Jika Anda tak mau repot, silakan saja segera pilih rumah baru dari berbagai developer ternama.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com/ untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com