Ketika Artis Berlomba-lomba Untuk Nyaleg, Salahkah?

By | April 8, 2019
Rate this post

Siapa yang tak kenal dengan artis? Setiap orang tentunya mengenal para artis. Seperti artis-artis di negeri ini tentunya memiliki ketenaran masing-masing dan memiliki profesinya tersendiri mulai dari pemain sinetron, pemain film, musisi dan lain sebagainya meramaikan industri hiburan di tanah air. Sorot kamera seringkali tertuju padanya, tak jarang job-job pun membanjiri dirinya dan akhirnya bisa hidup senang karena bisa menjadi seorang artis.

Boomingnya dunia maya di masa kini membuat para artis tak selalu terkenal di layar kaca televisi saja, akan tetapi bisa terkenal lewat media online lainnya hingga bermunculan istilah-istilah baru seperti selebgram atau youtuber. Dunia artis tentunya menjadi sorotan banyak orang karena selalu ada yang menarik di dalamnya.

Ketika Artis Berlomba-lomba Untuk Nyaleg, Salahkah?

Lantas bagaimana dengan bidang lain selain hiburan? nyatanya bidang lain pun tak kalah menarik dan menyita perhatian banyak orang seperti dunia perpolitikan yang selalu menjadi perbincangan hangat di masyarakat terlebih jika menjelang pemilihan umum semakin dekat tentunya tensi antar para pendukung partai atau calon masing-masing akan terasa panasnya dan bisa memicu konflik.

Bicara tentang pemilihan umum seperti pileg dan pilpres yang biasanya diadakan setiap lima tahun sekali tentunya selalu menyajikan kisah-kisah menarik di dalamnya dan tak jarang para artis pun ikut meramaikan pemilu entah itu menjadi simpatisan atau  bahkan menjadi caleg.

Menjelang pemilu legislatif tiba tentu selalu saja ada para artis yang mendaftarkan diri menjadi caleg, di pemilihan umum tahun 2019 nanti tentunya banyak para artis yang mendaftar untuk menjadi wakil rakyat diantaranya seperti Adly Fairuz, Lucky Hakim, Vena Melinda, Kridayanti, Ian Kasela,  Rieke Diah Pitaloka, Eko Patrio, Desy Ratnasari dan sejumlah artis lainnya yang memiliki kendaraan partai tersendiri untuk bisa melaju di pemilihan legislatif nanti.

Fenomena artis-artis yang ikut terjun ke dunia politik tentu dalam setiap waktunya akan selalu ada, dalam setiap pemilihan umum pasti akan selalu ada artis yang ikut-ikutan nyaleg dan mendaftarkan diri untuk menjadi bagian dari wakil rakyat. Seakan tak puas dengan popularitasnya yang diraih dalam dunia hiburan, sebagian artis memberanikan diri untuk mencoba hal-hal baru dengan mengambil peruntungan di dunia politik dengan bekal ketenaran yang dimilikinya.

Salahkan bila artis-artis di negeri ini ikut berpolitik? sah-sah saja bila setiap artis ikut-ikutan berpolitik karena artis juga manusia dan memiliki rasa cinta kepada negeri ini hingga ingin menjadi bagian dari pembangun negeri ini menjadi lebih baik di masa depan. Cara untuk bisa masuk ke pemerintahan negeri ini memang mau tak mau harus ikut ke dalam partai politik, untuk itulah banyak para artis memilih kendaraan partai politiknya masing-masing untuk mengantarkannya menjadi seorang wakil rakyat baik itu di pusat maupun di daerah.

Ketika Artis Berlomba-lomba Untuk Nyaleg, Salahkah?

Tak ada salahnya bila mendukung artis yang memiliki kemampuan dan keahlian dalam berpolitik serta ahli dalam dunia pemerintahan, karena negeri ini tentunya membutuhkan orang-orang yang siap untuk membangun negeri ini tanpa disertai embel-embel kepentingan pribadi didalamnya.

Memilih wakil rakyat memang tak semudah membalikkan telapak tangan karena meskipun artis, jika duduk di pemerintahan nanti malah melakukan banyak kesalahan dan ujung-ujungnya korupsi, jelas ini akan merugikan bangsa dan negara.Pemilu sebentar lagi tiba, bagaimana dengan  kita? semua kembali ke diri kita masing-masing dalam menentukan siapa yang akan menduduki singgasana wakil rakyat di periode 5 tahun selanjutnya.

Tak ada yang salah dengan artis yang nyaleg selama artis tersebut bisa membawa bangsa ini menuju ke arah yang lebih baik dan tidak melakukan kesalahan yang dapat merusak dirinya ataupun bangsa dan negara. Menurut kamu sendiri bagaimana dengan artis-artis yang nyaleg? setuju atau tidak? silahkan sampaikan di kolom komentar dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Comments

comments