Serunya Perang Tipat di Desa Kapal Mengwi

By | May 11, 2019

Mau ikutan serunya Perang Tipat di Desa Kapal Mengwi? Yah, kalaupun enggak bisa ikutan, kamu bisa datang untuk melihat salah satu keunikan dari Bali ini. Bukan cuma pantai di Bali saja yang bisa dinikmati wisatawan. Ketika liburan ke Bali, budaya, adat istiadat Bali juga menarik untuk diikuti. Salah satunya ya yang ini.

Namanya Perang Tipat. Biasa diadakan di Desa Kapal, Mengwi, Kabupaten Badung merupakan salah satu tradisi turun temurun. Dikenal juga dengan istilah Aci Rah Pengangon. Perang ini berlangsung di depan Pura Desa Lan Puseh Desa Adat Kapal, Mengwi. Kira-kira seperti apa ya yang dinamakan Perang Tipat Ini?

Serunya Perang Tipat di Desa Kapal Mengwi, Mau Ikutan?

Yang jelas di acara Perang Tipat ini kamu bakal melihat ribuan ketupat bertebaran di udara. Tipat sendiri adalah ketupat yang biasa ada waktu lebaran itu. Nah kalau disini dipaka buat perang. Lihat sendiri kan seberapa banyak tipat atau ketupat yang ada di foto yang ada di bawah ini.

Serunya Perang Tipat di Desa Kapal Mengwi

Perang tipat diadakan sebagai wujud bentuk rasa terima kasih kepada Sang Hyang Widhi atas berlimpahnya hasil panen di desa ini dan terhindar dari kekeringan. Tentunya perang ini erat kaitannya dengan kehidupan pertanian masyarakat desa setempat.

Biasanya perang ini dilaksanakan setiap purnama bulan ke empat dalam penanggalan Bali. Jadi acara perang tipat ini bakal sering ada di Bali ya. Kalau kelewatan, kamu bisa datang lagi di lain waktu. Seperti ritual lainnya, sebelum melaksanakan perang,  masyarakat desa berkumpul di pura, diawali dengan proses sembahyang bersama oleh seluruh warga desa setempat.

Perang Tipat terbagi dalam dua kelompok yaitu utara dan selatan yang saling berhadapan dengan jarak sekitar 10 meter dengan memegang tipat di tangan dan kiri sebagai amunisi perang. Usai sembahyang, perang pertama akan dilakukan di dalam pura terlebih dahulu oleh puluhan laki-laki dewasa bertelanjang dada dan kemudian pindah ke jalan raya di depan pura.

Serunya Perang Tipat di Desa Kapal Mengwi

Kurang lebih perang akan berlangsung selama 20 menit, tipat bertebangan di udara dari dua sisi dan memenuhi jalan raya, seperti berperang sungguhan ada yang menyerang bahkan ada yang bertahan dan penonton sekalipun bisa menjadi korban dari perang ini. Namun, tidak ada istilah dendam dalam perang ini.

Tipat-tipat yang digunakan ini jumlahnya puluhan ribu yang dikumpulkan dari total kepala keluarga dan banjar yang ada di Kecamatan Mengwi. Setelah perang berakhir, para peserta membersihkan sisa-sisa dari perang dan dikumpulkan menjadi satu. Sisa-sisa yang sudah terkumpul kemudian diambil dan ditaburkan ke sawah penduduk di desa adat Kapal.

Comments

comments