Review Anime Hello World

“Kota ini, aku, kamu, dan dunia yang aku kira nyata, ternyata semuanya tak lebih dari sekedar data”

Tahun 2027 di Kyoto, Naomi bertemu dengan dirinya dari masa depan. Naomi masa depan datang padanya untuk membantunya mendapatkan pacar. Namun, ketika kisah asmara Naomi bersemi, dunia mulai terhapus.

Sementara kita sedang #dirumahaja selama masa pandemi corona ini ternyata anime anime yang normalnya memerlukan berbulan bulan untuk merilis versi blu ray nya ternyata sudah bergerak mendukung orang orang yang stay di rumah dengan merilis blu ray nya lebih cepat.

Salah satunya adalah Anime Hello World. Bagi anak teknik yang belajar pemrograman pasti kenal betul dua kata ini. Tak peduli apa bahasa pemrogramannya program pertama yang akan di compile pastilah “Hello World”.

Anime besutan studio graphinica ini sukses membuat penghujung tahun 2019 kemarin heboh. Nah, #mumpungdirumah saya mencoba menonton movie ini dan mencoba memberi tanggapan bebas spoiler.

Review Anime Hello World

Movie ini diawali dengan 3 spin off yang menceritakan kisah hidup Katagaki Naomi yang kehilangan orang yang dia cintai. Dengan pengalaman tragis tersebut dia mencoba kembali ke masa lalu dan merubah sejarah.

Ceritanya menarik, mengusung tema romansa Sci-Fi membuat movie ini cukup mindblowing terlebih dengan konsep perjalanan waktu.

Masih kurang, sutradara Tomohiko Ito membuat dunia tersebut sebagai dunia data. Benar, hanya sebuah rekaman data dan bukan dunia nyata. Ribet? Tidak juga. Karakter di dalamnya tidak ambil pusing akan fakta tersebut jadi kita sebagai penonton juga tak perlu ambil ribut.

Review Anime Hello World

Untuk animasinya sendiri sungguh bagus. Konsep CGI 3D sungguh menghibur mata karna cukup jarang kita melihat anine semacam ini. Design karakternya juga terbilang imut, mirip mirip kyoani lah. Kalau agan agan pecinta film animasi pasti bakalan suka sama anime ini.

BACA JUGA :  Wah! Ada Desa Kutukan di Situbondo? Seperti Apa?

Lalu bagaimana dengan karakter?

Review Anime Hello WorldReview Anime Hello World

Seperti yang saya tulis diatas design karakternya sungguh imut dan lembut, itu memberi nilai plus namun hanya di design nya saja.

Pendalaman karakternya terasa kurang karna hanya terfokus pada Naomi dan hanya Naomi. Ichigyou Ruri yang harusnya menjadi heroine justru terasa tidak melakukan apapun sepanjang film.

Kepribadian dari kedua karakter yang bertolak belakang juga tak digali secara baik. Kita bahkan sama sekali tidak tau apa yang dipikirkan oleh sang heroine karna pusatnya hanya pada Naomi. Rasanya malah seperti cinta satu pihak saja.

Keberadaan Naomi-sensei sebagai penggerak cerita disini memberikan kesan misterius karna dia lah yang mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan. Ada juga Kadenokouji Misuzu yang tadinya saya kira dapat menjadi rival heroine namun ternyata tidak banyak juga perannya.

Review Anime Hello World

Lalu, apakah anime berdurasi hampir 100 menit ini nyaman untuk ditonton sampai habis? Saya pribadi jawab iya.

“i just want to see her smile again”

Siapa yang tak suka dengan cerita meraih cinta? Perjuangan Naomi untuk mendapat pacar layak untuk diikuti. Fanservice dalam cerita ini tidaklah banyak dan juga tak ada karakter pendukung lain selain 3 tokoh utama.

Namun untuk mengatasi itu ada yang namanya Plot twist. Plot twist yang ditaruh di pertengahan cerita sukses merubah alur cerita itu sendiri. Bahkan tidak hanya satu, saya sendiri melihat 2 plot twist yang membuat saya tetap penasaran untuk menonton sampai akhir.

Review Anime Hello World

Well, seperti itulah kesan saya setelah menonton film ini. Secara overall bagus (7.5 dari 10?) Dan memang worth to watch.

Anime ini mengajarkan kita tentang perjuangan dan penyesalan. Dengan tekad untuk melihat senyumnya sekali lagi kita diajarkan tentang hal hal berharga yang baru kita sadari begitu kita kehilangan hal tersebut dan bagaimana kita berjuang untuk memperbaikinya.

BACA JUGA :  Perkembangan Eksponensial Covid-19 By Made Supriatma

Comments

comments