5 Momen Ramadan 2020 yang Dirindukan Saat Pandemi COVID-19

Ramadan 2020 menjadi pengalaman yang berbeda bagi banyak keluarga Indonesia. Bulan puasa yang biasanya diramaikan ngabuburit, buka bersama, sahur keliling, tarawih berjamaah, hingga salat Id di lapangan harus dijalani dengan berbagai penyesuaian ketika pandemi COVID-19 melanda.

Buat yang ingat suasana Ramadan tahun itu, pasti ada perasaan campur aduk: kangen berkumpul dengan teman, tetapi juga ingin keluarga tetap sehat. Sebagian orang harus mengganti kebiasaan tahunan dengan kegiatan di rumah. Ada yang berbuka lewat panggilan video, memasak takjil sendiri, sampai melaksanakan ibadah bersama anggota keluarga.

Catatan arsip: Lima momen di bawah membahas pengalaman Ramadan 1441 H / 2020 M pada masa awal pandemi, bukan aturan atau larangan Ramadan 2026. Pembatasan kala itu tidak selalu identik di seluruh daerah, bergantung pada ketentuan dan tingkat risiko penularan setempat.

Mengapa Ramadan 2020 Terasa Berbeda?

Ketika bulan Ramadan 1441 H tiba, masyarakat tengah menghadapi pandemi. Pemerintah mengimbau pembatasan kegiatan yang memicu kerumunan. Kementerian Agama menerbitkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang panduan ibadah Ramadan dan Idul Fitri pada masa wabah. Panduan tersebut antara lain mendorong sahur serta buka bersama keluarga inti, tarawih di rumah, dan peniadaan kegiatan buka puasa bersama dalam skala ramai.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 yang menjelaskan penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah. Fatwa ini membedakan penanganan di daerah dengan risiko tinggi dan rendah. Dengan demikian, tidak tepat menyatakan semua aktivitas ibadah berjamaah sama sekali dilarang di seluruh Indonesia tanpa membedakan situasinya.

Perubahan ini membuat kebiasaan yang tampak sederhana terasa lebih berarti. Lima tradisi berikut menjadi pengingat betapa pentingnya kesempatan bertemu orang lain, dan bagaimana cara masyarakat beradaptasi pada masa krisis.

1. Ngabuburit dan Berburu Takjil di Sore Hari

5 Momen di bulan puasa ini gabisa kamu lakuin lagi selama pandemi covid-19

Foto: food.detik.com

Salah satu hal paling dirindukan saat itu adalah ngabuburit. Biasanya, menjelang magrib orang-orang berjalan santai, melihat penjual jajanan musiman, atau sekadar mengobrol sambil menunggu azan berkumandang. Di banyak tempat, deretan penjual takjil menjadi pemandangan yang khas selama Ramadan.

Pada awal pandemi, aktivitas di luar rumah dan interaksi ramai-ramai harus dibatasi di sejumlah daerah. Kebiasaan keluar sore yang selama ini terasa biasa pun berubah. Sebagian keluarga memilih membuat minuman dan makanan ringan sendiri agar bisa berbuka di rumah.

Bagaimana Cara Orang Mengisi Waktu Menjelang Berbuka?

Selain memasak, orang dapat memanfaatkan waktu untuk membaca, beribadah, merapikan rumah, atau berkomunikasi dengan keluarga melalui telepon. Kalau ingin mengenang apa saja yang biasanya dilakukan sebelum berbuka, baca pengertian ngabuburit dan berbagai kegiatannya.

BACA JUGA :  Ada 15 Pesan Moral Dari Virus Corona Covid-19, Apa Itu?

Untuk inspirasi dapur, LapakFJBku juga memiliki resep takjil sederhana dan aneka minuman segar untuk buka puasa. Referensi tersebut adalah ide menu, bukan catatan bahwa setiap orang memasak hidangan yang sama pada 2020.

2. Buka Puasa Bersama Teman yang Biasanya Ditunggu-tunggu

5 Momen di bulan puasa ini gabisa kamu lakuin lagi selama pandemi covid-19

Foto: kompasiana.com

Siapa yang tidak punya grup teman yang tiba-tiba ramai begitu masuk Ramadan? Ada yang mengajak bukber teman sekolah, teman kerja, sahabat lama, sampai keluarga besar. Mencari tanggal kosong saja kadang sudah sulit, belum lagi memilih tempat makan yang cocok dengan anggaran semua orang.

Namun pada Ramadan 2020, banyak acara buka puasa bersama dibatalkan atau ditunda. Surat Edaran Kemenag Nomor 6 Tahun 2020 secara khusus mengarahkan agar kegiatan buka puasa bersama di lembaga pemerintah, swasta, masjid, dan musala ditiadakan. Anjuran ini lahir untuk mengurangi kontak antarmanusia pada masa darurat kesehatan.

Bukber Berubah Menjadi Pertemuan Virtual

Sebagian orang memilih menyapa teman lewat video call. Ada pula yang berbagi resep atau foto masakan di grup, kemudian tetap berbuka di rumah masing-masing. Memang tidak sama dengan ngobrol sambil makan langsung, tetapi setidaknya rasa kebersamaan masih bisa dijaga.

Buat yang suka mengeksplorasi hidangan rumah, inspirasi seperti menu buka puasa rumahan yang praktis dan ide menu berbuka puasa sederhana bisa menjadi bacaan tambahan.

Apa Pelajaran dari Tradisi Bukber yang Sempat Terhenti?

Kebersamaan ternyata tidak harus selalu diukur dari seberapa besar acara atau seberapa mahal restorannya. Pada masa tersebut, kabar kesehatan teman dan keluarga justru menjadi lebih berharga daripada foto bukber di meja panjang.

3. Sahur Keliling atau Sahur on the Road

5 Momen di bulan puasa ini gabisa kamu lakuin lagi selama pandemi covid-19

Foto: kompasiana.com

Di beberapa kota, sahur keliling atau sahur on the road sudah lama dikenal sebagai salah satu kegiatan Ramadan. Ada kelompok anak muda yang membagikan makanan kepada orang yang membutuhkan, ada pula yang berkeliling membangunkan warga untuk sahur.

Pada 2020, kegiatan berkelompok hingga larut malam menjadi hal yang perlu dihindari. Kemenag secara eksplisit mengimbau sahur dilakukan secara individual atau dengan keluarga inti, bukan melalui sahur on the road. Pertimbangannya berkaitan dengan potensi kerumunan dan penyebaran COVID-19.

Bagaimana dengan Kegiatan Berbagi Makanan?

Semangat berbagi tentu tidak harus hilang. Namun cara menyalurkan bantuan pada masa pandemi perlu disesuaikan agar tidak menimbulkan keramaian baru. Bantuan dapat disalurkan melalui organisasi atau relawan yang memiliki pengaturan distribusi lebih aman dan sesuai ketentuan setempat.

Hal itu menjadi pengingat bahwa niat baik perlu disertai cara yang baik. Membantu orang lain tidak seharusnya membuat penerima ataupun relawan menghadapi risiko yang sebenarnya dapat dihindari.

4. Tarawih Berjamaah di Masjid

5 Momen di bulan puasa ini gabisa kamu lakuin lagi selama pandemi covid-19

Foto: brilio.net

Tarawih berjamaah selalu punya kesan tersendiri. Ada suasana masjid yang lebih ramai dari biasanya, saf salat yang bertambah, tadarus setelah tarawih, hingga kebiasaan bertemu tetangga yang jarang berjumpa pada hari kerja.

BACA JUGA :  Cara Cek Sertifikat Vaksin Pakai NIK, Tanpa Aplikasi SatuSehat

Ramadan 2020 membuat pengalaman ini berubah bagi banyak umat Muslim. Surat Edaran Kemenag Nomor 6 Tahun 2020 mengarahkan salat Tarawih dilaksanakan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah. Sementara itu, fatwa MUI mengaitkan penyelenggaraan ibadah berjamaah dengan situasi penularan pada wilayah masing-masing.

Tarawih di Rumah dan Hikmah Kebersamaan Keluarga

Di tengah perubahan itu, sebagian keluarga memperoleh pengalaman baru: menata ruang salat di rumah, saling mengingatkan waktu ibadah, dan meluangkan lebih banyak waktu bersama. Bagi anak-anak, kehadiran anggota keluarga yang beribadah bersama juga dapat menjadi kenangan tersendiri.

Selain sisi nostalgia, Ramadan juga memiliki makna spiritual yang lebih luas. Bacaan mengenai hikmah menjalankan puasa Ramadan membantu melihat mengapa ibadah tidak semata berkaitan dengan suasana ramai di masjid.

Apakah Panduan 2020 Berlaku untuk Semua Masa?

Tidak. Surat Edaran 2020 adalah panduan khusus pada kondisi wabah saat itu. Jangan menggunakan artikel arsip sebagai pedoman mutakhir tentang boleh atau tidaknya tarawih berjamaah pada tahun lain. Ketentuan yang relevan perlu dilihat berdasarkan kondisi dan panduan otoritas pada waktunya.

5. Salat Idul Fitri dan Tradisi Bersalaman Setelahnya

5 Momen di bulan puasa ini gabisa kamu lakuin lagi selama pandemi covid-19

Foto: wartabromo.com

Momen terakhir yang membuat Ramadan 2020 sulit dilupakan adalah suasana Idul Fitri. Biasanya orang berangkat salat Id bersama keluarga, bertemu tetangga, saling bermaafan, kemudian menikmati hidangan Lebaran dan berkunjung ke rumah kerabat.

Selama pandemi, banyak masyarakat tidak dapat merayakan Lebaran dengan cara yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Panduan keagamaan dan kebijakan setempat diarahkan untuk mengurangi kegiatan yang berisiko menularkan virus. Praktik pelaksanaan salat Id juga harus mempertimbangkan situasi daerah dan ketentuan yang berlaku ketika itu, bukan disamaratakan untuk semua lokasi.

Ketika Silaturahmi Dilakukan dari Jauh

Panggilan video, pesan keluarga, dan saling mengirim kabar menjadi pengganti pertemuan langsung bagi sebagian orang. Tradisi menikmati ketupat serta opor ayam di rumah tetap bisa dilakukan, meski suasana perjalanan mudik dan kumpul keluarga berubah.

Kalau ingin bernostalgia dengan suasana Lebaran, baca berbagai tipe orang yang biasanya muncul ketika Lebaran atau kumpulan resep kue Lebaran yang sering menjadi bagian dari perayaan keluarga.

Apa yang Membuat Ramadan 2020 Begitu Membekas?

Kelima momen tersebut punya satu kesamaan: semuanya berkaitan dengan kebersamaan. Pandemi mengubah cara banyak orang bertemu, beribadah, dan merayakan hari raya. Banyak kegiatan yang sebelumnya dianggap biasa ternyata punya nilai emosional besar ketika tidak bisa dilakukan seperti biasanya.

Rutinitas Sederhana Menjadi Kenangan

Menunggu magrib sambil berjalan sore, mendengar suara teman mengatur acara bukber, atau berangkat tarawih bersama tetangga mungkin tidak selalu terasa istimewa sebelum 2020. Ketika kegiatan itu terganggu, barulah terasa betapa berharganya kebiasaan sehari-hari.

BACA JUGA :  Penghuni Warnet di Jepang Terancam Kehilangan Tempat Tinggal Saat Pandemi 2020

Rumah Menjadi Pusat Aktivitas Ramadan

Memasak, berbuka, belajar, bekerja, dan beribadah lebih banyak dilakukan di rumah. Menata ruangan atau menghadirkan suasana Ramadan dengan barang sederhana pun menjadi kegiatan keluarga. Inspirasi dekorasi Ramadan di rumah bisa membantu menciptakan suasana hangat tanpa harus mengadakan acara besar.

Nilai Gotong Royong Tetap Bisa Dijaga

Walau pertemuan fisik dibatasi, kepedulian tetap dapat diwujudkan melalui komunikasi, donasi, dan bantuan praktis. Masa pandemi memperlihatkan bahwa cara berbagi dapat berubah tanpa harus menghilangkan semangat saling menolong.

Catatan Penting Saat Membaca Ulang Kisah Ramadan Masa Pandemi

  • Periode: artikel ini menceritakan Ramadan 1441 H pada 2020.
  • Kebijakan: panduan Kemenag dan fatwa MUI yang dikutip merupakan dokumen khusus situasi wabah.
  • Perbedaan daerah: ketentuan dan penerapan pembatasan dapat berbeda menurut kondisi serta keputusan pemerintah setempat.
  • Bukan panduan kesehatan mutakhir: tulisan ini adalah kilas balik sosial-budaya, bukan instruksi pembatasan kegiatan untuk Ramadan saat ini.

Untuk melihat latar peristiwa waktu itu, tersedia juga linimasa awal pandemi COVID-19 dan kegiatan Ramadan yang berkesan dan dirindukan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Kenapa buka bersama dibatasi pada Ramadan 2020?

Karena kegiatan makan bersama dalam jumlah besar dapat menimbulkan kerumunan dan kontak dekat. Kementerian Agama menerbitkan panduan khusus agar masyarakat lebih banyak beraktivitas dengan keluarga inti saat wabah.

Apakah sahur on the road dilarang di seluruh Indonesia sepanjang masa?

Tidak. Pembahasan di sini merujuk pada imbauan dan kebijakan khusus tahun 2020. Kondisi tahun lain tidak boleh disimpulkan dari panduan lama tanpa memeriksa ketentuan yang relevan.

Apakah semua masjid di Indonesia tutup pada Ramadan 2020?

Tidak tepat menyatakan seluruhnya tutup. Ketentuan penyelenggaraan ibadah berkaitan dengan tingkat risiko dan kebijakan setempat. Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 membedakan kawasan berisiko tinggi dan kawasan berisiko rendah.

Mengapa cerita Ramadan 2020 masih layak dibaca?

Karena ini bagian dari sejarah sosial yang menunjukkan bagaimana tradisi, keluarga, dan kegiatan keagamaan beradaptasi dalam situasi luar biasa. Mengingatnya dapat membantu kita menghargai kebersamaan dengan lebih baik.

Penutup

Lima momen Ramadan 2020—ngabuburit, buka bersama, sahur keliling, tarawih berjamaah, dan salat Id—menjadi pengingat bahwa tradisi yang akrab tidak selalu bisa dijalankan dengan cara yang sama setiap tahun. Perubahan itu berat bagi sebagian orang, tetapi juga melahirkan banyak cara baru untuk menjaga hubungan dengan keluarga dan sesama.

Sekarang, tulisan ini paling tepat dibaca sebagai nostalgia tentang sebuah masa yang tak biasa. Semoga kisahnya membuat kita semakin menghargai kesempatan berkumpul dan beribadah bersama ketika keadaan memungkinkan.

Referensi Resmi


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com