Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Bersyukurlah kita yang hidup pada zaman serba moderen ini . Kenapa ane bilang seperti itu? Coba bayangkan! Apa jadinya kalau kita berada di zaman batu? Saat belum ditemukannya berbagai teknologi seperti sekarang ini. Pasti untuk sekedar menyalakan api saja susahnya minta ampun.

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Ya, semenjak pertama kali manusia menemukan dan mampu mengubah energi gerak yaitu gesekan dari dua buah batu menjadi percikan api, kehidupan manusia menjadi lebih baik lagi, tidak harus memakan makanan yang masih mentah, juga tidak lagi mengalami kedinginan dan kegelapan di malam hari.

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Untuk itu berikut ini ane sajikan, beberapa perubahan wujud alat pemantik api atau korek api dari masa ke masa :

1. Pemantik Api Dari Batu

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Pemantik api ini terbuat dari dua buah batu api yang digesekkan dengan cara menghantamkan antara batu yang satu dengan batu yang lainnya menggunakan tenaga yang cukup kuat, sehingga menimbulkan percikan api, percikan api ini diharapkan mampu menyulut dedaunan kering yang telah dikumpulan sebelumnya, sehingga menimbulkan api yang lebih besar.

2. Pemantik Api dari Gesekan Kayu Kering

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Kayu kering yang bergesekan satu sama lainnya pasti akan menimbulkan panas. Mungkin hal ini juga yang menjadi salah satu pemicu timbulnya kebakaran hutan di saat musim kemarau.

Dahan atau ranting pohon yang kering saling bergesekan satu sama lainnya karena tertiup angin, kemudian ranting yang sudah menimbulkan bara api tersebut akan patah dan terjatuh ke tanah, mengenai dedaunan dan rumput kering yang ada di sekitarnya, sehingga terjadilah kebakaran hutan. Namun itu hanya salah satu faktornya saja, selain masih banyak lagi faktor kebakaran hutan yang lainnya.

BACA JUGA :  Wah! Di Vietnam Ada Banyak Bilik Anti Infeksi, di RI Cuma di Istana Jokowi?

Mungkin dari sana manusia pun menciptakan pemantik api yang terbuat dari kayu kering. Sebatang kayu diputar diatas kayu lainnya dengan menggunakan telapak tangan sambil ditiup, sehingga menimbulkan bara api yang cukup untuk membakar dedaunan kering yang sudah diletakkan di dekatnya.

3. Korek Api Gesek

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Korek ini merupakan awal ditemukannya pemantik api yang lebih moderen oleh John Walker, pada awal abad ke-19 di Inggris, dia adalah seorang pakar kimia dan apoteker, yang tanpa sengaja di tahun 1826 menemukan korek api gesek saat mencampurkan adonan potas dan antimon yang mudah terbakar apabila bergesekan dengan permukaan yang kasar.

Kemudian John Walker memasarkan produk temuannya tersebut dengan nama “friction lights” dalam bentuk kemasan kertas kardus berukuran kecil yang sudah ditempeli kertas kasar seperti amplas dan di dalamnya terdapat batangan kayu dengan ujung yang terdapat bahan campuran potas dan antimon tersebut.

Ane jadi ingat, dulu waktu kecil harus belajar dulu cara menggunakan korek api ini, karena takut bila nantinya saat dipergunakan malah jadi mengenai tangan wkwkwk.

4. Korek Gas Dengan Batu Api

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Kemudian muncul korek yang lebih moderen lagi, yaitu korek gas. Korek ini lebih awet dan lebih mudah untuk dipergunakan, berbeda dengan korek kayu yang akan rusak atau tidak dapat mennyala kembali apabila telah basah terkena air, karena adonan kimianya terlepas dari batang kayu.

Korek dengan menggunakan gas cair seperti nafta dan butana ini masih menggunakan batu api sebagai pemantiknya yang bergesekan dengan logam berbentuk roda yang memiliki permukaan kasar, tapi korek api ini juga masih memiliki kelemahan, apabila batu apinya basah tidak akan dapat menyala, yang mana harus dikeringkan terlebih dahulu sebelum dapat menggunakannya kembali.

BACA JUGA :  9 Hal Gak Penting, Tapi Bisa Bikin Sedih!

5. Korek Gas Dengan Piezoelektrik

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Korek ini cara kerjanya sama dengan korek gas batu api, memerlukan pemicu untuk membakar gas cair, yang membedakan adalah pemicu apinya yang sudah lebih moderen, menggunakan aliran listrik yang berasal dari “piezoelektrik” yaitu sebuah alat yang terbuat dari kristal piezoelektrik, kristal ini akan mampu menghasilkan aliran listrik apabila mendapat tekanan. Piezoelektrik yang dipergunakan pada korek api terbentuk dari kristal kuarsa (SiO2).

Menurut pengalaman ane sendiri, kelebihan dari korek ini, walaupun dalam keadaan basah masih bisa menyala, karena air juga penghantar listrik yang baik. Dan juga aliran listriknya tidak mudah habis seperti penggunaan batu api yang semakin lama akan menyusut ukurannya akibat bergesekan dengan permukaan logam yang kasar.

Tapi bukan berarti korek ini dapat menyala di dalam air ya , wkwkw … maksud ane itu, apa bila misalnya korek ini terkena cipratan air pada bagian pemantiknya, masih bisa dipergunakan dengan baik, itu sih pengalaman ane sendiri. Kompor gas juga menggunakan pemantik api yang sistem kerjanya sama dengan korek ini. Namun ukurannya lebih besar.

6. Pemantik Api atau Korek Elektrik

Begini Cara Menyalakan Api dari Masa ke Masa!

Nah, biasanya korek ini dapat dijumpai pada mobil-mobil mewah masa kini, yang mana diperuntukkan khusus bagi para perokok, tapi sekarang sudah tersedia versi portable-nya yang bisa dimasukkan ke dalam saku cenala. Korek ini tidak mengeluarkan nyala api seperti pada korek kayu atau pun korek Gas, melainkan memanfaatkan lempengan filamen, atau sebuah elemen pemanas yang apabila dialiri aliran listrik akan menjadi sangat panas. Bila diperhatikan secara sekilas, maka akan terlihat seperti nyala bara api pada arang.

7. Pemantik Api Dari Kaca Pembesar Atau Air di Dalam Wadah yang Bening

BACA JUGA :  Daftar Web Streaming Film Gratis Saat #DiRumahAja

 

Yang satu ini merupakan pemantik api yang tidak umum dipergunakan oleh manusia. Namun kaca pembesar atau pun air yang berada di dalam botol kaca bening misalnya, dapat menimbulkan benda kering seperti daun, sabut kelapa, atau pun plastik menjadi terbakar lo . Trus gimana caranya?

Jadi tidak seperti pematik api sebelumnya, pematik ini hanya dapat dipergunakan apa bila ada cahaya yang sangat terang dan juga panas seperti cahaya matahari yang mengenainya.

Kaca pembesar atau botol kaca yang berisi air, apabila diletakkan di bawah terik matahari akan memusatkan cahaya dan panas matahari pada satu titik.

Apabila cahaya panas yang terpusat tersebut mengenai sebuah benda yang mudah terbakar, maka timbulah api.

Bagi yang suka menaruh botol air mineral di atas dasboard mobil atau di jok mobil, dan memarkirkan mobil di bawah terik matahari tanpa ada penutup seperti kain parasut penutup mobil di atasnya, maka bisa saja hal ini dapat menimbulkan terjadinya kebakaran pada mobil .

Karena cahaya yang masuk melalui jendela atau kaca depan mobil akan secara langsung mengenai botol air tersebut, memusatkan panas dan cahaya matahari pada satu titik, sehingga terjadi kebakaran. Kecuali mobil yang kacanya sudah terpasang kaca film yang mampu memantulkan panas dan sinar matahari, mungkin masih aman.

Comments

comments