Getuk Lindri Kuliner Tradisional Indonesia

Ditengah perkembangan teknologi yang semakin maju, tak bisa dimungkiri bahwa kuliner khas Indonesia pun ikut tergerus arus perkembangan zaman.

Bukan hanya media cetak seperti koran dan majalah saja yang menghadapi senjakala yang ditakutkan banyak kalangan, begitu juga dengan semakin menurunnya minta anak muda terhadap kuliner khas Indonesia yang merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan hingga anak cucu.

Salah satu kuliner khas Indonesia yang perlu dilestarikan adalah Getuk Lindri. Getuk merupakan bahasa Jawa yang berasal dari kata gethuk yang merupakan makanan yang berasal dari bahan utama singkong. Singkong memang banyak ditanam dan dijadikan makanan pokok pada masa penjajahan sebagai pengganti beras.

Getuk Lindri Kuliner Tradisional Indonesia

Kreatifitas nenek moyang kita memang patut diacungi jempol. Banyak lahir kuliner khas Indonesia dari panganan Singkong ini. Misalnya saja seperti peyeum atau tape, singkong yang difermentasi sehingga awet dan dapat dimakan kapan saja dengan rasa khas manis dan legit. Belum lagi colenak khas Bandung yang ditambahkan dengan gula merah. Atau mungkin kalian pernah juga mencoba kue talam berbahan dasar Singkong?

Getuk juga memiliki beragam varian misalnya seperti Getuk Lindri dan Getuk Goreng Khas Sokaraja. Saat ini sudah semakin jarang ditemukan pedagang Getuk Lindri menjajakan kuliner khas Indonesia ini. Meskipun ada, jumlahnya pun pasti bisa dihitung dengan jari. Kuliner Indonesia semakin tergerus dengan kuliner dari luar negeri yang konon meningkatkan gengsi konsumennya. Padahal, kuliner khas Indonesia tak kalah sehat dan tak kalah nikmat. Sayang, hanya sebagian kecil saja yang menyadarinya.

Getuk Lindri Kuliner Tradisional Yang Hampir Punah

Getuk Lindri biasanya banyak ditemukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Cara pembuatan Getuk Lindri sangat mudah. Proses pertama singkong hanya perlu dikupas dari kulitnya. Kemudian singkong yang telah dipisahkan dari kulitnya ini dibersihkan dan dicuci terlebih dahulu sebelum di kukus atau direbus.

BACA JUGA :  Puncak Sendaren Wisata Hits Purbalingga Gaes!

Setelah singkong matang kemudian hanya tinggal ditumbuk saja hingga halus. Cara menumbuknya bisa dengan cara tradisional atau cara modern. Jika ditumbuk bisa menggunakan alat tradisional yang dipukul-pukul seperti menumbuk padi. Cara modern hanya cukup digiling saja dengan menggunakan mesin. Namun, kedua cara tersebut akan menghasilkan rasa yang berbeda. Konon olahan tradisional akan mendapatkan cita rasa Getuk Lindri yang autentik, berbeda dengan pengolahan dengan cara modern yang sudah menggunakan mesin.

Proses selanjutnya, setelah singkong halus, kemudian tinggal ditambahkan dengan pewarna makanan yang aman. Agar lebih nikmat biasanya ditambahkan dengan gula sebagai pemanis rasa. Kemudian Getuk Lindri bisa dinikmati dengan parutan kelapa atau tanpa parutan kelapa.

Khas Getuk Lindri ada pada bentuk olahannya yang panjang membentuk seperti mie. Biasanya warna umum yang digunakan untuk menunjukkan identitas Getuk Lindri adalah warna yang lembut seperti krem, pink dan hijau muda. Kemudian dijajakan dengan menggunakan gerobak sambil memutarkan lagu-lagu dangdut, campursari atau lagu disco pop terbaru yang sedang hits di Indonesia. Cara marketing yang cukup jadul tetapi sudah menjadi ciri khas pejaja kuliner khas Indonesia, Getuk Lindri.

Kuliner khas ini memiliki potensi untuk dimodifikasi. Meskipun demikian sedikit sekali modifikator kuliner yang berani berkreasi dengan menggunakan olahan Singkong seperti Getuk Lindri ini. Mungkin saja pangsa pasarnya tidak menguntungkan. Namun, amat disayangkan jika kuliner khas ini tiba-tiba akan sangat jarang dan sulit untuk didapatkan dipasaran.

 

Comments

comments