Inilah Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia Di Kalimantan Timur

Sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) secara resmi menyetujui Rancangan Undang-Undah Ibu Kota Negara (RUU IKN) menjadi Undang-Undang. Dengan begitu, ibu kota negara Indonesia yang baru pun berpindah jadi ke Kalimantan Timur, setelah sebelumnya berada di Jakarta.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pernah menyinggung rencana pemindahan ibu kota Indonesia pada tahun 2019. Hal ini untuk meringankan tantangan lingkungan yang dihadapi oleh ibu kota saat ini, Jakarta. Sebab tidak dimungkiri, beban Jakarta sebagai ibu kota sudah terlalu besar.

Jakarta dikenal sebagai kota yang sangat macet, memiliki tingkat polusi udara yang tinggi, populasi penduduk yang banyak, dan sering dilanda banjir. Jakarta bahkan disebut akan menjadi kota yang paling cepat tenggelam di dunia karena pengambilan air tanah yang berlebihan.

Atas berbagai dasar alasan itulah, pemerintah segera menentukan lokasi ibu kota baru Indonesia di Kalimantan Timur, tepatnya di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara.

Alasan Lokasi Ibu Kota Dipindahkan

Ada sejumlah alasan pemindahan lokasi ibu kota. (Indonesia Kaya)

Ada sejumlah alasan pemindahan lokasi ibu kota.

Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, pemindahan ibu kota negara dilakukan karena beban Jakarta sebagai ibu kota sudah terlalu berat, begitupun dengan pulau Jawa di mana provinsi DKI Jakarta berada. Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) di 2015 melaporkan kalau 56,56% masyarakat Indonesia berkonsetrasi di pulau Jawa. Sementara di pulau lainnya, persentase kurang dari 10%.

Hal ini memicu adanya ketimpangan ekonomi. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2018 pun menyebut bahwa kontribusi ekonomi terhadap PBD di pulau Jawa mencapai 58,49%. Sisanya baru diisi oleh pulau-pulau besar lainnya.

Kondisi tersebut diperparah dengan krisis air bersih yang cukup parah. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan bahwa pulau Jawa mengalami krisis air bersih. Ada berbagai daerah yang masuk dalam indikator warna kuning yang artinya mengalami tekanan ketersediaan air, seperti di wilayah Jawa Tengah.

BACA JUGA :  15 Bos Musuh Yang Sulit Dikalahkan Dalam Dunia Game!

Tidak hanya itu saja, Jakarta juga diperkrakan akan tenggelam dalam beberapa dekade ke depan. Penyebabnya adalah pengambilan air tanah yang berlebihan yang disertai dengan naiknya air permukaan laut.

Bahkan beberapa daerah di Jakarta Utara sudah menjadi langganan banjir air laut akibat fenomena ini. Jakarta juga terancam dengna aktivitas gunung api besar seperti Krakatau dan Gunung Gede dan berpotensi terkena gempa bumi dan tsunami.

Pertimbangan Lokasi Ibu Kota Baru

Pertimbangan Lokasi Ibu Kota Baru

Terdapat sejumlah pertimbangan untuk lokasi ibu kota baru.

Sebelum menentukan lokasi untuk ibu kota baru, tentunya pemerintah telah mempersiapkan sejumlah kriteria lokasi yang tepat untuk dijadikan ibu kota negara. Meskipun pertimbangan sebuah ibu kota tergantung pada kondisi masing-masing negara, tetapi syarat fisik merupakan yang utama.

Semisal, memiliki lahan yang cukup luas untuk menampung kegiatan pusat pemerintahan. Lebih bagus lagi kalau lahannya dimiliki negara sehingga tidak terbentuk soal pembebasan lahan. Ibu kota negara baru sendiri diketahui memiliki luas 256.142 hektar untuk luas daratan, sementara wilayah lautnya mencapai 68,189 hektar.

Selain itu, lokasi ibu kota baru juga tidak rawan bencana, seperti banjir, tsunami, kebakaran hutan, gunung berapi, ataupun tanah longsor. Lokasi ibu kota baru juga harus strategis dan berada di tengah-tengah Indonesia dan berdekatan dengan wilayah perkotaan yang sudah berkembang, semisal Balikpapan dan Samarinda.

Ibu kota baru juga mempunyai infrakstruktur yang relatif lengkap, selain harus didukung oleh keberadaan penduduk meskipun perannya nanti hanya sebagai pusat pemerintahan. Atas berbagai dasar pertimbangan itu, Kalimantan Timur pun dipilih sebagai ibu kota negara baru.

[article thumbnail=” https://cdn-cms.pgimgs.com/static/2015/06/rumah-tipe-36-cibubur-vila.jpg”title=”Tips Memilih Lokasi Tempat Tinggal”category=”Membeli Rumah, Ruko, dan Properti Lainnya”] [/article]

Sejumlah Usulan Lokasi Ibu Kota Baru

Sejumlah Usulan Lokasi Ibu Kota Baru

Selain Kalimantan Timur, ada sejumlah usulan lokasi ibu kota baru.

Rencana pemindahan ibu kota sebenarnya sudah ada sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan dalam sejarah, Indonesia pernah beberapa kali memindahkan ibu kota negara ke beberapa kota lain, seperti Yogyakarta dan Bukit Tinggi, meskipun kembali lagi ke Jakarta. Selain Kabupaten Penajam Paser Utara, sebenarnya ada beberapa kota yang diusulkan sebagai lokasi ibu kota baru.

BACA JUGA :  Smartphone Flagship Keren Tahun 2020!

Palangka Raya

Presiden pertama Soekarno pernah menyampaikan gagasan pemindahan ibu kota ke Palangka Raya sekitar tahun 1950-an. Ide tersebut muncul ketika Soekarno meresmikan Palangka Raya sebagai ibu kota Kalimantan Tengah.

Kota ini dibangun dari hutan belantara yang dibuka melalui desa Pahandut di tepi sungai Kahayan. Palangka Raya mempunyai luas sektiar 2.678,51 km dan jauh lebih luas dari Jakarta yang hanya sekitar 661,52 km.

Selain itu, Palangka Raya memiliki geografis yang tepat berada di tengah Indonesia. Selain itu, kota ini juga tidak berada pada daerah rawan gempa, banjir, dan tanah longsor. Tetapi, rencana pemindahan ibu kota ke Palangka Raya tidak kian terealisasi.

Jonggol

Di era Presiden Soeharto, kecamatan Jonggol yang berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat pernah menjadi wacana sebagai lokasi alternatif ibu kota. Ratusan hektar lahan di kawasan ini pun dibebaskan oleh sejumlah pengembang.

Tidak hanya itu, sekitar 24 desa di tiga kecamatan yang masuk ke wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur juga direncanakan akan diubah menjadi kota metropolitan. Namun, rencana tersebut terhenti. Kecamatan Jonggol masih menjadi salah satu dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor yang masuk dalam kategori daerah tertinggal, meskipun saat ini telah memiliki banyak pembangunan.

Purwokerto

Wacana pemindahan ibu kota negara ke Purwokerto disampaikan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Purwokerto dinilai cukup bagus dari infrastruktur, belum lagi kondisi iklimnya yang cukup nyaman. Bahkan, kawasan Baturaden sempat diusulkan menjadi kantor presiden. Namun, ini hanya sebatas wacana.

Bandar Lampung

Provinsi Lampung juga pernah disebut akan dijadikan ibu kota baru pengganti Jakarta. Lampung disebut memiliki sejumlah potensi yang membuatnya cocok sebagai pusat pemerintahan Indonesia. Secara demografi, Lampung lebih ramai penduduk dan dinilai lebih baik dibandingkan Palangka Raya, Jonggol, dan Banten. Tetapi sama seperti Purwokerto, kabar ini hanya rencana.

BACA JUGA :  Makanan Spesial Di Pesawat Yang Perlu Kamu Tahu

Inilah Lokasi Ibu Kota Baru

Inilah Lokasi Ibu Kota Baru

Inilah ibu kota baru yang terletak di Kalimantan Timur.

Ibu kota baru terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Dari segi lokasi, ibu kota baru cukup strategis. Sebab ibu kota baru terletak di pulau Kalimantan yang merupakan pulau terbesar di dunia ketiga, setelah Greenland dan Papua. Dengan luas mencapai 744,330 km, pulau Kalimantan menjadi lahan yang pas untuk dibangunnya sebuah kota dan perkembangan infrastruktur.

Tidak hanya itu saja, pulau Kalimantan juga ditinggali oleh tiga negara, selain Indonesia, yakni Malaysia dan Brunei Darussalam. Meski begitu, Indonesia masih mendominasi di pulau Kalimantan dengan memiliki wilayah kekuasaan sekitar 70%.

Ingin segera memiliki properti di calon ibu kota baru yang berada di Kalimantan Timur? Cek pilihan huniannya di sini!

Dibandingkan pulau lainnya yang ada di Indonesia, pulau Kalimantan juga merupakan daerah yang hampir tidak pernah terkena gempa bumi sehingga menjadikannya cocok untuk menjadi ibu kota negara.

Bahkan pemerintah juga telah melakukan berbagai kajian dan menemukan bahwa Kabupaten Penajam Paser Utara memiliki risiko bencana yang minimal, baik untuk tsunami, kebakaran hutan, tanah longsor, dan gunung berapi.

Begitupun dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Meskipun berbatasan dengan selat Makassar yang terdapat lempeng gempa, lokasinya ini hanya membuat potensi gempa bumi sangatlah kecil dan aman untuk dijadikan ibu kota baru. Wilayah daratannya sendiri memiliki ketinggian lebih dari 25 sampai 100 mdpl sehingga tidak terlalu berdampak pada kenaikan permukaan air laut.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com