Mari Selamatkan Hidup Para Gamer

By | October 7, 2018

Mari Selamatkan Hidup Para Gamer
Dalam sebuah situs komunitas joke yang rajin saya kunjungi, ada sebuah lelucon yang berbunyi begini:

Code:
Video game doesnt make gamers violent& LAG does.

Sekelebat saya teringat pada bayangan orang-orang di warnet yang memukul keyboard saat terbunuh karena lag. Saya sempat tertawa terbahak-bahak membacanya

Minggu lalu saya melihat sebuah liputan di sebuah channel TV lokal yang menyampaikan bahwa video games menumbuhkan perilaku kekerasan dalam kehidupan sehari-hari para pemain game Juga disebutkan statistik bahwa pelaku kekerasan remaja adalah para pemain game.

Saya sedih.
Saya kesal.
Saya berang.

Lalu saya tiba-tiba merasa ingin melakukan suatu bentuk kekerasan. Jadi saya habiskan malam itu membunuh beberapa orang koruptor di dunia Dishonored dengan cara yang paling kejam yang bisa saya pikirkan

Bukan video game yang membuat gamers melakukan kekerasan, melainkan bacot, cocot, sampah, broadcast kroco dan kalimat apapun yang muncul di baris chat Bukan aksi membunuh akrobatik ataupun percikan darah yang membuat kita melakukan kekerasan, melainkan pemain yang tidak bisa menerima kekalahan (ataupun merayakan kemenangan) dengan semangat sportivitas Ada 1000 alasan kenapa gamer melakukan kekerasan, namun video game adalah kambing hitam yang salah

Kita semua tahu itu. Kita semua tahu bahwa game bukanlah korban untuk semua kesalahan ataupun perilaku kurang baik yang sengaja ataupun tidak sengaja kita lakukan di dunia nyata. Namun orang-orang di luar sana tidak tahu itu ..

Mari Selamatkan Hidup Para Gamer

Perilaku kekerasan bukanlah satu-satunya atribut negative yang diberikan kepada gamers. Ada masih banyak sekali stigma negative lainnya yang diatributkan masyarakat kepada gamers. Di situs komunitas joke yang sama, ada lelucon yang berbunyi begini:

Mari Selamatkan Hidup Para Gamer

Hmmm. Tricky question.

Code:
Pertanyaan: Bila kamu sedang berada di sebuah toko game,
lalu seorang pria menggoda pacar kamu, apakah yang akan kamu lakukan?
Jawaban: Bila kamu berada di toko game, jelas kamu nggak mungkin punya pacar.

Saya harus akui itu lelucon yang lucu, sekaligus menyedihkan bila mengingat fakta keras yang tidak bisa dibantah di baliknya Di sebuah komunitas lain dalam lingkaran pergaulan saya, ada prinsip begini: gamer tidak punya kehidupan dan pergaulan Dan dalam sebuah survey yang dilakukan oleh komunitas tersebut, seorang responden wanita yang jelas tertarik pada saya mengucapkan kalimat seperti ini , Saya langsung ilfeel bila mengetahui bahwa seorang pria adalah gamer. Saya tergelitik untuk mengungkapkan kepada wanita tersebut sebuah fakta bahwa saya sudah bermain game sejak umur 4 tahun sampai sekarang. Dia hanya bisa malu sambil berkata bahwa saya adalah pengecualian

Omong kosong.
Buat saya, semua gamer adalah pengecualian

Untuk menjadi gamer, seseorang harus memiliki kreativitas di atas rata-rata, kemampuan reflex dan motoric di atas rata-rata, kemampuan manajemen dan perencanaan di atas rata-rata, kemampuan untuk memotivasi diri melakukan hal yang sama dan menghadapi kegagalan berulang-ulang yang sangat konyol di atas rata-rata. Gamer adalah kultivasi dari banyak atribut di atas rata-rata dari ras manusia

Gamer adalah barisan ras unggul ala Nazi yang suatu hari nanti akan menyelamatkan dunia bila terjadi zombie apocalypse atau penyerangan alien besar-besaran. Kita sudah terlatih
Hey, saya malah sudah tamat berkali-kali

Untuk menunjukkan lebih lanjut maksud dari artikel ini, saya ingin membagi gamer menjadi dua kelompok gamer:
1. Mengaku gamer tapi tidak menampilkan hal yang baik
Saya tidak perlu cerita hal tidak baik yang seperti apa, tapi ada satu hal yang saya dan keseluruhan komunitas gamer ingin sampaikan pada orang-orang seperti ini: Kalian merusak nama gamer secara keseluruhan!
2. Menampilkan hal yang baik tapi malu/tidak pernah mengaku sebagai gamer
Saya adalah salah satu orang yang cukup terkejut saat mengetahui bahwa Christian Sugiono adalah seorang gamer. Atau bahwa ternyata Andika bassist Kerispatih dan drummer ternama Marsya Manopo juga adalah serious gamer. Atau saat mengetahui bahwa Vin Diesel main Dynasty Warrior, Robin Williams main Zelda (bahkan anaknya dinamai Zelda), dan Christina Aguillera main Silent Hill!Mereka adalah pribadi-pribadi yang membuktikan bahwa pandangan dunia yang buruk tentang gamers adalah salah. Dan saya percaya ada banyak sekali orang yang demikian di dunia, di Indonesia, di Gamexeon.
Kamu tahu kamu ada di kotak yang mana.
Kamu tahu harus bagaimana.
Apapun itu, Gamexeon siap memberi fasilitas dan mewadahinya.

George Bernard Shaw, seorang penulis drama berkata begini:

Code:
We dont stop playing because we grow old; 
we grow old because we stop playing.

Beliau meninggal beberapa tahun setelah teknologi video games paling pertama dipatenkan pada tahun 1947.

Kita tidak berhenti bermain karena kita bertumbuh tua, justru kita menjadi tua karena kita berhenti bermain. Bayangkan kekakuan ala orang dewasa yang ada pada ayah kamu saat membaca kalimat di atas. Saya sangat menghormati ayah saya dan semua teladannya, tapi saya tidak ingin bertumbuh tua jadi pria kaku yang sama. Saya ingin bertumbuh jadi ayah yang bisa menemani anak saya menyelesaikan quest yang tak kunjung selesai (karena tidak ada temannya yang mau main jadi healer). Saya ingin bertumbuh jadi ayah yang bisa menjelaskan apa itu STR, AGI, DEX & INT dan apa manfaatnya kepada anak-anak saya. Saya ingin jadi ayah dari anak-anak special yang mendapat pelajaran penting dari game, sama seperti saya dan gamer-gamer di komunitas ini.
Mari Selamatkan Hidup Para Gamer
Bukan, nak. Elemennya air, jadi seranglah dengan elemen listrik.

Tapi hal itu tidak akan terjadi, bila ibu dari anak-anak saya melihat teladan yang buruk dari gamer yang tidak mampu menampilkan hal yang baik.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *