Tips Menjadi Seorang Solo Traveler Cewek

Hai teman-teman selamat weekend, kali ini saya mau membagi pengalaman saya sebagai seorang solo traveler. Mungkin tips ini lebih cocok buat para wanita, karena saya tahu dan sadar bahwa kami adalah kaum yang lebih rentan.

Tetapi bagi para pria yang mungkin mau melakukan langkah yang sama dan masih ragu-ragu, semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kalian semua. Jangan lupa siapkan cemilan, karena postingan ini cukup panjang.

Sedikit gambaran, saya melakukan solo traveling ke luar Indonesia sejak tahun 2017. Masih terbilang newbie, karena selama 7 tahun sebelumnya saya hanya fokus untuk mengexplore Indonesia.

Selama perjalanan 2017-2020 ini Negara yang sudah saya explore seorang sendiri adalah Thailand, Vietnam, Kamboja, Singapore, Filipin, Australia, dan 11 negara lainnya di benua Eropa.

Tips Menjadi Seorang Solo Traveler Cewek

Tips Menjadi Seorang Solo Traveler Cewek
Tips Menjadi Seorang Solo Traveler Cewek

Berikut Tips Menjadi Seorang Solo Traveler cewek dari saya:

1. Selalu berpikir positive.

Saya selalu percaya bahwa positive people will attract positivity. Selama saya hendak mengunjungi sebuah Negara, saya menghindari mencari tahu tentang kekurangan dari Negara tersebut. Mengapa? Karena saya ga mau memberikan label terlebih dahulu terhadap sebuah tempat yang belum pernah saya kunjungi.

Saya memang orangnya tidak mudah percaya terhadap sesuatu, dan saya selalu berpikir bahwa pengalaman setiap orang bisa jadi berbeda-beda. Kalaupun saya sudah terlanjur mengetahui tentang kejelekan dari area tersebut, saya hanya menganggapnya sebagai ‘warning’ untuk hati-hati. Karena saya yakin, apa yang kita pikirkan itu membawa pola perilaku yang akan kita lakukan.

BACA JUGA :  30 Travel Tips Yang Anti Mainstream

Saat hal buruk terjadipun, saya selalu berpikir bahwa ada pengalaman baru yang saya dapatkan dan percaya bahwa suatu hari nanti saya akan menertawakannya. Terbukti, sikap positive saya membawa saya terhadap banyaknya bantuan oleh orang lokal dan saya memiliki banyak teman dari belahan bumi manapun.

2. Kalau bukan sekarang, kapan lagi?

Percayalah, setiap kali saya mau check in di setiap perjalanan saya, saya selalu merasa mual dan deg-degan. Mungkin perasaan inilah yang akhirnya memicu saya untuk terus traveling sampai sekarang. Kadang saya berpikir, kapan saya bisa berhenti dari traveling.

Namun setiap kali saya sudah membeli tiket pesawat, saya selalu merasa puas. Harta saya adalah pengalaman saya yang luarbiasa sangat banyak untuk diceritakan kelak. Mungkin inilah yang di namakan ‘bitten by travel bugs’.

Saya yakin, banyak teman-teman disini masih ragu buat solo traveling karena ketakutan-ketakutan yang sebenarnya belum tentu terjadi. Bagi saya, kalau kekhawatiran tidak menambah satupun kebahagian bagi saya, mengapa harus khawatir secara berlebihan?

Hidup kita pun tidak ada yang tahu bisa berapa lama. Setidaknya kalau saya mati hari ini, saya bisa mati bahagia karena sudah mewujudkan mimpi-mimpi saya.

Berpikir terlalu lama tentang melakukan sesuatu seringkali menghambat kita untuk melakukannya’ – EVA YOUNG

3. Menikmati setiap moment

Saat kamu traveling seorang diri, kamu akan banyak menemukan dirimu sendiri. Kamu akan belajar bagaimana mengatur keuangan, mengatur waktu, mengatasi stress, dan terlebih lagi memahami orang lain. Setiap kali saya traveling, saya suka mengamati para traveler lainnya. Saya menjadi sering tertawa sendiri dan saya belajar untuk berani membuka percakapan dengan orang asing.

BACA JUGA :  5 Tempat Menikmati Bintang saat Nyepi di Bali

Kalau kalian adalah orang yang introvert, kalian akan memahami situasi ini. Saya juga belajar untuk less menggunakan social media or kamera saya saat sedang traveling. Karena bagi saya, saya mau menikmati moment ini.

Karena saya tidak bisa kembali ke masa lalu dan saya tidak pernah tahu tentang masa depan. Lagian, saya juga belum tentu mengunjungi lagi tempat or Negara itu, jadi saya mau menikmatinya sebanyak yang saya bisa.

Kesadaran diri sendiri adalah hal terbaik yang bisa kau beri pada dunia’ – SRI RAMANA MAHARSI

4. Ini adalah perjalananmu.

Hal terakhir yang mau saya bagi disini adalah kita tidak perlu membuktikan apapun kepada siapapun. Saya memahami bahwa orang tua kita, saudara dan teman kita pasti merasa khawatir kalau kita melakukan perjalanan seorang diri ,terutama ke luar negri. Jangan marah terhadap mereka dan jangan takut untuk melangkah.

Saya selalu berkata kepada teman saya saat mereka menanyakan, bagaimana saya bisa dapat ijin untuk melakukan ini semua? Bagaimana saya bisa seberani ini? Saya hanya menunjukan rasa tanggung jawab saya terhadap mereka.

Saya kabari dimana saya berada, supaya mereka tahu bahwa saya masih hidup dan baik-baik saja. Saat saya tinggal dengan couchsurfing pun, setidaknya saya melakukan beberapa kali chat or phone call terlebih dahulu untuk mengetahui karakter host saya dan apa intention dia menghosting saya. Komunikasi adalah kunci utama dalam setiap hubungan.

Saya juga memberi tahu teman saya tentang alamat host saya, foto host, dan berjanji akan mengabari setiap hari. Ini juga berlaku saat saya tinggal di sebuah hostel or hotel. Jadi, meminimalisir situasi buruk adalah bentuk tanggung jawab kita juga.

BACA JUGA :  Kenalkan Traveling Pada Anak Sejak Dini, Ini Dia Alasanya!

Kau tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi di luar, tetapi kau selalu bisa mengendalikan apa yang terjadi di dalam’ – WAYNE W. DYER
-HAPPY TRAVEL-

Comments

comments