Menghalau Tsunami Covid-19 di Indonesia Dengan Social Distancing

Gambar di bawah ini menunjukkan maksud kenapa perlu Social distancing. Di Italia, penyakit ini dimulai dari 2 turis China di Roma yang positif Covid-19. Awalnya cuma 44 orang Italia yang tertular penyakit ini.

Lalu masyarakat diberi peringatan oleh pemerintah untuk melakukan “self quarantine”, mengisolasi diri dulu, menjauhi keramaian. Apa yang terjadi?

Warga Italia cuek. Apaan sih virus Corona ini. Acara rame-rame tetap jalan. Kumpul-kumpul pun lanjut. Mall, stadion, tempat wisata dan tempat lain tetap ramai. Bahkan saat ada kota yang diisolasi, mereka seenaknya berkeliaran, tak mau mengindahkan peringatan pemerintahnya.

Dan 22 hari kemudian lebih 25.000 orang positif Covid-19, lebih dari 2.000 orang meninggal. Dokter dan perawatnya tak lagi bisa mengobati dan merawat semua orang. Tapi apa mau dikata. Semua sudah terlambat, nasi jadi bubur, Italia seperti disapu tsunami covid-19 ini.

Menghalau Tsunami Covid-19 di Indonesia Dengan Social Distancing

Di Indonesia, kita masih punya kesempatan memperlambat laju penularan covid-19 ini dengan berdiam di rumah. Jangan dulu kumpul-kumpul yang tidak penting, jaga jarak 1-2 m dengan orang lain saat berada di luar untuk urusan yang tak bisa dihindari.

Jika tidak, dan kita semua bebal, bayangkan saja Italia jika ingin tahu apa yang kira-kira bisa terjadi di Indonesia 22 hari kemudian. Bisa jadi dari 172 kasus Covid-19 saat ini (18/3) akan meledak jadi ratusan ribu dan angka kematian akan sangat banyak.

Jadi mari bersama-sama menjaga diri dan semua orang. Sekali lagi mari jadi pahlawan dari rumah masing-masing. Jaga social distancing kita dari sekarang.

Lawan Covid19, Inilah medan Juang kita!

Menghalau Tsunami Covid-19 di Indonesia Dengan Social Distancing

Jumlah kasus Covid-19 di Indonesia saat ini 172 orang, sebagian besar di Jakarta, disusul Jawa Timur, Jawa Tengah, Kepulauan Riau dan di beberapa kota-kota lainnya. Pertambahan kasus dalam hampir 2 pekan saja.

BACA JUGA :  Kenapa Tulisan Ambulance Dibuat Terbalik? Ini Alasannya!

Masa sulit kita mungkin belum datang. Tapi kita tidak berharap seperti Italia, dimulai 44 kasus dan 22 hari kemudian meledak hingga hampir 28 ribu kasus. Dokter, rumah sakitnya kini kewalahan tak bisa lagi menangani kasus yang begitu banyak.

Kawan-kawan dokter dan tenaga medis lainnya akan berada di front terdepan dalam perang terhadap pandemi virus ini. Kita tidak pernah tahu kapan virus ini datang ke rumah sakit kita. Kita harus bersiap dengan skenario paling buruk.

Siap dan ikhlaskan diri. Jaga stamina, lindungi diri dengan penggunaan APD yang memadai, lakukan pencegahan penularan infeksi dengan baik. Jangan lupa cuci tangan. Dan jangan pernah berhenti memohon perlindungan Allah SWT. Beliau sebenar-benarnya penolong kita.

Selamat berjuang saudara-saudaraku, doa kami dari seluruh pelosok negeri ini akan selalu bersama kalian.

(sumber)

Comments

comments