Sejumlah negara melakukan antisipasi pada penyebaran virus corona. Bahkan beberapa negara bukan hanya sekedar menyosialisasikan pentingnya sanitasi dan kebersihan ke warga, tapi juga reaktif menyebar alat sterilisasi portabel ke warganya.
Insitut Kesehatan dan Lingkungan Kerja, Kementerian Kesehatan Vietnam, bekerja sama dengan Universitas Teknologi Hanoi disebut membuat ruang sterilisasi ini. Hal ini dibagikan pertama kali oleh pengguna Twitter @LunaOi_VN pekan lalu.
Dalam Tweet-nya, ia mengatakan Vietnam berhasil mengembangkan ruang sterilisasi portabel yang dapat membersihkan 90 persen kuman dalam tubuh seseorang. Ia melanjutkan, ruang sterilisasi ini dapat digunakan hingga 1.000 orang per hari dengan tiap pemakaian memakan waktu 15 sampai 20 detik.




Diklaim harga satu ruang sterilisasi ini seharga $ 2.200 atau sekitar Rp 32 juta rupiah. Hingga saat ini, tweet yang menceritakan ruang sterilisasi portabel ini sudah diretweet lebih dari 64 ribu kali dan disukai 140 ribu pengguna Twitter.
Vietnam sucessfully developed Mobile Sterilisation Chambers.
It can clean 90% of the bacteria and virus on your bodies and of course our Corona song’ll be played during the time you’re inside.
Capacity: 1000 people/day
Time: 15-20s/person
And it’s FREE too. pic.twitter.com/lVgoGVthJH— DoTheImpossible?Luna (@LunaOi_VN) March 13, 2020
Nah, di Indonesia juga sebenarnya sudah ada di ruang sterilisasi. Namun saat ini diketahui hanya baru berada di lingkungan Istana Kepresidenan dan mulai beroperasi Senin kemarin.
Saat memasuki pintu gerbang Sekretariat Negara, pengunjung maupun pegawai langsung diperiksa suhu tubuhnya dengan alat pengukur suhu tubuh dan juga memasuki ruang alat disinfektan chamber. Dari Menteri, Wartawan, hingga tamu harus melewati bilik disinfektan tanpa kecuali.

Ini berbeda dengan Vietnam. Di mana ruang sterilisasi berada di mana-mana dan terbuka di ruang publik, GRATIS LAGI. Nah, kalau seperti ini bagaimana pendapat netizen sekalian? Apakah menurut kamu juga perlu diadakan disinfektan gratis seperti di Vietnam ini? Terutama di daerah yang rawan terkena virus corona seperti di Jakarta?