Kalau punya waktu liburan singkat di Jawa Timur, jangan hanya terpaku pada Surabaya, Malang, atau Batu.
Coba arahkan perjalanan sedikit ke barat daya.
Di sana ada Tulungagung dan Kediri, dua daerah yang bisa dikombinasikan dalam satu perjalanan karena jaraknya relatif dekat dan terhubung dengan jalur kereta.
Karakter keduanya juga berbeda.
Tulungagung terasa lebih santai dengan pusat kota yang rindang, alun-alun yang menjadi ruang berkumpul warga, masjid agung, serta stasiun yang menjadi salah satu simpul perjalanan di jalur selatan Jawa Timur.
Kediri menawarkan suasana kota yang lebih hidup melalui Jalan Dhoho, kuliner pecel dan tumpang, serta ikon monumental Simpang Lima Gumul yang berada di wilayah Kabupaten Kediri.
Kalau itinerary disusun dengan baik, kedua kawasan ini bisa dijelajahi dalam satu perjalanan singkat.
Bisa sehari?
Bisa, kalau memang ingin bergerak cepat.
Tapi kalau ingin lebih santai, dua hari satu malam jauh lebih nyaman.
Nah, berikut panduan menikmati pesona wisata Kota Kediri dan Tulungagung, lengkap dengan rute, transportasi, destinasi utama, contoh itinerary, sampai tips perjalanan.
Kalau kamu datang dari arah Surabaya dan ingin menggunakan kereta lokal, cek juga jadwal kereta dari Surabaya terbaru sebelum menyusun perjalanan.
Daftar Isi Tulisan
Kenapa Kediri dan Tulungagung Cocok Dikunjungi dalam Satu Perjalanan?
Alasan paling sederhana adalah lokasinya.
Kediri dan Tulungagung berada dalam satu koridor jalur kereta di Jawa Timur.
Stasiun Kediri dan Stasiun Tulungagung dilayani Commuter Line Dhoho, sehingga berpindah antarkota bisa dilakukan tanpa harus menyewa kendaraan pribadi.
Ini menarik buat:
- solo traveler;
- backpacker;
- wisatawan yang tidak membawa kendaraan;
- pencinta perjalanan kereta;
- traveler yang ingin menjelajahi kota-kota Jawa Timur secara perlahan.
Jadwal kereta dapat berubah mengikuti Gapeka dan kebijakan operasional, jadi selalu periksa kembali jadwal melalui kanal resmi sebelum berangkat.
Untuk referensi perjalanan kereta lokal di koridor Jawa Timur, kamu juga dapat membaca jadwal kereta Penataran dan kereta lokal Jawa Timur.
Pesona Wisata Tulungagung
Tulungagung mungkin lebih sering dikenal karena marmer dan wisata pantai di bagian selatannya.
Namun, untuk perjalanan singkat tanpa kendaraan pribadi, pusat kotanya sendiri cukup menarik untuk dijelajahi.
Kamu bisa memulai dari kawasan alun-alun, mampir ke Masjid Agung Al-Munawar, lalu melanjutkan perjalanan melalui Stasiun Tulungagung menuju Kediri.
1. Menikmati Suasana Aloon-Aloon Tulungagung

Tempat pertama yang paling mudah untuk mengenal suasana kota adalah Aloon-Aloon Tulungagung.
Lokasinya berada di pusat kota dan sampai sekarang masih menjadi ruang publik penting bagi masyarakat.
Pada pagi hari, suasananya cocok untuk:
- jalan santai;
- jogging;
- duduk di bawah pepohonan;
- mengamati aktivitas warga;
- sekadar beristirahat setelah perjalanan.
Sore dan malam hari suasananya bisa lebih ramai, terutama ketika ada kegiatan masyarakat atau acara daerah.
Kenapa Alun-Alun Tulungagung Menarik?
Daya tariknya bukan karena tiket mahal atau wahana ekstrem.
Justru karena tempat ini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kamu bisa duduk, melihat anak-anak bermain, mengamati orang berolahraga, atau sekadar beristirahat di bawah pepohonan.
Buat traveler yang suka menikmati kota secara perlahan, ruang publik seperti ini sering memberikan pengalaman yang lebih autentik daripada datang ke tempat wisata hanya untuk foto lalu pulang.
2. Masjid Agung Al-Munawar Tulungagung

Di sisi kawasan pusat kota terdapat Masjid Agung Al-Munawar, salah satu landmark penting Tulungagung.
Bagi wisatawan Muslim, tempat ini bisa menjadi lokasi beribadah sekaligus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Masjid ini masih aktif digunakan untuk kegiatan keagamaan berskala besar dan menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Tulungagung.
Etika Saat Berkunjung
Karena merupakan tempat ibadah aktif, tetap perhatikan:
- gunakan pakaian yang sopan;
- jaga suara;
- jangan mengganggu jamaah;
- hindari mengambil foto orang tanpa izin;
- ikuti aturan masjid.
Kunjungan ke tempat ibadah bukan sekadar mencari bangunan yang fotogenik.
Hormati fungsi utamanya.
3. Menikmati Suasana Stasiun Tulungagung

Dari pusat kota, perjalanan bisa dilanjutkan menuju Stasiun Tulungagung.
Bagi pencinta perjalanan kereta, stasiun bukan sekadar tempat menunggu keberangkatan.
Ada ritme tersendiri.
Pengumuman perjalanan.
Kereta yang masuk ke peron.
Penumpang yang datang dan pergi.
Lalu dalam beberapa menit semuanya kembali tenang.
Stasiun Tulungagung menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kereta di koridor Kediri–Tulungagung–Blitar.
Untuk perjalanan menuju Kediri, salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Commuter Line Dhoho sesuai jadwal yang berlaku.
Tips Lapakfjbku.com: Jangan menggunakan jadwal atau tarif perjalanan bertahun-tahun lalu sebagai patokan. Cek kembali melalui kanal resmi KAI Commuter sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah.
Perjalanan dari Tulungagung ke Kediri
Salah satu cara paling menarik berpindah dari Tulungagung ke Kediri adalah menggunakan kereta.
Perjalanannya relatif singkat dan kamu tidak perlu menghadapi lalu lintas jalan raya.
Commuter Line Dhoho melayani koridor yang melewati:
- Tulungagung;
- Ngujang;
- Kras;
- Ngadiluwih;
- Kediri.
Jumlah pemberhentian tergantung perjalanan kereta yang dipilih.
Kenapa Naik Kereta Lebih Menarik?
- tidak perlu menyetir;
- lebih praktis untuk solo traveler;
- langsung tiba dekat pusat Kota Kediri;
- bisa menikmati suasana perjalanan lokal Jawa Timur;
- lebih mudah mengatur itinerary antarkota.
Kalau kamu memang suka menjelajahi Jawa Timur dengan kereta, ada juga panduan jadwal kereta dari Stasiun Wonokromo untuk perjalanan di koridor Surabaya dan kota-kota lain di Jawa Timur.
Pesona Wisata Kediri
Begitu tiba di Stasiun Kediri, suasananya terasa berbeda.
Kota ini punya identitas kuliner yang kuat dan pusat aktivitas yang cukup ramai.
Dua tempat yang paling mudah dimasukkan ke perjalanan singkat adalah:
- Jalan Dhoho;
- Monumen Simpang Lima Gumul.
Tapi perlu diketahui, Simpang Lima Gumul berada di Kabupaten Kediri, bukan wilayah administratif Kota Kediri.
Jadi, perjalanan dari pusat kota membutuhkan transportasi lanjutan.
4. Jalan Dhoho, Salah Satu Ikon Kota Kediri
Kalau Yogyakarta punya Malioboro, Kota Kediri punya Jalan Dhoho.
Tentu karakter keduanya tidak sama, tetapi Jalan Dhoho sudah lama menjadi salah satu koridor perdagangan, kuliner, dan aktivitas kota.
Pemerintah Kota Kediri juga masih menempatkan kawasan ini sebagai salah satu ikon penting dalam pengembangan wisata perkotaan.
Apa yang Bisa Dilakukan di Jalan Dhoho?
- jalan kaki menikmati suasana kota;
- mencari kuliner;
- belanja;
- melihat aktivitas warga;
- berburu makanan khas Kediri.
Malam hari biasanya terasa lebih hidup karena aktivitas kuliner mulai bermunculan.
Pecel dan Tumpang, Kuliner yang Wajib Dicoba
Datang ke Kediri rasanya kurang lengkap tanpa mencoba nasi pecel dan sambal tumpang.
Sambal tumpang mempunyai karakter berbeda dari sambal biasa karena menggunakan tempe sebagai salah satu bahan utamanya.
Di kawasan Jalan Dhoho dan sekitarnya, kamu bisa menemukan pilihan makanan sesuai waktu kunjungan.
Tips Makan di Kawasan Wisata
- lihat harga sebelum memesan;
- tanyakan harga jika tidak tercantum;
- pilih tempat yang ramai dan bersih;
- jangan malu bertanya soal isi menu.
Hal sederhana seperti menanyakan harga bisa menghindari salah paham ketika makan di tempat baru.
5. Monumen Simpang Lima Gumul, Ikon Kabupaten Kediri

Destinasi berikutnya adalah Monumen Simpang Lima Gumul atau biasa disingkat SLG.
Bangunan monumental ini menjadi salah satu ikon paling mudah dikenali di Kediri.
Lokasinya berada di kawasan Ngasem, Kabupaten Kediri, dan menjadi pusat pertemuan beberapa jalur utama.
Dari kejauhan, bentuk monumennya memang sering dibandingkan dengan Arc de Triomphe di Paris.
Namun, SLG tetap mempunyai identitas dan konteksnya sendiri sebagai landmark Kabupaten Kediri.
Kenapa SLG Menarik Dikunjungi?
- bangunannya monumental;
- area terbuka cukup luas;
- cocok untuk fotografi;
- kawasan sekitarnya sering digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat;
- suasana malam cukup menarik ketika pencahayaan menyala.
Kawasan Taman Hijau Simpang Lima Gumul juga masih digunakan untuk berbagai acara besar dan kegiatan masyarakat.
Kalau punya waktu lebih lama di Kabupaten Kediri, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke kawasan Gunung Kelud dan melihat Taman Agro Margomulyo Kediri.
Kapan Waktu Terbaik Mengunjungi Simpang Lima Gumul?
Sore Hari
Datang ketika matahari belum terlalu rendah agar masih punya waktu menjelajahi area.
Malam Hari
Pencahayaan kawasan memberikan suasana berbeda dibandingkan siang.
Namun, perhatikan jadwal transportasi pulang jika tidak membawa kendaraan sendiri.
Jangan Datang Terlalu Mepet Jadwal Kereta atau Bus
SLG tidak berada tepat di depan Stasiun Kediri.
Berikan waktu tambahan untuk kembali ke:
- stasiun;
- terminal;
- hotel;
- titik penjemputan.
Apakah Tulungagung dan Kediri Bisa Dikunjungi dalam Satu Hari?
Bisa, tetapi jadwalnya akan cukup padat.
Untuk perjalanan satu hari, sebaiknya fokus pada pusat kota dan jangan mencoba memasukkan terlalu banyak destinasi alam.
Contoh Itinerary Satu Hari
Pagi: Tulungagung
- tiba di Tulungagung;
- sarapan;
- jalan-jalan di Aloon-Aloon Tulungagung;
- mampir ke Masjid Agung Al-Munawar;
- menuju Stasiun Tulungagung.
Siang: Kereta Menuju Kediri
Pilih jadwal Commuter Line Dhoho yang sesuai.
Sore: Jalan Dhoho
Jalan kaki, makan, dan menikmati pusat Kota Kediri.
Malam: Simpang Lima Gumul
Menutup perjalanan dengan melihat ikon Kabupaten Kediri.
Itinerary ini cukup melelahkan jika kamu datang dari luar kota pada hari yang sama.
Karena itu, dua hari satu malam lebih direkomendasikan.
Itinerary Kediri dan Tulungagung 2 Hari 1 Malam
Hari Pertama: Menjelajahi Tulungagung
- Pagi: Tiba di Tulungagung dan sarapan.
- 09.00: Menikmati Aloon-Aloon Tulungagung.
- 10.30: Mampir ke Masjid Agung Al-Munawar.
- Siang: Makan dan beristirahat.
- Sore: Menikmati pusat kota atau menjelajahi kawasan lain sesuai transportasi.
- Malam: Menginap di Tulungagung.
Hari Kedua: Tulungagung ke Kediri
- Pagi: Menuju Stasiun Tulungagung.
- Pagi–siang: Kereta menuju Kediri.
- Siang: Check-in atau titip barang.
- Sore: Menjelajahi Jalan Dhoho.
- Menjelang malam: Kuliner pecel dan tumpang.
- Malam: Simpang Lima Gumul.
Dengan dua hari, perjalanan terasa jauh lebih manusiawi.
Kamu tidak harus terus melihat jam.
Ada waktu untuk makan.
Ada waktu untuk duduk.
Dan yang paling penting, ada waktu untuk benar-benar menikmati kota.
Cara Pergi ke Kediri dan Tulungagung dari Yogyakarta
Dari Yogyakarta, ada beberapa pilihan transportasi.
1. Kereta Api
Ini menjadi pilihan paling nyaman untuk banyak traveler.
Tersedia perjalanan kereta jarak jauh yang melewati Kediri atau Tulungagung sesuai jadwal dan tanggal keberangkatan.
Cek pilihan perjalanan terbaru melalui aplikasi resmi KAI karena nama kereta, jadwal, dan harga dapat berubah.
2. Bus
Bus antarkota juga menjadi pilihan.
Namun, jangan bergantung pada pola perjalanan lama seperti harus selalu turun di simpang tertentu untuk berganti bus.
Sekarang pilihan operator, rute, dan titik turun dapat berubah.
Tanyakan tujuan akhir dengan jelas sebelum membeli tiket.
3. Kendaraan Pribadi
Kalau membawa mobil, perjalanan lebih fleksibel untuk menjangkau destinasi di luar pusat kota.
Kamu juga lebih mudah memasukkan:
- Gunung Kelud;
- destinasi Kabupaten Kediri;
- wisata pantai Tulungagung;
- tempat-tempat yang jauh dari stasiun.
Kalau perjalanan dilanjutkan ke Surabaya atau kota lain di Jawa Timur, baca juga panduan rute Tol Surabaya–Jogja dan Tol Semarang–Surabaya.
Cara Berpindah di Dalam Kota
Transportasi Online
Untuk perjalanan singkat dari stasiun menuju pusat kota atau tempat wisata, transportasi online biasanya menjadi pilihan praktis.
Ojek dan Transportasi Lokal
Pilihan lokal tetap dapat digunakan, tetapi sepakati atau pastikan tarif terlebih dahulu.
Sewa Motor
Cocok jika ingin menjelajahi tempat yang lebih jauh.
Pastikan:
- mempunyai SIM;
- kendaraan dalam kondisi baik;
- menggunakan helm;
- memahami rute.
Kereta untuk Perjalanan Antarkota
Untuk berpindah antara Tulungagung dan Kediri, Commuter Line Dhoho menjadi salah satu pilihan yang menarik.
Berapa Budget Liburan ke Kediri dan Tulungagung?
Budget sangat tergantung pada titik keberangkatan dan gaya traveling.
Jangan lagi menggunakan harga perjalanan bertahun-tahun lalu sebagai patokan.
Bagi budget menjadi:
Kebutuhan |
Yang Perlu Dihitung |
|---|---|
Transportasi menuju kota |
Kereta, bus, atau kendaraan pribadi |
Transportasi lokal |
Ojek, transportasi online, atau sewa kendaraan |
Penginapan |
Hostel, hotel, atau guest house |
Makan |
Kuliner lokal dan kebutuhan harian |
Wisata |
Tiket jika ada |
Dana cadangan |
Perubahan rencana dan kebutuhan darurat |
Untuk perjalanan hemat, fokus pada:
- ruang publik gratis;
- transportasi kereta;
- kuliner lokal;
- penginapan dekat pusat kota.
Destinasi Tambahan Kalau Punya Waktu Lebih Lama
Kawasan Gunung Kelud
Buat yang ingin keluar dari pusat kota, kawasan Gunung Kelud menjadi salah satu pilihan populer di Kabupaten Kediri.
Kamu bisa melihat salah satu destinasi tambahannya melalui Taman Agro Margomulyo di kawasan wisata Kediri.
Malang dan Batu
Kalau perjalanan dilanjutkan ke arah timur, Malang bisa menjadi kota berikutnya.
Kamu dapat melihat pilihan mall dan pusat aktivitas di Malang sebagai referensi ketika singgah di kota tersebut.
Untuk pengguna kendaraan pribadi, panduan Tol Surabaya–Malang juga berguna jika itinerary berlanjut menuju Surabaya.
Surabaya
Kalau perjalanan diteruskan ke kota terbesar di Jawa Timur, ada banyak spot foto menarik di Surabaya yang bisa dimasukkan ke itinerary.
Bromo dan Madakaripura
Untuk perjalanan yang lebih panjang, kamu dapat melanjutkan eksplorasi Jawa Timur menuju kawasan Bromo dan Air Terjun Madakaripura.
Perjalanan ini tentu membutuhkan tambahan hari dan perencanaan yang berbeda.
Tips Liburan ke Kediri dan Tulungagung
1. Jangan Memaksakan Terlalu Banyak Tempat
Dua kota dalam satu perjalanan sudah cukup padat.
Pilih destinasi yang benar-benar ingin dinikmati.
2. Cek Jadwal Kereta Terbaru
Jangan mengandalkan screenshot lama.
Jadwal Commuter Line dapat berubah.
3. Beri Buffer Waktu
Jangan membuat jadwal terlalu mepet antara:
- kereta;
- transportasi online;
- makan;
- perjalanan ke SLG.
4. Gunakan Alas Kaki Nyaman
Jalan Dhoho dan pusat kota paling enak dinikmati dengan berjalan kaki.
5. Simpan Uang Tunai
Pembayaran digital memang semakin umum, tetapi uang tunai tetap berguna.
6. Cek Harga Sebelum Memesan Makanan
Terutama di kawasan yang ramai wisatawan.
7. Jangan Hanya Mengejar Foto
Duduk sebentar.
Ngobrol.
Makan.
Lihat suasana kota.
Perjalanan yang baik tidak harus menghasilkan seribu foto.
Kelebihan Menggabungkan Kediri dan Tulungagung dalam Satu Trip
- jaraknya relatif dekat;
- terhubung jalur kereta;
- bisa menikmati dua karakter kota berbeda;
- cocok untuk perjalanan hemat;
- mempunyai kombinasi wisata kota, kuliner, religi, dan landmark;
- bisa dikembangkan menjadi perjalanan Jawa Timur yang lebih panjang.
Kekurangan atau Tantangannya
- perjalanan satu hari bisa sangat melelahkan;
- SLG membutuhkan transportasi lanjutan dari pusat Kota Kediri;
- jadwal kereta harus diperhatikan;
- destinasi alam di luar kota membutuhkan waktu tambahan;
- transportasi umum tidak selalu langsung menuju semua tempat wisata.
FAQ Seputar Wisata Kediri dan Tulungagung
Apakah Kediri dan Tulungagung bisa dikunjungi dalam satu hari?
Bisa, tetapi itinerary akan cukup padat. Dua hari satu malam lebih nyaman.
Bagaimana cara dari Tulungagung ke Kediri?
Salah satu pilihan adalah Commuter Line Dhoho yang melayani Stasiun Tulungagung dan Kediri. Cek jadwal terbaru sebelum berangkat.
Apakah Jalan Dhoho dekat Stasiun Kediri?
Kawasan Jalan Dhoho berada relatif dekat dengan pusat Kota Kediri dan dapat dijangkau dengan transportasi lokal dari stasiun.
Apakah Simpang Lima Gumul berada di Kota Kediri?
Tidak. Monumen Simpang Lima Gumul berada di Kabupaten Kediri, sehingga membutuhkan perjalanan dari pusat Kota Kediri.
Apa makanan khas yang harus dicoba di Kediri?
Nasi pecel dan sambal tumpang merupakan dua pilihan yang paling identik dengan Kediri.
Apa yang menarik di pusat Tulungagung?
Aloon-Aloon Tulungagung, Masjid Agung Al-Munawar, dan suasana pusat kota bisa dijelajahi dalam perjalanan singkat.
Apakah perlu menyewa kendaraan?
Tidak wajib jika hanya menjelajahi pusat kota. Namun, kendaraan sewaan lebih praktis untuk tempat wisata di luar kota.
Apakah ada kereta langsung antara Kediri dan Tulungagung?
Ada layanan Commuter Line Dhoho yang melewati kedua stasiun sesuai jadwal operasional.
Kapan waktu terbaik datang?
Hari biasa lebih nyaman jika ingin menghindari keramaian. Namun, waktu terbaik tetap bergantung pada destinasi dan kegiatan yang ingin diikuti.
Apakah Kediri dan Tulungagung Layak Dijadikan Destinasi City Hopping?
Ya.
Keduanya mungkin tidak selalu menjadi nama pertama yang muncul ketika orang merencanakan liburan ke Jawa Timur.
Justru itu yang membuat perjalanan terasa menarik.
Di Tulungagung, kamu bisa menikmati pagi di bawah pepohonan alun-alun, mampir ke masjid agung, lalu menunggu kereta di stasiun.
Beberapa waktu kemudian, kamu sudah berada di Kediri.
Berjalan di Jalan Dhoho.
Makan pecel dan tumpang.
Lalu menutup hari di depan megahnya Simpang Lima Gumul.
Tidak perlu itinerary mewah.
Tidak perlu selalu naik pesawat.
Dan tidak harus menghabiskan banyak uang.
Yang dibutuhkan hanya waktu, rasa penasaran, dan kemauan untuk berhenti sejenak di kota-kota yang sering hanya kita lewati.
Karena terkadang, perjalanan paling berkesan justru datang dari tempat yang sebelumnya tidak pernah masuk daftar utama.
Kediri dan Tulungagung bisa menjadi salah satunya.
Referensi
- KAI Commuter – Jadwal dan Informasi Perjalanan Commuter Line
- KAI Commuter – Jadwal Commuter Line Wilayah 8 Surabaya
- Pemerintah Kota Kediri – Informasi Kota dan Pengembangan Jalan Dhoho
- Diskominfo Kota Kediri – Informasi Jalan Dhoho
- Pemerintah Kabupaten Tulungagung – Informasi Daerah
- Kabar Tulungagung – Informasi Kegiatan Alun-Alun Tulungagung
- Pemerintah Kabupaten Tulungagung – Informasi Kegiatan Masjid Agung Al-Munawar
- Pemerintah Kabupaten Kediri – Informasi Kawasan Simpang Lima Gumul