Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?

By | March 25, 2020

Bicara tentang corona memang tidak ada habisnya. Kerugian yang dialami oleh negara dan dunia sudah sangat banyak. Selain banyaknya nyawa melayang juga terjadi kepanikan dimana-mana. Sehingga situasi dan kondisi di berbagai belahan dunia menjadi tidak kondusif.

Dari sekian banyaknya masyarakat yang mengeluh akan terdampaknya corona. Mulai dari pra pelaku pasar, pegawai kantoran, para guru bahkan murid yang notabene anak-anak dan remaja juga menjadi pihak yg dirugikan.

Namun, tak jarang ada pihak yg merasa diuntungkan. Bahkan beberapa dari mereka mendapatkan pundi-pundi uang dengan adanya Corona ini. Siapa sajakah mereka? Simak deretan pihak yang diutungkan terkait adanya corona versi saya berikut:

1. Anti China
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: Berita Internasional

Awal-awal virus ini ada pasti yang paling merasa senang dan diuntungkan adalah mereka yang anti China. Namun setelah menyebar di seluruh dunia, saya tak yakin yang anti china masih bisa senang. Oleh karena siapapun yang imunitasnya sedang menurun bisa kena. Gak pandang ras dan agama bukan??

2. Produsen dan Penjual Masker
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: Kompas.com

Banyaknya kebutuhan akan masker di mana pemakaian masker menjadi melonjak drastis membuat masker menjadi barang langka. Hingga hari ini terdengar di kuping saya adanya larangan Presiden RI mengekspor masker.

Tak heran karena mereka yang sehat pun banyak yang memakai masker. Meskipun ada himbauan bagi supaya yang sehat tak perlu menggunakan masker. Keberadaan masker jadi rebutan di pasaran. Hingga tak jarang pedagang picik menimbun atau menjual lebih mahal untuk kepentingan pribadi semata.

“Tertawa diatas penderitaan orang lain.”

Mungkin inilah kata yang tepat buat mereka yang tiba-tiba mencari rezeki dengan jualan masker dengan menaikan harga 10 kali lipat. Padahal di tengah kondisi semacam ini tak seharusnya mencari keuntungan dari penderitaan orang lain.

Tapi saya tak yakin uang yang mereka (pedagang picik) kantongi bakal jadi berkah. Dan mungkin tak laku dibelanjain jika terjadi kelangkaan beberapa sembako karena efek panic buying dan larangan keluar rumah oleh pemerintah.

3. Produsen dan Penjual sanitizer
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: Tribunnews.com

Setelah diketahui bahwa tangan menjadi media penularan corona. Pemerintah mulai menggalakkan kebiasaan cuci tangan. Serta merta hal ini diikuti oleh maraknya pemakaian sanitizer sebagai solusi memutus rantai corona.

Alhasil yang namanya cairan sanitizer menjadi sangat laku di pasaran. Otomatis produsen dan penjual sanitizer menjadi pihak yg sangat diuntungkan juga dalam hal ini. Terlebih harga yang semakin melonjak tinggi menjadikan bertambahnya pundi-pundi rupiah.

Tak se-esktrim kenaikan harga masker. Harga sanitizer hanya naik 20% hingga 50% dari harga normal (sumber). Namun, tetap saja harga itu tak terjangkau untuk rakyat kelas menengah kebawah.

4. Penjual Jamu dan Obat Herbal
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: Liputan6.com

Awal-awal munculnya kasus Corona di Indonesia. Banyak warga yang berburu jamu untuk menjaga daya than tubuh dan menangkal virus. Beberapa kabar mengatakan bahwa banyak konsumsi rempah-rempah bisa menangkal Covid-19. Alhasil harga rempah-rempah seperti kecur, jahe dan lain-lain mengalami kenaikan.

Selain itu muncul banyak orang mulai dari pelajar, guru hingga dokter yang dengan klaim penemuan-penemuan hand sanitizer alami yang bisa dibuat dari bahan-bahan yang mudah ditemui. Bahan alami seperti daun sirih menjadi salah satu bahan yang mungkin mudah ditemujan di daerah pedesaan.

5. Ojek Online dan Kendaraan Daring Lainnya
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: Bandung Kita

Kawan saya yang tinggal di Cirebon bertutur bahwa selama beberapa hari terakhir hidupnya bergantung pada ojol. Pesan makanan, mengirim barang bahkan bepergian. Bahkan setelah ditemukan kasus positif Covid-19, tak ada pilihan lain. Selain berdiam diri di rumah.

Fakta ini menunjukan bahwa keberadaan ojol maupun kandaraan daring lainnya sangat penting di tengah maraknya kasus Corona. Semoga para ojol se-Indonesia selalu diberi kesehatan biar bisa bekerja melayani masyarakat.

6. Jasa Ekspedisi
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: Google

Tempo hari ketika saya mengirim paket ke kota sebelah yang biasanya memakan waktu sehari tetiba jadi dua hari. Petugas jasa ekspedisi berkata bahwa pengiriman sedang over. Otomatis memakan waktu pengiriman yang lebih lama.

Tak heran sih, mengingat semua orang sekarang tak bisa kemana-mana. Satu-satunya cara bisa mengirim dan membeli barang tentu saja melakui jasa ekspedisi.

Jadi tak heran jika program gratis ongkir salah satu olshop terbesar di Indonesia Shopxx tak lagi maksimal dalam memberikan gratis ongkir. Tentunya, proses pengiriman pun lebih lambat dari biasanya.

7. Penjual Online Shop
Siapa Yang Diuntungkan Dengan Adanya Virus Corona?
Picture: line today

Para pelaku usaha yang memanfaatkan kecanggihan handphone dan jaringan internet ini sudah pasti menjadi pihak yang diuntungkan dengan adanya corona. Para penjual makanan, baju, dan apapun secara online juga kecipratan rezeki.

Beberapa kenalan mengaku bahwa angka penjualan meningkat selama ada corona ini. Harus diakui keberadaan penjual online ini sangat dibutuhkan masyarakat yang tak bisa kemana-mana karena diberlakukannya lockdown.

Nah sekian dulu coretan saya tentang corona. Semoga siapapun yang merasa diuntungkan dengan musibah ini, khususnya poin 1, 2 dan 3 masih memiliki simpati untuk berbagi tanpa mengambil kesempatan dalam kesempitan. Salut buat para ojol ataupun pengemudi daring: kalian bukan hanya pahlawan buat keluarga tapi juga pahlawan masyarakat.

Buat pedagang online, yang mungkin juga ibu rumah tangga seperti saya. Terus cari rezeki halal dan sebarkan kebaikan. Jangan lupa, sisihkan sebagian rezeki kalian untuk yang membutuhkan. Kept spirit every body!

Ini waktunya kita semua berperang melawan Corona. Jaga kesehatan diri dan kaluarga serta lebih bijak dalam bersosial media. Jangan memperkeruh suasana dengan komentar-komentar yang tak penting. Mari bersama-sama kita berdoa dan percaya bahwa semua akan indah pada waktunya.

Comments

comments