Tol Ngawi dan Info Tarif Terbaru 2024, Gerbang, Hingga Rest Area

Tol Ngawi adalah salah satu tol cukup sangat vital, karena menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur, berada di ruas Tol Solo-Ngawi yang memiliki total panjang 90 kilometer.

Jalan tol ini melintasi beberapa daerah yaitu Colomadu, Ngemplak, Gondangrejo, Karanganyar, Sragen, hingga Ngawi. Tol ini menjadi urat nadi utama yang memudahkan transportasi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur maupun transportasi di Pulau Jawa secara umum.

Simak penjelasan mengenai tarif, lokasi, rest area, dan proses pembangunan Tol Ngawi di artikel berikut ini:

Tarif Tol Ngawi

Tarif Tol Ngawi

Ruas tol Solo-Ngawi yang menghubungkan Jawa Tengah dan Jawa Timur

Secara umum, tarif Tol Ngawi kalau diambil titik pintu tol bisa dibagi menjadi 2 bagian.

Ngawi ke arah Solo dan Ngawi ke arah Kertosono. Berikut ini detail tarif tol Solo-Ngawi:

Tarif Tol Ngawi – Klitik

Golongan
Tarif
Golongan I
Rp 4.500
Golongan II
Rp 7.000
Golongan III
Rp 7.000
Golongan IV
Rp 9.000
Golongan V
Rp 9.000

Tarif Tol Ngawi – Sragen Timur

Golongan
Tarif
Golongan I
Rp 39.500
Golongan II
Rp 59.500
Golongan III
Rp 59.500
Golongan IV
Rp 79.500
Golongan V
Rp 79.500

Tarif Tol Ngawi – Sragen

Golongan
Tarif
Golongan I
Rp 59.000
Golongan II
Rp 88.500
Golongan III
Rp 88.500
Golongan IV
Rp 117.500
Golongan V
Rp 117.500

Tarif Tol Ngawi – Solo (Ngemplak)

Golongan
Tarif
Golongan I
Rp 86.500
Golongan II
Rp 129.500
Golongan III
Rp 129.500
Golongan IV
Rp 172.500
Golongan V
Rp 172.500

Tarif Tol Ngawi – Kertosono (Madiun)

Golongan
Tarif
Golongan I
Rp 70.000
Golongan II
 Rp 105.000
Golongan III
 Rp 105.000
Golongan IV
Rp 141.000
Golongan V
Rp 141.000

Tarif Tol Kertosono – Ngawi

Golongan
Tarif
Golongan I
Rp 91.000
Golongan II
 Rp 136.000
Golongan III
 Rp 136.000
Golongan IV
Rp 181.000
Golongan V
Rp 181.000

*Tarif tol ini bisa berubah sewaktu-waktu

Dengan patokan tarif tol tersebut, Anda bisa mempersiapkan besaran jumlah uang elektronik untuk membayar tol.

Titik Gerbang Tol Ngawi

Titik Gerbang Tol Ngawi

Tol ini membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Semarang dan Kota Semarang.

Gerbang Tol Ngawi terletak di Dusun Ngronggi, Desa Grudo, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kecamatan Ngawi adalah pusat pemerintahan dari Kabupaten Ngawi. Secara geografis, Ngawi berada di bagian utara Kabupaten Ngawi. Infrastruktur serta pemukiman dari Kabupaten Ngawi juga terpusat di kecamatan ini.

Kecamatan Ngawi jadi pusat perekonomian di kabupaten ini. Sekitar sepersepuluh dari keseluruhan penduduk Kabupaten Ngawi berdomisili di kecamatan ini. Ngawi memiliki luas wilayah 73,22 km2 di mana sekitar 48 persen atau 34,96 km2 berupa lahan sawah, sungai dan perkebunan, sisanya berupa lahan pemukiman, perkantoran atau instansi, pertokoan, industri dan infrastruktur perkotaan lainnya.

BACA JUGA :  Daftar Harga Tiket Kereta Api Indonesia Terbaru Terlengkap!

Meski Kota Ngawi tidak dilintasi oleh jalur rel kereta api jalur selatan Jawa, namun Ngawi juga punya terminal yang juga digunakan sebagai tempat naik-turunnya penumpang yang akan bepergian dari maupun ke Kecamatan Ngawi Kota.

Terminal Kertonegoro juga merupakan satu-satunya terminal yang ada di wilayah Kota Ngawi, sehingga dengan adanya sarana pendukung seperti terminal ini bakal memudahkan calon penumpang untuk melakukan mobilitas.

Ada beberapa moda transportasi umum yang tersedia di Terminal Kertonegoro, yaitu Angkutan Kota, Angkutan Desa, Bus Sedang (Antar Kecamatan dalam Kabupaten), dan Bus Besar (Antar Kota Antar Provinsi).

Rest Area di Tol Ngawi

Rest Area di Tol Ngawi

Masjid ikonik di Rest Area 575 B yang berkonsep modern di ruas tol Solo-Ngawi.

Terdapat beberapa rest area di dekat pintul tol Ngawi. Baik yang berada di ruas Solo-Ngawi maupun yang berada di ruas Ngawi-Kertosono. Yang berada di ruas Solo-Ngawi adalah 519A, 519B, 538A, 538B, 575A, 575B. Sementara yang berada di ruas Ngawi-Kertosono adalah 597A, 597B, 626A, 626B, 640A, 640B.

Rest Area KM 519 A dan Rest Area KM 519 B berada di Kecamatan Masaran, Sragen. Kemudian Rest Area Km 538 A dan Rest Area KM 538 B, di Desa Kebonromo, Kecamatan Ngrampal Sragen dan dua Rest Area KM 575 A, dan KM 575 B.

Untuk rest area tipe A di KM 519 dan KM 575 fasilitasnya lengkap, sudah ada SPBU. Kemudian ada retail, masjid dan pujasera. Untuk KM 575. Sedangkan rest area 538 Sragen masih merupakan tipe B. Di rest area tersebut dilengkapi musala dan retail, namun belum ada SPBU.

Rest area di dekat pintu tol Ngawi ada yang cukup unik, yaitu Rest Area KM 575B yang desain bangunannya mirip di Eropa. Desain bangunannya mengusung konsep modern klasik. Dengan atap berbentuk segitiga dan berornamen kaca, sekilas bangunan yang terletak di jalur Ngawi-Sragen itu mengingatkan kita pada Museum Louvre di Paris.

Selain dapat menikmati keindahan bangunan dan berfoto, rest area ini punya fasilitas yang lengkap. Mulai dari toilet, masjid, SPBU, dan pujasera. Masjid di Rest Area KM 575 B punya bentuk unik yakni menyerupai orang yang sedang dalam posisi ruku. Masjid ini juga dilengkapi dengan fasilitas tempat wudhu dan toilet baik untuk pria, wanita, dan difabel.

Ruangan masjid terlihat luas karena atap hanya ditopang dengan dengan empat tiang. Langit-langit masjid terbuat dari kayu sehingga membuat suhu ruangan menjadi lebih sejuk. Di dinding masjid terdapat banyak kaca, sehingga membuat bangunan masjid selalu terang pada siang hari, meski tidak ada lampu yang dinyalakan.

BACA JUGA :  Jadwal Kereta Api Surabaya Terbaru Ke Beberapa Kota!

Pembangunan Tol Ngawi

Pembangunan Tol Ngawi

Presiden Jokowi saat meresmikan Jalan Tol Solo-Ngawi.

Pintu tol Ngawi menjadi titik penghubung dua ruas tol trans Jawa. Yaitu jalan tol Solo – Ngawi dan ruas Jalan tol Ngawi Kertosono. Jalan Tol Solo–Ngawi adalah jalan tol sepanjang 90 km yang menghubungkan Kota Surakarta, Jawa Tengah dengan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Di ruas Solo-Ngawi juga dilengkapi dengan 8 gerbang tol (GT), yakni GT Colomadu, GT Bandara Adi Sumarmo, GT Ngemplak, GT Gondangrejo, GT Kebakkramat, GT Sragen, GT Sragen Timur dan GT Ngawi.

Sedangkan Jalan Tol Ngawi–Kertosono adalah jalan tol sepanjang 87,02 km yang menghubungkan Ngawi dengan Kertosono, Jawa Timur. Jalan tol ini melewati Kabupaten Jombang, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.

Tujuan pembangunan tol ini untuk meningkatkan aksesibititas dan kapasitas jaringan jalan dalam melayani lalu lintas di koridor Trans Jawa; meningkatkan produktivitas melalui pengurangan biaya distribusi dan menyediakan akses ke pasar regional maupun internasional; menyediakan jaringan jalan yang efisien di Pulau Jawa; dan dapat berfungsi sebagai Solo Outer Ringroad.

Dalam proses pembangunannya, ruas sepanjang 69,35 km dikerjakan oleh PT Jasamarga Solo Ngawi, sedangkan sepanjang 21,74 km merupakan dukungan Pemerintah melalui APBN. Ruas tol ini didanai 30% dari ekuitas perusahaan dan 70% dari pinjaman perbankan yaitu dari Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BRI, PT SMI, Bank LPEI, Bank Jateng, dan BPD DIY.

Ruas Kartasura – Karanganyar merupakan seksi I ruas jalan tol ini dengan panjang jalan tol 20,9 kilometer dan 1,7 kilometer jalan akses. Ruas tersebut dibangun menggunakan dana pemerintah (APBN), bersama seksi II Saradan – Kertosono (40,1 km) di Provinsi Jawa Timur. Sedangkan ruas Karanganyar – Saradan (120 km) dikerjakan oleh PT Thiess Contractors Indonesia, anak usaha Thiess asal Australia.

Tahun 2009 di ruas Colomadu – Karanganyar dengan dana Rp14 miliar telah dibangun jalan tol sepanjang 0,6 kilometer, pada tahun 2010 dibangun struktur bawah Jembatan Bengawan Solo sepanjang 300 meter dan Underpass Kemiri dengan anggaran sebesar 53 miliar.

Pada 29 Maret 2018, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Solo–Ngawi ruas Ngawi-Klitik bersamaan dengan Jalan Tol Ngawi-Kertosono ruas Klitik-Wilangan. Untuk ruas Kartasura – Sragen sepanjang 35 kilometer telah diresmikan pada 16 Juli 2018, sedangkan ruas Sragen – Ngawi sepanjang 55 kilometer telah diresmikan pada 28 November 2018.

Jalan tol ini memiliki 8 simpang susun, antara lain simpang susun Colomadu yang memfasilitasi pengguna jalan dari arah Semarang atau pun Jogja yang menuju ke Jawa Timur dan sebaliknya tanpa harus melalui kepadatan jalan di kota Solo. Berikutnya ada simpang susun Bandara yang diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat menuju bandara Internasional Adi Sumarmo.

BACA JUGA :  Peta Rute Jalur Trans Semarang Terbaru!

Simpang susun Solo yang ikonik dengan struktur bangunan jembatan cable stayed yang indah, simpang susun merupakan entrance dan exit untuk kota Solo bagian barat yang hendak mengakses Tol Transjawa. Berikutnya terdapat simpang susun Karanganyar yang berada di desa Kebak Kramat, yang mempermudah masyarakat untuk mengakses kota Karanganyar.

Sementara konstruksi ruas Jalan Tol Ngawi Kertosono baru dikerjakan pertengahan 2015 dan selesai pada akhir tahun 2018. Proyek pembangunan Jalan Tol Ngawi–Kertosono sempat berhenti di tengah jalan akibat izin penggalian bahan galian C kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Ngawi tidak kunjung diterbitkan.

Pada 29 Maret 2018, Presiden Joko Widodo meresmikan Jalan Tol Ngawi–Kertosono ruas Ngawi-Wilangan sepanjang 52 km. Di ruas Ngawi-Wilangan ini terdapat tiga gerbang tol (GT), yaitu GT Ngawi di Kecamatan Ngawi Kota, GT Madiun di Dumpil, Balerejo dan GT Mejayan di Caruban. Sedangkan ruas Wilangan-Kertosono sepanjang 35 km diresmikan pada tanggal 20 Desember 2018.

Pada akhir tahun 2019, di ruas jalan tol ini telah dipasang jalan bernada atau singing road, tepatnya di Km 644 arah Solo. Jalan bernada ini merupakan yang pertama di Indonesia. Tujuannya agar pengguna jalan tol berhati-hati dan mengendalikan kecepatan kendaraan saat mengemudi, sehingga meminimalisir terjadinya kecelakaan.

Pemegang Konsesi Tol Ngawi

Pemegang Konsesi Tol Ngawi

Simpang Tol Ngawi yang memiliki pemandangan indah di tengah persawahan.

PT Jasamarga Solo Ngawi adalah pemegang konsesi Jalan Tol Solo–Ngawi. Terbentang sepanjang 91,09 KM Jalan Tol ini dan merupakan perusahaan patungan antara PT Jasa Marga (Persero) Tbk., dengan kepemilikan saham sebesar 42,62%, PT Kings Key Limited sebesar 40% dan PT Lintas Marga Jawa 17,38%.

Jalan Tol Solo-Ngawi dioperasikan oleh PT Jasamarga Tollroad Operator. Sejak awal pengoperasian jalan tol ini telah menerapkan transaksi pembayaran tol non-tunai menggunakan uang elektronik. Bekerja sama dengan Bank Indonesia dan bank-bank penerbit uang elektronik telah dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang tata cara bertransaksi di jalan Tol.

Sementara pengusahaan Jalan Tol Ngawi – Kertosono dilaksanakan oleh PT. Ngawi Kertosono Jaya (NKJ) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga (Persero). Adapun komposisi kepemilikan saham PT NKJ yakni PT. Jasa Marga (Persero) Tbk 60% dan PT. Waskita Toll Road 40%.

Jalan Tol Trans Jawa, khususnya jalan tol Solo-Ngawi-Kertosono ini membawa peranan penting dalam proses distribusi barang dan jasa serta peningkatan kualitas hidup, yang berdampak peningkatan pada sektor perekonomian di Pulau Jawa, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com