Makna Ijazah bagi Orang yang Nyaris Pintar dan Pintar yang Idealis

By | April 6, 2019
Rate this post

Pada tulisan Makna Ijazah bagi Orang yang Nyaris Pintar dan Pintar yang Idealis ini sedikit menyentil tentang urgensi Ijazah buat 2 jenis orang yang memiliki karakter berbeda dalam memaknai selembar ijazah baik yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan atau Kementrian Agama.

Sekarang kalau kita lihat hampir sedikit sekali anak-anak di negeri ini yang tidak bisa bersekolah, artinya peran pemerintah saat ini dalam melaksanakan tugas undang-undang yang memerintahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sudah berjalan semakin baik dan membaik setiap tahunnya.

Setiap anak bangsa yang mau bersekolah dan bisa sampai selesai (lulus) sudah di pastikan bahwa mereka akan memperoleh sebuah lisensi yang simbolis yakni “IJAZAH”. Ijazah bukan saja sebagai bentuk penghargaan atau upah melainkam juga banyak memiliki kegunaan dalam prospek karir seseorang. Diantara contoh nyatanya adalah misalnya seperti ketika kita mau melamar pekerjaan, mau lanjut ke tingkat pendidikan lanjutan, syarat kenaikan jabatan atau yang lebih sadisnya ijazah sebagai syarat & menentukan buat seseorang untuk menjadi PNS.

Makna Ijazah bagi Orang yang Nyaris Pintar dan Pintar yang Idealis

Bicara mengenai syarat yang menentukan seseorang dalam karir PNS. Maka mengingatkan ane pada suatu pristiwa di masa lalu. Waktu itu pemerintah mengeluarkan kebijakan buat guru-guru yang sudah sekian lama mengabdi dan berperan penting dalam mencerdasakan anak bangsa di daerahnya akan di angkat oleh negara sebagai ASN.

Kebetulan waktu itu ada tetangga ane yang sudah sangat lama menjadi pengajar di suatu sekolah dasar di dekat lingkungan ane tinggal, dia tidak bisa di ikutkan atau di proses untuk menjadi PNS karena orang yang sudah paruh baya itu terganjal dengan persyaratan yang di tetapkan oleh pemerintah bahwa minimal harus berijazah S-1, sedangkan beliau hanyalah lulusan SMA dalam riwayat pendidikan terakhirnya sebelum menjadi guru. Mengapa beliau dulu mau menjadi pendidik di sekolah tersebut ?

Karena tempo dulu krisis guru dan jarang ada orang yang mau dan punya keterampilan mengajar. Dan sekarang, ane nggak tau dimana beliau dan bagaimana nasibnya, karena ane sudah bukan disana lagi.

Dari sedikit kisah yang pernah terjadi sekitar sebelum tahun 2005 an itu tadi, itu semakin menguatkan bahwa ijazah adalah salah satu berkas yang sangat penting dalam karir seseorang. Makanya tidak heran kalau saat ini banyak adik-adik dan teman-teman kita yang totalitas mengkuti dan melanjutkan proses pendidikan untuk menambah koleksi ijazahnya.

Karena di dalam mindset masyarakat kita memang telah tumbuh dan selalu berbunga bahwa “Ijazah” utu adalah sebuah tangga seseorang untuk berhasil atau sebagai identitas seseorang yang terdidik.

Bagaimanapun, kenyataannya demikian lah fenomena yang sudah mendarah daging di mayoritas pemikiran para siswa yang akan, sedang atau telah lulus sekolah.

Makna Ijazah bagi Orang yang Nyaris Pintar dan Pintar yang Idealis

Sehingga apa jadinya ?
Rata-rata alasan atau bahkan niat hati seseorang untuk menggeluti sekolah saat ini hanya sebagai ajang koleksi ijazah dan menggantungkan keberhasilan hidup dalam lembaran ijazah. Secara perlahan sudah mulai hilang pikiran-pikiran yang memaknai pentingnya sekolah itu sebagai proses untuk berpikir dan menjadikan seseorang yang terlatih untuk berpikir dan cerdas dalam suatu hal, atau setidaknya minimal memiliki karakter yang sesuai dengan harapan bangsa.

Namun alih-alih ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, pemerintah malah kewalahan dengan banyaknya anak-anak bangsa yang memiliki ijazah tapi tidak punya skill dalam dunia kerja, tidak memiliki moral dalam budaya kehidupan bahkan tidak bisa menghasilkan apa-apa buat keluarganya dan lingkungannya Karena kesalahan berpikir di awal tadi dalam persepsi hakikat sekolah.

Berbeda dengan orang yang lurus dalam pandangannya terhadap proses sekolah, mereka yang masuk dalam kategori ini cendrung sedikit tapi kualitas pemikiran dan visi & misi hidupnya jauh lebih kuat daripada orang yang mengandalkan ijazah.

Bagi orang yang idealis dalam menghayati makna sekolah, dia tidak akan terlalu fokus dengan apa itu ijazah, terlebih mereka hanya menganggap itu sebagai bonus saja dari hasil pemikirannya selama belajar dan berpikir.

Bahkan tak jarang sering kita dengar orang-orang hebat banyak yang membiarkan ijazahnya di sekolah atau di perguruan tinggi, akan tetapi sesuatu yang sudah dia dapatkan dari sekolah atau kampus barangkali jauh lebih bermakna dan berkualitas daripada orang-orang yang sibuk mengurus penerbitan dan tanda tangan kepala sekolah atau rektornya dalam upaya pengambilan ijazahnya.

Poin intinya bagi orang yang mamaknai sekolah sebagai ruang belajar dan berpikir (idealis yang ane maksud) adalah yang penting ketika mereka keluar dari lembaga itu mereka punya skill, wawasan dan ilmu pengetahuan atau disiplin ilmu tertentu untuk dijadikan tangga dalam membingkai karirnya. Ijazah memang tak kalah penting bagi sebagian orang di kategori ini namun iya itu tadi ijazah hanya bonus atau reward terakhir yang tidak begitu prioritas dalam prinsipnya.

Mungkin kalau kita gambarkan motivasi sekolah dari kedua karakter ini adalah seperti : “seseorang yang nyaris pintar, dia akan serius sekolah untuk mendapatkan selembar ijazah. Sedangkan orang yang pintar idealis, mereka akan serius sekolah karena ingin sekali mendapatkan pengetahuan & bimbingan atau menguasai suatu disiplin ilmu”.

Makna Ijazah bagi Orang yang Nyaris Pintar dan Pintar yang Idealis

Dari 2 karakter yang ane tulis di atas, barangkali itulah pangantar dari kesimpulan bahwa “IJAZAH itu Hanya Sebagai Tanda Pernah Sekolah, bukan Sebagai Tanda Pernah Berpikir”.

Comments

comments