Desa Wisata Penglipuran Bali Terbersih Di Indonesia!

ika ditanya surga nyata di tanah air Indonesia, memang Bali lah jawabannya. Pulau seribu Pura ini tak pernah lepas dari nilai tradisi dan budaya yang kental. Apalagi kekayaan alam yang ada di pulau ini, bahkan dunia pun mengakuinya. Baladalah primadona pariwisata di Indonesia, jika kalian ingin berwisata lengkap dan terpadu di pulau Bali inilah pusatnya. Selain terkenal dengan pariwisatanya, masyarakat di pulau Bali juga terkenal ramah dan taat beragama.

Mayoritas masyarakat yang tinggal di pulau Bali, memeluk agama Hindu. Tak heran jika kalian bertandang ke Pulau ini memang nuansanya sudah terasa kental nilai spiritualitasnya. Hal ini jugalah yang membuat masyarakat Bali selalu menjujung tinggi nilai yang diwariskan oleh para leluhurnya terdahulu

Seperti terus menjaga keseimbangan kehidupan, salah satunya dengan menjaga alam agar tetap seperti sediakala. Inilah yang membuat pulau Bali ini selalu bersih dan terjaga, bahkan salah satu desa di Pulau ini dinobatkan sebagai desa terbersih ke-3 di Dunia.

Desa Wisata Penglipuran Bali Terbersih Di Indonesia!

Apalagi kalau bukan Desa Wisata Penglipuran Bali?

Desa Penglipuran dari Desa Terbersih Hingga Menjadi Desa Wisata

A photo posted by Kultur Nusantara (@kulturnusantara) on 

Desa Penglipuran bertempat di daerah Kabupaten Bangli, Bali. Desa ini memang terkenal dengan arsitekturnya yang khas dan tentu saja kebersihannya yang sangat terjaga. Bahkan tak ada kendaraan yang boleh masuk ke desa ini. Hanya kendaraan ramah lingkungan seperti sepeda yang boleh melintas di desa ini. Sehingga desa ini terbebas dari jahatnya polusi udara. Yang unik dari desa Penglipuran ini adalah memiliki arsitektur yang sama antara satu bangunan dengan bangunan yang lainnya, dan penataan ruangan yang ada di desa ini sangat rapi dan teratur.

BACA JUGA :  Wisata Batu Karas Cijulang Favorit Para Peselancar!

Jika kalian bertandang ke desa ini jangan kaget apabila kalian tidak menemukan sampah sedikit pun disana. Jangan kaget juga melihat tata letak dari desa ini yang sangat teratur, seperti maket yang sering kita lihat di pameran-pameran. Uniknya dengan bangunan yang sama satu sama lain dari hulu hingga ke hilir, desa ini tersusun dengan rapi dengan daerah utamanya berada ditempat lebih tinggi dan semakin rendah kearah hilir. Selain itu bahan yang digunakan untuk membuat bangunan di desa ini pun sama persis satu sama lainnya.

Sejarah Desa Penglipuran

Seorang Pria Bali dengan Dua Istri, 1910. Secara umum mencintai orang lain selain istri atau suami sendiri dianggap umum sudah mengurangi kadar kesetiaan dalam perkawinan. Karena itu Hindu mengajarkan kepada umatnya untuk sejauh mungkin menghindari poligami dan poliandri. Namun, dalam tradisi umat Hindu di Bali jodoh itu diyakini sebagai suatu buah karma yang disebut dengan istilah “jatu karma”. Dalam Chanakya Nitisastra IV.1 dinyatakan, kelahiran, jenis pekerjaan/pengetahuan, kekayaan, jodoh dan kematian sudah ditetapkan Tuhan saat manusia masih dalam kandungan. Hal itu ditetapkan Tuhan berdasarkan karma-karma pada penjelmaan sebelumya. Melakukan poligami atau poliandri bukan karena suatu harapan tetapi suatu kenyataan hidup buah dari karma masa lalu. Kalau karma masa lalu harus berbuahkan poligami atau poliandri hal itu tidak bisa dihindari karena buah karma. Dalam Mantera Rg. Veda: X.85.42 ada doa yang isinya memohon Tuhan semoga pasangan suami isteri itu tetap berdua selamanya dan hidup bahagia bersama anak dan cucunya dalam sebuah rumah. Permohonan itu mengandung makna, idealnya dalam perkawinan itu tidak ada poligami dan poliandri. Penglipuran adalah salah satu desa tua di Bali yg anti #poligami. Desa ini sudah ada sejak abad ke-18. Dalam buku Melampaui Arsitektur Bali Tradisional (2000), hasil penelitian yang dilakukan I Wayan Gomudha, Desa #Penglipuran merupakan akulturasi masyarakat Bali Aga dengan Bali Majapahit. Di ujung ”bawah” desa Penglipuran terdapat sebuah papan bertuliskan Karang Memadu. Dari namanya, sekilas tempat yang ditunjuk oleh papan tulisan itu merupakan tempat untuk memadu kasih. Namun, ternyata bukan. Ternyata di sanalah lokasi untuk mengucilkan para lelaki yang berpoligami. Meski bernama karang, Karang Memadu hanyalah sebuah lahan kosong yang luas. Menurut hukum desa, setiap pria yang berpoligami harus pindah ke Karang Memadu. Pihak desa akan membangun sebuah gubuk bagi si pelanggar untuk tinggal bersama istrinya. #Sejarah #Bali #SejarahBali www.sejarahbali.com Sumber: Kompas/paduarsana.com, foto: TropenMuseum .

A photo posted by www.sejarahbali.com (@sejarahbali) on 

Nama Penglipuran mengandung makna pangelingan putra yang berarti terjadi hubungan yang sangat erat antara tanggung jawab dan tugas dalam menunaikan dharma agama. Panglipur juga bermakna sebagai pengingat, pengingat kepada leluhur. Masyarakat desa Penglipuran ini percaya bahwa leluhur mereka berasal dari Desa Bayung Gede, Kintamani. Awalnya sebelum bernama desa Penglipuran, desa ini ini bernama Kubu Bayung. Dimana dahulunya masyarakat Kubu Bayung diperintahkan oleh raja untuk membangun sebuah proyek di daerah ini. Namun pada akhirnya masyarakat Kubu Bayung memutuskan untuk tinggal di daerah ini dan membuat pemukiman.

BACA JUGA :  5 Wisata Pemandian Air Panas di Bali

Lokasi Desa Penglipuran

A photo posted by julize (@julize) on 

Desa Penglipuran bertempat di Kabupaten Bangli, Bali. Berjarak 45 Km dari kota Denpasar dan terletak di jalan utama Kintamani. Jadi, sangat mudah bagi kalian untuk menemukan desa terbersih ke-3 di dunia ini. Suasana asri begitu terasa di Desa Panglipuran ini, ketika kalian pertama kali menginjakan kaki disana. Desa yang dibangun diatas tanah seluas 112 ha, berbatasan dengan wilayah Kubu di sebelah timur, desa Gunaksa di sebelah Selatan, daerah Tukad di sebelah Barat, dan desa Kayang di sebelah Utara.

A photo posted by @veroibarra77 on 

Kalian tertarik mengunjungi desa terbersih ke-3 di Dunia ini? Untuk memasuki wilayah ini kalian hanya akan dikenakan biaya Rp 15.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Dengan begitu kalian bisa menjelajah sepuas hati kalian keseluruh pelosok desa penglipuran ini. Kalian bisa menikmati suasana asri sepuasnya yang hanya akan ada di desa Penglipuran, dan berbaur dengan warga setempat.

Comments

comments