Tol Gempol: Info Tarif Terbaru 2024, Gerbang Tol, Hingga Rest Area

Di kota terbesar ketiga Kabupaten Pasuruan termasuk di Kecamatan Gempol ini dibangun jalan tol yang menjadi kunci bagi terhubungnya ruas tol trans-Jawa di Jawa Timur. Sehingga akan terbentang jalan tol mulai dari Pelabuhan Merak, Banten, hingga Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Tiga Ruas Tol Yang Melewati Kecamatan Gempol

Ada tiga ruas tol yang melewati Gempol. Inilah ketiga Tol Gempol tersebut:

Tol Surabaya-Gempol

Jalan Tol Surabaya-Gempol (Surgem) merupakan jalan tol pertama yang dibangun di Jawa Timur. Panjang jalan tol ini adalah 45 kilometer, menghubungkan Kota Surabaya dengan daerah Gempol.

Tol Gempol-Pasuruan

Jalan tol ini kerap disingkat Gempas. Jalan tol yang menghubungkan daerah Gempol dengan Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, ini panjangnya 34,15 kilometer. Ruas tol ini terhubung dengan ruas Tol Surabaya-Gempol, Tol Gempol-Pandaan, dan Tol Pasuruan-Probolinggo.

Tol Gempol-Pandaan

Jalan bebas hambatan yang kerap disebut Tol Gempan ini menghubungkan daerah Gempol dan Pandaan, sebuah kecamatan di Kabupaten Pasuruan. Panjang tol ini 13,61 kilometer. Jalan tol ini merupakan akses utama yang menghubungkan Tol Surabaya-Gempol dengan Tol Gempol-Pasuruan.

Tarif Tol Gempol

Tarif Tol Gempol

Tarif Tol Gempol mengalami beberapa penyesuaian harga pada tahun 2022.

Jalan Tol Gempol telah beberapa kali mengalami kenaikan harga. Untuk tarif tol tahun 2023 besarannya diputuskan berdasarkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2022 yaitu nomor 164/KPTS/M/2022. Berikut besaran ketiga tarif tol Gempol.

Tarif Tol Surabaya-Gempol

Asal
Tujuan
Golongan I
Golongan II
Golongan III
Golongan IV
Golongan V
Seksi Kejapanan-Gempol
Seksi Kejapanan-Gempol
Rp 3.000
Rp 5.000
Rp 5.000
Rp 6.500
Rp 6.500
Seksi Porong-Kejapanan
Seksi Porong-Kejapanan
Rp 6.000
Rp 8.500
Rp 8.500
Rp 11.500
Rp 11.500

Tarif Tol Gempol-Pasuruan

Asal Tujuan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV Golongan V
Gempol Bangil Rp 8.000 Rp 12.000 Rp 12.000 Rp 16.000 Rp 16.000
Rembang Rp 16.000 Rp 24.500 Rp 24.500 Rp 32.500 Rp 32.500
Pasuruan Rp 24.000 Rp 36.000 Rp 36.000 Rp 48.000 Rp 48.000
Grati Rp 39.000 Rp 59.000 Rp 59.000 Rp 79.000 Rp 79.000
Bangil Rempang Rp 8.500 Rp 12.500 Rp 12.500 Rp 16.500 Rp 16.500
Pasuruan Rp 16.000 Rp 23.000 Rp 23.000 Rp 32.000 Rp 32.000
Gempol Rp 8.000 Rp 12.000 Rp 12.000 Rp 16.000 Rp 16.000
Grati Rp 32.000 Rp 48.000 Rp 48.000 Rp 63.500 Rp 63.500
Rembang Pasuruan Rp 7.500 Rp 11.500 Rp 11.500 Rp 15.500 Rp 15.500
Gempol Rp 16.000 Rp 24.500 Rp 24.500 Rp 32.500 Rp 32.500
Bangil Rp 8.500 Rp 12.500 Rp 12.500 Rp 16.500 Rp 16.500
Grati Rp 23.500 Rp 35.500 Rp 35.500 Rp 47.000 Rp 47.000
Pasuruan Gempol Rp 24.000 Rp 36.000 Rp 36.000 Rp 48.000 Rp 48.000
Bangil Rp 16.000 Rp 23.000 Rp 23.000 Rp 32.000 Rp 32.000
Rembang Rp 7.500 Rp 11.500 Rp 11.500 Rp 15.500 Rp 15.500
Grati Rp 16.000 Rp 24.000 Rp 24.000 Rp 31.500 Rp 31.500
BACA JUGA :  Sejarah Stasiun Sudirman Jakarta Selatan
Grati Gempol Rp 39.000 Rp 59.000 Rp 59.000 Rp 79.000 Rp 79.000
Bangil Rp 32.000 Rp 48.000 Rp 48.000 Rp 63.500 Rp 63.500
Rembang Rp 23.500 Rp 35.500 Rp 35.500 Rp 47.000 Rp 47.000
Pasuruan Rp 16.000 Rp 24.000 Rp 24.000 Rp 31.500 Rp 31.500

Tarif Tol Gempol-Pandaan

Asal Tujuan Golongan I Golongan II Golongan III Golongan IV Golongan V
Gempol IC Gempol JC Rp 3.000 Rp 5.000 Rp 5.000 Rp 6.000 Rp 6.000
Pandaan IC Rp 11.000 Rp 18.500 Rp 18.500 Rp 23.500 Rp 23.500
Gempol JC Pandaan IC Rp 8.500 Rp 14.000 Rp 14.000 Rp 17.500 Rp 17.500
Gempol IC Pandaan Rp 1.500 Rp 2.000 Rp 2.000 Rp 3.000 Rp 3.000

Titik Gerbang Tol Gempol

Titik Gerbang Tol Gempol

Gerbang-gerbang Tol Gempol yang menghubungkan berbagai daerah.

Dengan panjang yang berbeda, jumlah gerbang tol yang dimiliki Tol Gempol juga beragam. Berikut gerbang-gerbang tol yang ada di masing-masing Tol Gempol:

1. Tol Surabaya-Gempol

Inilah jalan tol terpanjang dibanding tiga jalan tol lain yang melewati Gempol. Karena itu wajar bila jumlah gerbang tol di jalan tol ini paling banyak dibanding dua jalan Tol Gempol lain.

  • Gerbang Tol Dupak 1-5. Gerbang tol ini berada di daerah Dupak Rukun. Di gerbang tol ini tidak ada transaksi, hanya ada transaksi di gerbang tol Dupak 1 untuk kendaraan dari arah Tanjung Perak ke arah Waru. Dari gerbang tol ini bisa menuju Pelabuhan Tanjung Perak, daerah Banyu Urip, Kota Satelit, dan Malang.
  • Gerbang Tol Banyu Urip. Sesuai namanya gerbang tol ini berada di daerah Banyu Urip. Dari gerbang tol ini bisa menuju Pasar Kembang dan daerah Tandes.
  • Gerbang Tol Kota Satelit. Kota Satelit adalah daerah Sukomanunggal, sebuah kecamatan di Surabaya. Dari gerbang tol ini bisa menuju daerah Dukuh Kupang dan Darmo.
  • Gerbang Tol Gunung Sari 1-2. Gerbang tol yang berada di Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, ini merupakan pintu untuk menuju daerah Wonokromi dan Karang Pilang.
  • Gerbang Tol Waru 1-6. Inilah gerbang yang dilalui bila akan menuju Bandara Internasional Juanda lewat tol. Juga ke daerah industri seperti Rungkut dan Tambak Sumur.
  • Gerbang Tol Waru Utama. Gerbang tol ini merupakan salah satu dari tiga titik kepadatan yang kerap terjadi saat musim mudik Lebaran. Karena untuk ke daerah lain, seperti Mojokerto, Jombang, Semarang/Solo, Malang, lewat gerbang tol ini. Karena itu kerap dilalui pemudik dari luar kota dan dalam kota.
  • Gerbang Tol Sidoarjo 1. Berada di Kabupaten Sidoarjo, gerbang tol ini memang untuk menjangkau daerah-daerah di Sidoarjo, seperti Porong, Buduran, dan Candi. Selain itu juga bisa menjadi gerbang menuju Gresik, Malang, dan Pasuruan.
  • Gerbang Tol Sidoarjo 2. Letaknya tak jauh dari Gerbang Tol Sidoarjo 1. Begitu pula tempat-tempat yang bisa dituju melalui gerbang tol tersebut. Gerbang tol ini juga kerap dipadati pemudik saat musim mudik Lebaran.
  • Gerbang Tol Porong. Dari gerbang tol ini bisa menuju ke kawasan Tanggulangin, Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo yang terkenal dengan kerajinan industri tas dan sepatu.
  • Gerbang Tol Kejapanan Utama. Gerbang tol ini juga sering mengalami kepadatan ketika musim mudik Lebaran. Karena dari gerbang tol ini kendaraan bisa menuju tol Gempol-Pasuruan, Gempol-Pandaan, dan Pandaan-Malang. Gerbang tol ini juga awal dari Tol Surabaya-Mojokerto dan Surabaya-Gresik.
  • Gerbang Tol Gempol 1-4. Ini adalah gerbang tol untuk menuju Tol Gempol-Pandaan dan daerah Gempol serta Jabon, Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo.
BACA JUGA :  Seputar Tol Palimanan Mulai dari Tarif, Gerbang, Hingga Rest Area

2. Tol Gempol-Pasuruan

Tol Gempol terpanjang kedua setelah Tol Surabaya-Gempol ini memiliki empat gerbang tol:

  • Gerbang Tol Bangil. Gerbang tol ini berada di ibu kota Pasuruan, yaitu Bangil. Dari gerbang tol ini bisa mencapai Beji, kecamatan di Pasuruan.
  • Gerbang Tol Rembang. Dari gerbang tol ini bisa menuju kawasan industri Rembang dan Kraton, yang merupakan kecamatan di Pasuruan. Kedua daerah itu juga menjadi tempat wisata.
  • Gerbang Tol Pasuruan. Gerbang tol ini merupakan pintu untuk ke pusat kota Pasuruan, juga menuju Kecamatan Kejayan di Pasuruan.
  • Gerbang Tol Grati. Ini adalah pintu masuk ke Pasuruan dari sebelah Timur, yaitu dari wilayah Nguling.

3. Tol Gempol-Pandaan

Dibanding Tol Gempol lainnya, jalan tol ini memang paling pendek, hanya 13,61 kilometer. Karena itu tol ini hanya memiliki dua gerbang tol, yaitu:

  • Gerbang Tol Gempol 1-4. Ini adalah gerbang tol yang menyambung dengan Tol Surabaya-Gempol. Keluar dari gerbang tol ini Anda bisa menuju Porong dan Bangil tanpa lewat tol.
  • Gerbang Tol Pandaan. Dari gerbang tol ini Anda bisa meneruskan perjalanan menuju Tol Pandaan-Malang, atau keluar tol untuk berwisata ke Taman Safari dan daerah Prigen atau yang dikenal dengan Tretes, salah satu kecamatan di Pasuruan yang sejuk sehingga kerap dijadikan tempat rehat.

Rest Area Tol Gempol

Rest Area Tol Gempol

Beberapa rest area di Tol Gempol ada yang masuk ke dalam tipe A, artinya fasiitasnya cukup lengkap.

Seperti jalan tol pada umumnya, Tol Gempol juga dilengkapi rest area. Ada beberapa tipe rest area di Tol Gempol ini.

Tol Surabaya-Gempol

Tol ini hanya memiliki satu rest area di masing-masing sisi. Satu di sisi Utara, yaitu di KM 753B (25B), dan satu lagi di sisi Selatan yaitu di KM 754A (26A). Kedua rest area tersebut merupakan rest area tipe A, artinya fasilitasnya cukup lengkap, mulai dari parkir, SPBU, musholla, tempat makan, ATM, dan toilet.

Tol Gempol-Pasuruan

Ruas tol ini juga hanya memiliki satu rest area pada masing-masing sisi, yaitu pada KM 792A untuk sisi Timur dan KM 792B untuk sisi Barat. Sayangnya fasilitas di kedua rest area tersebut tak begitu lengkap, sehingga masuk ke dalam rest area tipe C, yaitu hanya memiliki tempat parkir, tempat makan, dan toilet.

Tol Gempol-Pandaan

Tol ini adalah satu-satunya Tol Gempol yang tidak memiliki rest area. Mungkin karena jaraknya yang tak terlalu panjang, hanya 13,61 kilometer, sehingga pengguna jalan tol bisa menggunakan rest area di ruas tol berikutnya, seperti Tol Pandaan-Malang dan Tol Surabaya-Gempol.

BACA JUGA :  Rute KRL Commuter Line Jakarta

Pembangunan Tol Gempol

Pembangunan Tol Gempol

Jarak pembangunan masing-masing Tol Gempol cukup lama.

Masing-masing jalan Tol Gempol dibangun pada masa pemerintahan yang berbeda. Bahkan antar satu jalan Tol Gempol dengan yang lainnya memiliki rentang waktu yang cukup lama.

Jalan Tol Surabaya-Gempol

Jalan tol ini telah beroperasi selama 37 tahun, tepatnya pada 26 Juli 1986. Pada masa itu, ruas tol ini adalah yang pertama dibangun di wilayah Provinsi Jawa Timur. Saat diresmikan dan mulai beroperasi, panjang tol ini adalah 43 kilometer.

Sayangnya, akibat bencana lumpur panas Lapindo pada tahun 2006, Tol Surabaya-Gempol terpotong di jalur yang menghubungkan Porong-Gempol sepanjang 6 kilometer. Akibat terendam lumpur, pemerintah pun memutuskan untuk menutup ruas tol tersebut.

Pada tahun 2012 pemerintah merelokasi ruas tol Porong-Gempol. Ruas tol yang baru ini memiliki panjang 10 kilometer. Pembangunan dilakukan secara bertahap, ruas Kejapanan-Gempol sepanjang 3,55 kilometer mulai beroperasi pada tahun 2015.

Tiga tahun kemudian, yaitu pada tahun 2018, ruas Porong-Kejapanan sepanjang 6,45 kilometer diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Sehingga Tol Surabaya-Gempol kembali beroperasi secara utuh dan panjangnya menjadi 45 kilometer.

Jalan Tol Gempol-Pasuruan

Tol yang merupakan bagian dari Tol Trans Jawa ini dibangun untuk antar-kota utama di Jawa Timur. Pada awal beroperasi, yaitu di tahun 2018, ruas tol ini statusnya bersifat fungsional, dibuka untuk arus mudik dan arus balik Lebaran saat itu. Hal tersebut terjadi karena baru ruas Gempol-Rembang yang selesai dibangun.

Pembangunan ruas tol yang dimaksudkan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur ini terdiri dari tiga seksi:

– Seksi I Gempol-Rembang sepanjang 13,9 kilometer dan dioperasikan tahun 2017.

– Seksi II Rembang-Pasuruan sepanjang 6,6 kilometer, beroperasi tahun Juni 2018.

– Seksi III Pasuruan-Grati sepanjang 13,65 kilometer, beroperasi tahun Desembar 2018.

Jalan Tol Gempol-Pandaan

Jalan tol ini baru dibangun pada tahun 2012. Pemancangan tiang pertama saat itu dilakukan oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Dirut PT Margabumi Adhikarya Ir. Setiyono, dan Bupati Pasuruan Dade Angga.

Pembangunan ruas tol ini terdiri dari dua tahap, yaitu:

– Tahap pertama Gempol IC-Pandaan IC sepanjang 12,05 kilometer. Mulai beroperasi tahun 2015.

– Tahap kedua Pandaan IC-Pandaan sepanjang 1,56 kilometer, dan mulai dioperasikan pada tahun 2019.

Pemegang Konsensi Tol Gempol

Tol Surabaya-Gempol yang berdiri pada tahun 1986 saat ini dikelola oleh PT Jasamarga Surabaya-Gempol. Masa konsesi yang diberikan pemerintah adalah 35-40 tahun. Setelah itu akan dikembalikan kepada pemerintah. Dengan perkiraan konsesi diberikan sebelum tahun 2004, maka akan berakhir sekitar tahun 2044.

Sedangkan untuk Tol Gempol-Pasuruan konsesi dipegang oleh PT Jasamarga Gempol Pasuruan. Dengan masa konsesi selama 45 tahun, terhitung sejak penerbitan Surat Mulai Konstruksi (SPMK). Diperkirakan masa konsesi akan berakhir pada tahun 2058.

Berbeda dengan dua Tol Gempol yang lain, Tol Gempol-Pandaan memiliki masa konsesi paling sedikit, yaitu 35 tahun. Konsesi ini dipegang oleh PT Jasamarga Pandaan Tol. Sebelumnya PT Jasamarga Pandaan Tol memiliki 79,85% saham, namun kemudian membeli saham PT Margabumi Matraraya.

Subscribe, follow Facebook Page Lapakfjbku dan ikuti terus lapakfjbku.com untuk mendapatkan informasi, juga inspirasi terbaru dan setiap hari Anda semakin seru!


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com