Semua Menjadi Kambing Dungu di depan Singa Sakti [ Tragedi Lion Air JT 610 ]

By | November 6, 2018

189 Putra Putri Bangsa Korban Musibah Lion kemarin adalah tumbal dari kesontoloyoan maskapai singa merah yang ditabungnya sejak lama!!

Maaf jika tulisan pembuka ini jauh dari nilai prikemanusiaan, namun sudah berbagai macam peringatan dari mulai pelan hingga keras tidak lantas membuat Lion menjadi Maskapai yang Manusiawi.

****
Diizinkan Tuhan memiliki kerjaan yang mengharuskan rata-rata satu sampe dua kali terbang setiap minggunya, jadi tahu apa pembeda satu maskapai dengan maskapai lainnya.

Sering naik maskapai ini?? Beuhh…mau ditahan – tahan kayak gimanapun, ngaku trauma, kesel ama delaynya dan bersumpah gak mau pake si Lion ini, tetep aja gak bisa ngelak…rute paling banyak ya dia yang punya.

Semua Menjadi Kambing Dungu di depan Singa Sakti

 

Bandung Lampung, sebelum ada Garuda..gw naik ini.

Jogja – Bandung , jadi pilihan dibanding landing ke jkt dan ngalamin macet jakarta bandung yang makin menggila akhir akhir ini.

Pekanbaru -Bandung ; Bandung – Halim ; Bandung – Lombok ; Bandung – Makassar dan masih banyak lagi.

Rute yang dia sediain memang membuat customer jadi gak punya pilihan. Emang bagus ya ?? Hahhaa..NGGAK sama sekali. Seringkali Biskuat, dua buah permen dan sejenis Aqua Gelas menemani amarah penumpang dalam ketidakpastian kapan dia bisa diterbangkan.

Maskapai ini jelek dan paling belangsak ! bukan gw yang ngomong, tapi ownernya sendiri yang ngomong .. cek deh https://bisniskeuangan.kompas.com/…/Rusdi.Kirana.di.Balik.L… .

Ribuan sumpah serapah; Ratusan komplain; puluhan kejadian penumpang mau kelahi ama Ground Handling-nya; belasan petisi “tutup Lion!“ mewarnai perjalanan maskapai ini. Apa ada perbaikan ?? ADA, walau cuma dikit!!! Makin kesini dia gak berjam-jam lagi delaynya..

Apakah Lion mempermainkan pasar ? Nggak, dia sediain produk dan jasa, masyarakat butuh. Problem Solution Fit!
Dia punya rute, disaat maskapai lain ga punya itu, padahal demand tinggi.. yo wis, Itu Product Market Fit.

Lantas yang jadi masalah dimana ? Masalahnya Gaes , PERTAMA, si penguasa rute itu ga memperhatikan suara konsumen. Suara masyarakat, suara penggunanya. Dia bodo amat ama kita-kita penggunanya. Lo mau pake silahkan, lo ga mau terbang ama gw..ya renang aja ke destinasi loe!

Sebelum musibah kemarin, apakah Lion pernah di komplain pelayanannya jutek? Apakah dia pernah meriset berapa banyak penumpangnya yang ketakutan ketika Lion milih nabrak awan aja dibanding terbang berputar mencari spot yang lebih “menenangkan” buat penumpangnya??

Komplain bagi maskapai ini, dianggap sebagai promosi gratis yang membuat dia makin terkenal. Asem!! (Baca : http://makassar.tribunnews.com/2018/11/01/mengapa-lion-air-sering-delay-karni-ilyas-terkejut-dengar-jawaban-sang-pemilik-rusdi-kirana?page=3&fbclid=IwAR1GJOmOL3ZJRmvEs4A0XbCpFC5CqZb-d4JA31_1sZXOisY7ZCto0gH3hF0)

Menurut saya pribadi, Pilot maskapai ini — dibanding maskapai lain, adalah pilot yang paling irit bicara ama penumpangnya. Apakah mereka tidak bisa? Bisalah, mereka juga putra terbaik bangsa, tapi ga ada regulasi dari perusahaannya untuk berkomunikasi dengan penumpangnya. Jadi ya yang penting terbang..sampe tujuan..titik!. Saya nyadar diri aja..Bayar murah kok pengen friendly?

Bahkan, gw rasa .. klo Garuda, Sriwijaya dan NAM airnya, Citilink, Air Asia mau masuk ke awan yang berpotensi turbulance, pilotnya ngomong dulu sebelum kita ngalamin goyangan. Lion?? Nggak..dia berguncang dulu, baru TING!! Warning nyala..dan kalo dirasa perlu ngomong..ya dia ngomong.

masalah KEDUA, dan ini masalah terbesar. Pembiaran ini didukung oleh diamnya penyelenggara Negara.

Lo pernah liat Negara hadir untuk merespons pasar tentang Lion Air sebelum musibah kemarin terjadi ??

Selama ini, Teguran cuma buat basa basi; ancaman ditutup ? Boro-boro, perluasan rute malah tetap diberikan. YLKI berkutik? Gileeee siapalah dia YLKI itu, Kementrian Perhubungan aja mingkem dengan kejadian selama ini.

DPR ? Bah dia lagi..cuma bisa memaklumi! Berita di running text kemarin bilang “DPR Memaklumi jika Australia melarang aparatnya Terbang dengan menggunakan Lion”.l (baca : DPR Maklumi Australia Larang Pejabatnya Gunakan Lion Air cnn.id/343304 )

Yaa iyalah..mereka hadir untuk melindungi warganya. Kalo kita ??? Mungkin Negara ini ingin Kita menjadi makin dewasa untuk tumbuh dengan pilihan kita masing-masing, termasuk tentang hap yang mendasar keselamatan.

Eitss tunggu dulu, tapikan Kemenhub memberhentikan Direktur Teknis Lion Air ?? Yup, dengan alasan agar investigasi satu minggu dapat berjalan dengan baik. (Baca : Lhttps://amp.kompas.com/ekonomi/read/2018/10/31/150100326/menhub-berhentikan-direktur-teknik-lion-air-manajemen-tunjuk-plt )

Lhaaa kok belum satu minggu udah ada kesimpulan “Lion Air” Layak terbang!!! (Baca : http://a.msn.com/01/id-id/BBP67Bx?ocid=sw )

Ini belum apa apa kok udah yakin pesawat yang kemarin jatuh laik terbang ? Pendapat ini mengarahnya kemana?? KNKT belum selesai investigasinya.. maksudnya apa?

Kenapa kesaksian penumpang denpasar -jkt semalam sebelum JT 610 jatuh, kok lagi – lagi dianggap angin lalu??? Naga-naganya mau nyelametin wajah Lion lagi dan kayak mau bilang ini human error??? Tega!!!!

Walau maut tak bisa dielakkan jika sudah tiba pada waktunya, namun sesungguhnya musibah ini bisa diantisipasi jika Regulator Penerbangan mau mengambil langkah untuk membenahi perusahaan yang dinilai kacrut dan membahayakan. Bukan malah membiarkan.

Ingat pembiaran itu ternyata harganya nyawa dan nasib para keluarga yang ditinggalkan.

Sesakti apapun Lion Air dan singgasananya, seharusnya pemerintah bisa mengambil tindakan untuk membuat warganya merasa terayomi dan terlindungi. Penyelenggara Negara ini seharusnya lebih sakti dibanding seorang Rusdi!

*****
Semoga yang kita yang masih hidup tersadarkan,

Semoga keluarga yang ditinggalkan dilimpahi Allah kekuatan dan kesabaran.

Bagi para korban semoga mendapatkan husnul khatimah sebagai pejuang keluarga.

Allahummagfirlahum warhamhum wa’aafihim wa fu’anhum.

Sumber: https://pastebin.com/dPhpAPad dan status fb disini (status asli tampaknya sudah dihapus, entah sama fb atau sama orangnya)

Comments

comments