9 Layanan Esensial yang Tetap Beroperasi Saat PSBB 2020

Saat pembatasan aktivitas diterapkan pada masa awal pandemi COVID-19, tidak semua kegiatan masyarakat bisa dihentikan begitu saja. Rumah sakit tetap membutuhkan tenaga medis, listrik harus mengalir, warga perlu membeli makanan, dan pasokan barang mesti sampai ke daerah tujuan. Inilah alasan mengapa layanan esensial mendapat perlakuan berbeda dari kegiatan yang dapat ditunda.

Pada 2020, istilah lockdown ramai digunakan masyarakat. Namun, kebijakan yang diatur pemerintah Indonesia ketika itu adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), dengan dasar antara lain PP Nomor 21 Tahun 2020 dan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020. Pembatasan bukan berarti setiap fasilitas otomatis ditutup atau semua tempat boleh beroperasi seperti biasa.

Catatan arsip: artikel ini membahas situasi serta aturan tahun 2020 sebagai bagian dari sejarah penanganan COVID-19. Daftar sektor di bawah bukan daftar izin operasional atau aturan pembatasan yang sedang berlaku pada 2026. Jika membutuhkan regulasi mutakhir untuk keadaan darurat, periksa kebijakan terbaru dari instansi berwenang.

Apa yang Dimaksud Layanan Esensial Saat PSBB 2020?

Layanan esensial adalah kegiatan yang perlu tetap tersedia demi keselamatan, kesehatan, kebutuhan dasar, dan kelangsungan fungsi masyarakat. Contohnya layanan medis darurat, distribusi pangan, tenaga listrik, air bersih, telekomunikasi, dan keamanan. Namun, status esensial tidak berarti semua pegawai bekerja seperti biasa atau semua gerai dapat melayani pengunjung tanpa pembatasan.

Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 memuat pengecualian tertentu terhadap penghentian aktivitas di tempat kerja, disertai kewajiban menjaga pengaturan kerja minimum dan pencegahan penularan. Untuk memahami beda istilah yang sering tertukar, kamu bisa membaca perbedaan lockdown, pembatasan perbatasan, dan social distancing sebagai arsip diskusi periode yang sama.

Kenapa Tidak Semua Tempat Harus Tutup?

Bayangkan jika listrik padam berhari-hari dan teknisi dilarang memperbaikinya, atau truk pengantar pangan tidak dapat bergerak ke pasar. Pembatasan yang tidak membedakan kebutuhan penting berisiko menambah masalah baru. Karena itu, pengaturan sektor esensial perlu mempertimbangkan kelangsungan layanan sekaligus keselamatan pekerja dan pengguna.

Dasar Rujukan untuk Melihat Pengecualian pada 2020

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020 memberikan daftar kegiatan tertentu yang dapat beroperasi dengan persyaratan. Di tingkat layanan kesehatan, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menerbitkan panduan agar penanganan COVID-19 tidak memutus layanan medis penting untuk penyakit atau kondisi lainnya.

9 Layanan dan Kegiatan yang Penting Selama Pembatasan

1. Rumah Sakit, Klinik, Apotek, dan Layanan Darurat

Rumah sakit tidak hanya menangani pasien penyakit menular. Pada masa pandemi tetap ada orang yang membutuhkan operasi darurat, perawatan persalinan, penanganan kecelakaan, layanan obat rutin, serta pemeriksaan penyakit kronis. WHO dalam panduan 1 Juni 2020 menekankan pentingnya mempertahankan layanan kesehatan esensial sambil menata prosedur keselamatan.

Bukan berarti seluruh layanan kesehatan berjalan tanpa perubahan. Sejumlah pelayanan dapat diatur ulang, dijadwalkan, atau dialihkan ketika beban layanan meningkat. Prinsipnya, kebutuhan medis yang tidak bisa menunggu harus tetap mendapat akses aman dengan perlindungan bagi pasien dan tenaga kesehatan.

BACA JUGA :  Menghalau Tsunami Covid-19 di Indonesia Dengan Social Distancing

Auto Draft

Pelajaran untuk Keadaan Darurat

Perencanaan kontinuitas rumah sakit harus memperhitungkan tenaga kerja, stok obat, listrik cadangan, sanitasi, layanan ambulans, dan komunikasi rujukan. Tanpa itu, dampak krisis bisa menjalar ke pasien yang bahkan tidak terkena penyakit penyebab wabah.

2. Keamanan, Polisi, dan Perlindungan Masyarakat

Layanan keamanan tetap dibutuhkan untuk merespons tindak pidana, mengatur keselamatan lalu lintas, membantu keadaan darurat, dan mendukung distribusi kebutuhan dasar. Lampiran Permenkes 9/2020 mencantumkan instansi pertahanan dan keamanan serta layanan keamanan tertentu dalam pengaturan pengecualian.

Perlu dibedakan antara keberlanjutan layanan keamanan dan penggunaan pembatasan secara berlebihan. Pada masa darurat, tindakan petugas harus tetap mengikuti ketentuan hukum serta memperhatikan keselamatan dan hak masyarakat.

3. SPBU, LPG, dan Distribusi Bahan Bakar

Bahan bakar diperlukan kendaraan ambulans, petugas penyelamat, truk pangan, armada logistik, serta kegiatan penting lainnya. Itu sebabnya pompa bensin, LPG, dan layanan tertentu dalam rantai pasokan energi termasuk bagian dari pengecualian aktivitas menurut Permenkes 9/2020.

Namun pengecualian kegiatan tidak berarti semua aktivitas berkendara menjadi bebas pembatasan. Pengangkutan dan penggunaan kendaraan tetap dapat mengikuti aturan setempat yang berbeda sesuai jenis barang, wilayah, dan periode.

4. Warung Kebutuhan Pokok, Pasar, dan Minimarket

Walaupun kerumunan perlu ditekan, masyarakat masih harus mengakses beras, minyak goreng, sayuran, obat, air minum, serta kebutuhan harian lainnya. Aturan PSBB pada 2020 memberi pengecualian untuk usaha terkait bahan pangan, barang pokok, dan barang penting, termasuk toko-toko penyedia kebutuhan tersebut.

Auto Draft

Belanja Secukupnya dan Perhatikan Akses Kelompok Rentan

Ketika muncul ketidakpastian, sebagian orang terdorong membeli barang jauh di atas kebutuhan. Perilaku demikian justru bisa menyulitkan tetangga yang tidak mampu berbelanja dalam jumlah besar. Untuk kebiasaan konsumsi yang lebih hati-hati, baca tips menjadi pembeli yang cermat.

5. Jalan, Tol, Transportasi Barang, dan Layanan Logistik

Jalan raya dan jalan tol merupakan prasarana penting bagi arus barang. Dalam kondisi pembatasan, kendaraan yang mengangkut pangan, obat, alat kesehatan, atau kebutuhan penting lainnya tetap harus mempunyai jalur distribusi yang jelas. Lampiran Permenkes 9/2020 mencakup pengecualian untuk sejumlah perusahaan logistik serta angkutan barang.

Perlu diluruskan, status layanan logistik esensial bukan berarti semua kendaraan atau penumpang bebas bepergian pada periode pembatasan. Kebijakan mobilitas orang, angkutan penumpang, dan angkutan barang dapat berbeda. Informasi rute dan tarif Tol Trans Jawa adalah bacaan perjalanan terpisah; tarif serta ketentuan penggunaannya harus diperiksa lagi pada saat berangkat.

6. Listrik, Air Bersih, dan Sanitasi

Pembangkit listrik, jaringan distribusi, pasokan air bersih, dan layanan sanitasi menopang hampir semua kebutuhan masyarakat. Rumah sakit memerlukan listrik untuk alat medis; rumah tangga membutuhkannya untuk penerangan serta komunikasi; pengelolaan air membantu menjaga kebersihan lingkungan.

BACA JUGA :  Herd Immunity COVID-19: Risiko Infeksi Alami dan Peran Vaksin

Auto Draft

Permenkes 9/2020 menyebut utilitas publik berupa listrik, air, dan sanitasi sebagai kegiatan yang perlu tetap berfungsi dengan pengaturan tertentu. Sulit membayangkan layanan kesehatan dan kebutuhan pokok berjalan tanpa dukungan infrastruktur tersebut.

Untuk gambaran dampak listrik pada kehidupan sehari-hari, lihat artikel apa yang terjadi jika dunia tanpa listrik. Bagi rumah tangga, pengelolaan pemakaian juga bisa dipelajari lewat cara menghitung daya listrik.

7. Perawatan Hewan, Pakan Ternak, dan Kebutuhan Biologis

Artikel lama menyebut “usaha hobi” sebagai sektor yang harus tetap buka. Bagian ini perlu diperjelas: yang layak diprioritaskan bukan seluruh toko hobi, melainkan kegiatan terkait kesejahteraan hewan, pakan ternak, kesehatan hewan, karantina, pembibitan, dan pemeliharaan makhluk hidup yang tidak dapat ditunda.

Dalam lampiran Permenkes 9/2020 terdapat ketentuan mengenai pakan ternak, obat dan vaksin hewan, karantina hewan, pemeliharaan kebun binatang, pembibitan, dan kebutuhan terkait. Jadi toko aksesori hobi tidak otomatis masuk kelompok esensial hanya karena menjual produk untuk hobi; harus dilihat jenis operasional dan pengecualian yang berlaku saat itu.

Auto Draft

8. Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana

Wabah tidak menghentikan risiko kebakaran, banjir, kecelakaan, serta peristiwa berbahaya lainnya. Petugas pemadam kebakaran dan layanan penanganan bencana tetap memerlukan kesiapan, perlengkapan, serta akses jalan yang memadai. Lampiran Permenkes 9/2020 mencantumkan pemadam kebakaran dan unit pengelolaan bencana tertentu dalam kegiatan yang dikecualikan.

Hal ini relevan karena bencana dapat terjadi bersamaan dengan kedaruratan kesehatan. Masyarakat juga perlu memiliki pengetahuan dasar seperti tips menghadapi banjir dan menyiapkan nomor layanan darurat lokal, bukan menunggu bencana terjadi untuk mencari informasi.

9. Telekomunikasi, Internet, Perbankan, dan Layanan Daring

Selama pembatasan, komunikasi jarak jauh menjadi semakin penting. Internet membantu orang memperoleh informasi, bekerja dari rumah, berhubungan dengan keluarga, serta mengakses layanan digital. Bank, sistem pembayaran, layanan ATM, operator telekomunikasi, dan infrastruktur data disebut dalam pengecualian Permenkes 9/2020.

Tetapi klaim “usaha online pasti tidak terdampak lockdown” terlalu menyederhanakan keadaan. Penjual daring tetap bergantung pada stok barang, gudang, kurir, jaringan internet, daya beli pelanggan, dan kelancaran distribusi. Situs bisa tetap dibuka sementara proses pengiriman mengalami penundaan.

Untuk mengurangi risiko transaksi, konsumen tetap perlu memperhatikan keaslian toko, metode pembayaran, dan bukti pembelian. Pelajari juga layanan informasi riwayat kredit melalui iDebKu bila mempertimbangkan fasilitas pembiayaan, bukan untuk menyimpulkan kondisi ekonomi dari informasi yang belum lengkap.

Perbandingan: Esensial Tidak Sama dengan Bebas Pembatasan

Jenis kegiatan
Kenapa penting
Catatan konteks PSBB 2020
Kesehatan
Penanganan kondisi medis
Perlu tetap tersedia dengan pengaturan keselamatan
Pangan dan kebutuhan pokok
Kebutuhan makan sehari-hari
Operasional dapat dibatasi dan disesuaikan
Energi dan utilitas
Pasokan listrik, air, bahan bakar
Tim teknis dan distribusi dibutuhkan
Logistik
Pengiriman obat dan kebutuhan dasar
Tidak sama dengan izin semua perjalanan penumpang
Komunikasi dan keuangan
Akses informasi dan transaksi
Pelayanan tatap muka dapat diatur
Keamanan serta penanggulangan bencana
Respons peristiwa darurat
Kesiapsiagaan tetap diperlukan
BACA JUGA :  Informasi Mudik Gratis Dephub Khusus Pengguna Sepeda Motor

Apakah Pengaturan Selalu Sama di Setiap Daerah?

Tidak. Penerapan PSBB dan kebijakan turunan dapat berbeda menurut wilayah serta masa berlakunya. Daftar dalam regulasi nasional memberi kerangka, sedangkan rincian teknis dapat ditentukan melalui aturan pelaksanaan yang relevan. Karena itu, pembaca tidak boleh memakai artikel arsip ini sebagai izin operasional usaha pada masa sekarang.

Pelajaran dari Pengalaman PSBB 2020

1. Kebutuhan Pokok Harus Direncanakan Bersama Perlindungan Kesehatan

Menjaga kesehatan masyarakat tidak cukup dengan menghentikan pergerakan. Pangan, sanitasi, listrik, dan layanan medis juga harus tetap menjangkau kelompok rentan. Jika salah satunya terputus, dampak tidak langsung bisa sangat besar.

2. Tidak Semua Pekerja Bisa Bekerja dari Rumah

Tenaga kesehatan, operator listrik, kurir logistik, petugas air bersih, dan pemadam kebakaran memerlukan kehadiran fisik pada situasi tertentu. Karena itu, keselamatan kerja dan perlindungan bagi mereka harus menjadi bagian dari kebijakan, bukan urusan tambahan.

3. Informasi Publik Harus Jelas dan Konsisten

Penduduk perlu tahu layanan apa yang tetap ada, cara mengaksesnya, serta mana yang dibatasi. Informasi yang tidak jelas dapat memicu kepanikan atau pembelian berlebihan. Untuk menelusuri awal kebijakan pandemi, baca sejarah penyebaran COVID-19 dalam linimasa serta arsip diskusi mengenai opsi pembatasan pada 2020, sambil memperhatikan tanggal dan konteks penulisannya.

Pertanyaan Seputar Sektor Esensial Saat PSBB

Apakah semua toko diperbolehkan buka selama PSBB 2020?

Tidak. Regulasi membedakan jenis usaha dan kegiatan yang memperoleh pengecualian. Pengecualian pun dapat dibarengi pembatasan operasional dan langkah keselamatan, bukan kebebasan tanpa syarat.

Apakah logistik boleh beroperasi saat kegiatan penumpang dibatasi?

Dalam lampiran Permenkes 9/2020, perusahaan logistik dan transportasi barang untuk komoditas penting termasuk pengecualian tertentu. Kegiatan pengangkutan penumpang harus dilihat terpisah sesuai ketentuan yang berlaku ketika itu.

Kenapa layanan kesehatan harus tetap jalan?

Karena keadaan darurat seperti serangan jantung, kecelakaan, persalinan, atau kebutuhan pengobatan berkelanjutan tidak berhenti ketika terjadi wabah. WHO menekankan pentingnya mempertahankan layanan esensial dengan prosedur aman.

Apakah istilah lockdown sama dengan PSBB?

Dalam percakapan sehari-hari keduanya sering dipakai bergantian, tetapi konteks hukum Indonesia pada 2020 menggunakan istilah resmi PSBB, dengan ketentuan dan pengecualian yang dirinci dalam aturan terkait.

Kesimpulan

Pengalaman pandemi COVID-19 pada 2020 memperlihatkan mengapa beberapa kegiatan publik tetap harus tersedia ketika aktivitas lain dibatasi. Rumah sakit, keamanan, penyedia pangan, utilitas, bahan bakar, logistik, komunikasi, serta penanggulangan bencana berperan menjaga kebutuhan dasar masyarakat.

Namun, layanan esensial bukan berarti tanpa pembatasan. Kebijakan pada masa PSBB tetap mengatur syarat operasional dan keselamatan. Jika membaca ulang berita lama tentang lockdown, pastikan konteks tahunnya jelas dan jangan menganggap daftar historis ini sebagai aturan yang berlaku untuk situasi sekarang.

Referensi Resmi


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com