10 Spot Foto di Surabaya Paling Instagramable

Surabaya tidak hanya identik dengan gedung perkantoran, pusat perdagangan, jalan raya yang sibuk, dan cuaca yang membuat orang ingin terus mencari minuman dingin.

Di balik statusnya sebagai salah satu kota terbesar di Indonesia, Kota Pahlawan mempunyai banyak sudut yang menarik untuk dijadikan latar foto.

Kamu bisa menemukan bangunan kolonial di kawasan kota lama, galeri seni bawah tanah, jalan heritage yang hidup pada malam hari, taman bambu, kawasan mangrove, sampai pelabuhan dengan pemandangan laut dan kapal pesiar.

Karakter setiap tempat juga berbeda.

Ada yang cocok untuk foto bergaya vintage.

Ada yang terlihat dramatis saat matahari terbenam.

Ada pula yang paling menarik ketika lampu-lampu kota sudah menyala.

Jadi, kalau selama ini kamu menganggap Surabaya hanya cocok untuk perjalanan bisnis atau wisata kuliner, waktunya melihat kota ini dari sisi yang berbeda.

Siapkan smartphone atau kamera, kenakan pakaian yang nyaman, lalu jelajahi 10 spot foto di Surabaya paling rekomendasi untuk konten Instagram berikut ini.

Kalau ingin memulai perjalanan dari kawasan pusat kota, baca juga panduan lengkap mengenai Alun-Alun Bawah Tanah Surabaya dan cara masuknya.

10 Spot Foto di Surabaya yang Instagramable dan Masih Relevan Dikunjungi

No.
Spot Foto
Karakter Visual
Waktu Terbaik
1
Alun-Alun Surabaya
Heritage, galeri seni, urban
Pagi atau sore–malam
2
Jalan Tunjungan
Bangunan kolonial dan lampu kota
Sore–malam
3
Kota Lama Surabaya dan Jalan Gula
Vintage, industrial, heritage
Pagi
4
Surabaya North Quay
Laut, kapal, sunset
Sore
5
Tugu Pahlawan
Monumental dan sejarah
Pagi atau sore
6
Wisata Perahu Kalimas dan Museum Pendidikan
Sungai kota, lampion, bangunan lawas
Sore–malam
7
Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih
Hijau, bambu, taman tematik
Pagi
8
Taman Suroboyo dan Kampung Bulak
Pesisir, patung ikonik, warna-warni
Pagi atau sore
9
THP Kenjeran dan Jembatan Suroboyo
Pantai kota dan sunset
Sore
10
Kebun Raya Mangrove Surabaya
Boardwalk, mangrove, wisata alam
Pagi

1. Alun-Alun Surabaya, Perpaduan Heritage dan Seni Kontemporer

Alun-Alun Surabaya, Perpaduan Heritage dan Seni Kontemporer

Alun-Alun Surabaya berada di kompleks Balai Pemuda, Jalan Gubernur Suryo.

Tempat ini menawarkan kombinasi visual yang jarang ditemukan dalam satu lokasi.

Di bagian luar terdapat bangunan heritage, taman kota, air mancur, dan area terbuka yang menghadap ke suasana pusat Surabaya.

Sementara di bagian bawah tanah terdapat ruang galeri yang digunakan untuk pameran, kegiatan seni, dan acara komunitas.

Kontras antara bangunan lama di permukaan dan ruang modern di basement membuat Alun-Alun Surabaya cocok untuk berbagai konsep konten.

Spot Foto yang Bisa Dicoba

  • fasad Gedung Balai Budaya;
  • tulisan Alun-Alun Surabaya;
  • area taman dan air mancur;
  • lorong menuju basement;
  • ruang galeri ketika terdapat pameran;
  • suasana malam dengan latar gedung yang diterangi lampu.

Waktu Terbaik Berfoto

Pagi cocok untuk mendapatkan area luar yang relatif lebih sepi.

Kalau menginginkan suasana urban, datanglah menjelang sore dan tunggu sampai lampu-lampu menyala.

Untuk area basement, periksa jadwal kegiatan atau reservasi melalui kanal tiket wisata Pemerintah Kota Surabaya.

Tips Lapakfjbku.com: Hindari menggunakan flash berlebihan di dalam galeri. Beberapa karya atau pameran dapat mempunyai aturan fotografi tersendiri.

Alamat: Jl. Gubernur Suryo No.15, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Tiket: Area publik umumnya gratis. Reservasi dapat diperlukan untuk kegiatan atau ruang tertentu.

2. Jalan Tunjungan, Spot Foto Heritage yang Hidup Saat Malam

Jalan Tunjungan, Spot Foto Heritage yang Hidup Saat Malam

Jalan Tunjungan merupakan salah satu koridor paling ikonik di Surabaya.

Deretan bangunan lama, trotoar, papan nama pertokoan, hotel bersejarah, dan gemerlap lampu malam membuat kawasan ini menjadi favorit pemburu street photography.

Ketika malam tiba, suasananya terasa lebih hidup.

Warga berjalan kaki.

Pengunjung mencari makanan.

Musisi tampil pada titik tertentu.

Sementara gedung-gedung heritage menjadi latar yang membuat foto terlihat klasik sekaligus modern.

Ide Konten di Jalan Tunjungan

  • foto berjalan dengan latar deretan gedung;
  • portrait malam dengan lampu kendaraan;
  • long exposure lalu lintas;
  • detail jendela, pintu, dan papan nama gedung lama;
  • foto kuliner dan suasana jalan;
  • konten reels berupa perjalanan dari Siola menuju Hotel Majapahit.

Datang Saat Blue Hour

Blue hour adalah waktu setelah matahari terbenam ketika langit belum benar-benar gelap.

Pada waktu ini, warna biru langit bisa berpadu dengan lampu gedung dan kendaraan.

Hasilnya sering lebih menarik daripada datang ketika malam sudah terlalu gelap.

Setelah selesai membuat konten, perjalanan bisa dilanjutkan ke salah satu tempat ngopi favorit di Surabaya.

Lokasi: Jalan Tunjungan, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Tiket: Gratis karena merupakan jalan dan kawasan publik.

3. Kota Lama Surabaya dan Jalan Gula, Surga Konten Bergaya Vintage

Kalau kamu menyukai foto bernuansa lawas, arahkan perjalanan ke Kota Lama Surabaya.

BACA JUGA :  Yuk Explore Wisata Pulau Bintan Kepulauan Riau!

Kawasan heritage Surabaya Utara mempunyai beberapa zona sejarah yang merepresentasikan perkembangan kota pelabuhan dan perdagangan.

Di dalamnya terdapat bangunan kolonial, kawasan Pecinan, area Arab, jalan-jalan tua, dan berbagai landmark bersejarah.

Salah satu titik yang sejak lama disukai fotografer adalah Jalan Gula.

Gangnya tidak terlalu lebar.

Dinding bangunan memperlihatkan tekstur bata, cat yang memudar, pintu kayu, dan detail arsitektur lama.

Semua elemen tersebut cocok untuk foto bergaya vintage, editorial, maupun cinematic.

Spot Menarik di Kawasan Kota Lama

  • Jalan Gula;
  • Jalan Rajawali;
  • Gedung Internatio;
  • Jembatan Merah;
  • kawasan Kembang Jepun;
  • bangunan tua di sekitar Kalimas;
  • Pos Bloc Surabaya;
  • fasad gedung perbankan dan perdagangan lama.

Etika Berfoto di Kawasan Heritage

Jangan bersandar, memanjat, atau menempelkan properti pada bangunan tua tanpa izin.

Beberapa gedung masih digunakan sebagai kantor, tempat usaha, tempat ibadah, atau fasilitas publik.

Kalau ingin melakukan pemotretan profesional dengan kru dan peralatan besar, tanyakan izin kepada pengelola lokasi.

Setelah berkeliling, kamu bisa mencari kuliner khas kota seperti pecel semanggi Surabaya yang kini semakin jarang ditemukan.

Lokasi utama: Kawasan Jembatan Merah, Rajawali, Kembang Jepun, Pabean Cantian, dan sekitarnya.

Tiket kawasan: Gratis. Museum atau bangunan tertentu dapat mempunyai jadwal dan tiket sendiri.

4. Surabaya North Quay, Berfoto dengan Latar Laut dan Kapal Pesiar

Surabaya North Quay, Berfoto dengan Latar Laut dan Kapal Pesiar

Surabaya North Quay berada di Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara, Pelabuhan Tanjung Perak.

Tempat ini menawarkan pemandangan yang sangat berbeda dari destinasi perkotaan lainnya.

Dari teras tepi laut, kamu dapat melihat Selat Madura, aktivitas pelabuhan, kapal penumpang, dan pada jadwal tertentu kapal pesiar internasional yang sedang bersandar.

Kalau cuaca cerah, sore menjadi waktu paling menarik.

Matahari yang mulai rendah menghasilkan warna hangat pada permukaan laut, kapal, dan area terminal.

Konsep Foto yang Bisa Dicoba

  • siluet dengan latar matahari terbenam;
  • wide shot kapal pesiar;
  • portrait di area teras tepi laut;
  • foto aktivitas pelabuhan;
  • timelapse perubahan cahaya sore;
  • reels kedatangan kapal pesiar.

Cek Jadwal Kapal Pesiar

Kapal pesiar tidak bersandar setiap hari.

Kalau tujuan utama kamu adalah membuat konten dengan kapal besar sebagai latar, periksa pengumuman terbaru di akun resmi Surabaya North Quay.

Jam operasional juga dapat disesuaikan ketika ada event atau kedatangan kapal.

Publikasi event pada 2026 beberapa kali mencantumkan tiket masuk sekitar Rp10.000, tetapi tarif dapat berubah.

Alamat: Terminal Penumpang Gapura Surya Nusantara Lantai 3, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

Jam: Umumnya buka siang sampai malam dan tutup pada Senin. Cek jadwal terbaru sebelum datang.

5. Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember

Tugu Pahlawan merupakan salah satu simbol yang paling kuat mewakili identitas Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

Monumen yang menjulang di tengah ruang terbuka ini bisa menghasilkan komposisi foto yang tegas dan monumental.

Kamu bisa mengambil gambar dari posisi rendah agar monumen terlihat semakin tinggi, menggunakan pepohonan sebagai bingkai, atau memanfaatkan bayangan pada pagi dan sore hari.

Jangan Hanya Berfoto di Luar

Di dalam kawasan terdapat Museum Sepuluh Nopember.

Museum ini menyimpan koleksi, foto, artefak, dan diorama yang berkaitan dengan pertempuran Surabaya.

Konten yang dibuat pun tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga bisa mempunyai nilai sejarah dan edukasi.

Informasi Kunjungan

Portal tiket wisata Surabaya saat ini mencantumkan:

  • jam operasional sekitar 08.00–15.00 WIB;
  • tiket umum Rp8.000;
  • tiket gratis untuk pelajar sesuai ketentuan.

Harga dan jam dapat berubah, jadi lakukan pengecekan kembali.

Alamat: Jl. Pahlawan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Surabaya.

6. Wisata Perahu Kalimas dan Museum Pendidikan Surabaya

Untuk mendapatkan konten yang berbeda, cobalah melihat Surabaya dari atas Perahu Kalimas.

Perjalanan menyusuri sungai kota menawarkan sudut pandang yang tidak bisa didapatkan dari jalan raya.

Pada rute tertentu, pengunjung dapat melihat taman tepi sungai, lampion, jembatan, mural, dan Museum Pendidikan.

Saat malam, pantulan cahaya pada permukaan air membuat foto terlihat lebih berwarna.

Museum Pendidikan sebagai Spot Foto Tambahan

Museum Pendidikan menempati bekas bangunan Sekolah Taman Siswa di Jalan Genteng Kali.

Bangunannya mempunyai karakter lawas, sedangkan koleksinya menceritakan perkembangan pendidikan dari berbagai periode.

Portal tiket resmi saat ini mencantumkan jam 08.00–21.00 WIB dan tiket Rp5.000.

Tips Memotret dari Perahu

  • gunakan shutter speed cukup cepat untuk mengurangi blur;
  • jaga smartphone atau kamera dengan strap;
  • jangan berdiri mendadak;
  • hindari menjulurkan tubuh terlalu jauh;
  • ikuti instruksi petugas.

Operasional Perahu Kalimas dapat dipengaruhi cuaca dan debit air. Tiket serta sesi tersedia melalui portal tiket wisata Surabaya.

Kalau datang menggunakan kereta, periksa dahulu jadwal kereta Stasiun Surabaya Gubeng terbaru.

Lokasi Museum Pendidikan: Jl. Genteng Kali No.10, Surabaya.

7. Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih

Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih

Taman Harmoni dan Hutan Bambu Keputih merupakan pilihan buat kamu yang ingin membuat konten bernuansa hijau tanpa meninggalkan Kota Surabaya.

Kawasan ini telah direvitalisasi dan dibuka kembali untuk umum.

Taman Harmoni kini mempunyai berbagai zona rekreasi, edukasi, area keluarga, dan kawasan kuliner.

Sementara deretan bambu tetap menjadi salah satu latar yang paling banyak dicari.

Kenapa Hutan Bambunya Fotogenik?

Batang bambu yang berjajar membentuk pola garis vertikal.

Dahan dan daun menciptakan semacam lorong alami.

Ketika cahaya matahari masuk di antara pepohonan, tercipta bayangan dan highlight yang membuat portrait terlihat lebih dramatis.

Waktu Terbaik

Datang pagi sekitar pukul 06.00–09.00 WIB.

Udara masih lebih nyaman dan cahaya belum terlalu keras.

BACA JUGA :  7 Hutan Kota Jakarta yang Bikin Adem Ibukota

Portal pariwisata resmi Surabaya mencantumkan jam buka 06.00–17.00 WIB dan tiket gratis.

Karena area ini populer untuk foto, jangan menutup jalur terlalu lama ketika menggunakan tripod atau properti.

Alamat: Jl. Keputih Tegal Timur II No.249, Kecamatan Sukolilo, Surabaya.

8. Taman Suroboyo dan Kampung Warna-Warni Bulak

Bak di luar negeri, Kampung Bulak nampak indah dengan warna-warni ceria.

Di kawasan pesisir utara terdapat Taman Suroboyo dengan ikon patung Suro dan Boyo berukuran besar.

Patung tersebut menjadi latar yang mudah dikenali dan langsung menunjukkan bahwa foto diambil di Surabaya.

Lokasinya juga berdekatan dengan Sentra Ikan Bulak dan kawasan kampung yang rumah-rumahnya dicat warna-warni.

Dalam satu perjalanan, kamu bisa mendapatkan beberapa karakter konten:

  • ikon kota;
  • suasana pesisir;
  • aktivitas warga;
  • kuliner hasil laut;
  • rumah dengan warna-warna cerah.

Tips Berfoto di Kampung

Ingat bahwa kampung tersebut merupakan tempat tinggal warga.

Jangan masuk ke teras atau halaman rumah tanpa izin.

Hindari mengarahkan kamera dari jarak dekat kepada warga, terutama anak-anak, sebelum meminta persetujuan.

Waktu Terbaik

Pagi memberikan cahaya lebih lembut dan kawasan cenderung belum terlalu panas.

Sore cocok untuk menikmati suasana pesisir, tetapi jumlah pengunjung bisa lebih ramai.

Lokasi: Kelurahan Kedung Cowek dan Bulak, Surabaya.

9. Taman Hiburan Pantai Kenjeran dan Jembatan Suroboyo

Taman Hiburan Pantai Kenjeran dan Jembatan Suroboyo

Taman Hiburan Pantai Kenjeran atau THP Kenjeran menawarkan pengalaman wisata pesisir di dalam kota.

Dari kawasan ini, pengunjung bisa melihat laut, aktivitas nelayan, Jembatan Suramadu dari kejauhan, dan Jembatan Suroboyo.

Menjelang sore, langit menjadi daya tarik utamanya.

Ide Foto di Kenjeran

  • siluet perahu nelayan;
  • portrait berlatar garis pantai;
  • foto Jembatan Suroboyo;
  • sunset dengan foreground pengunjung atau perahu;
  • street photography aktivitas pesisir;
  • kuliner laut di kawasan Kenjeran.

Perhatikan Jam Tutup

THP Kenjeran bukan pantai yang otomatis buka 24 jam.

Jam operasional reguler dapat berubah, terutama saat Ramadan, hari libur, atau event.

Portal pariwisata Surabaya mencantumkan tiket berbeda antara hari kerja dan akhir pekan.

Periksa kembali sebelum datang jika ingin menunggu sunset.

Kalau perjalanan Surabaya dilanjutkan ke Malang, simpan panduan tarif dan rute Tol Surabaya–Malang terbaru.

10. Kebun Raya Mangrove Surabaya

Daftar ini ditutup dengan spot bernuansa alam, yaitu Kebun Raya Mangrove Surabaya.

Kawasan ini menggabungkan beberapa area konservasi mangrove di Surabaya Timur.

Pengunjung bisa menemukan vegetasi bakau, jalur pejalan kaki, area perairan, menara pandang atau fasilitas edukasi sesuai lokasi yang dikunjungi.

Karakter visualnya berbeda dari taman kota.

Di sini kamu bisa membuat konten bertema:

  • ekowisata;
  • konservasi;
  • birdwatching;
  • landscape;
  • travel photography;
  • aktivitas keluarga di alam terbuka.

Waktu Terbaik untuk Foto

Datang pagi agar cahaya belum terlalu keras dan udara masih nyaman.

Portal wisata Surabaya mencantumkan jam operasional sekitar 08.00–16.00 WIB.

Kalau ingin memotret burung atau satwa, gunakan lensa dengan jarak cukup jauh dan jangan mengejar atau mengganggu habitatnya.

Bawa Perlengkapan yang Tepat

  • topi;
  • air minum;
  • sunblock;
  • obat antinyamuk;
  • alas kaki nyaman;
  • dry bag saat diperlukan.

Lokasi: Kawasan Gunung Anyar dan Wonorejo, Surabaya Timur.

Spot yang Tidak Bisa Dikunjungi Sembarangan

Tidak semua tempat yang terlihat menarik di media sosial merupakan destinasi wisata terbuka.

Area Operasional Kereta

Tumpukan lokomotif yang sudah usang malah menjadi spot foto yang Instagenic. (Foto: direktoripariwisata.id)

Dipo, emplasemen, jalur rel, dan lokasi penyimpanan lokomotif merupakan area kerja dengan risiko keselamatan tinggi.

Jangan masuk hanya karena ingin membuat konten.

Kunjungan harus melalui izin resmi PT Kereta Api Indonesia dan mengikuti seluruh aturan keselamatan.

Kawasan Militer dan Pelabuhan Terbatas

Figure 1Saat ada event, kawasan Monjaya selalu diserbu oleh warga Kota Surabaya. (Foto: tni.mil.id)

Markas militer, dermaga, kapal perang, serta monumen yang berada di area pertahanan tidak otomatis dapat dikunjungi setiap hari.

Akses biasanya hanya dibuka pada event, tur, atau izin tertentu.

Jangan mengambil foto fasilitas strategis tanpa izin petugas.

Bangunan Terbengkalai

Pesona klasik Jalan Gula menggoda khalayak untuk menebarkannya di media sosial. (Foto: id.pinterest.com)

Gedung tua yang terlihat estetik bisa mempunyai risiko:

  • struktur rapuh;
  • lantai berlubang;
  • kaca pecah;
  • kepemilikan privat;
  • larangan masuk.

Konten Instagram tidak sebanding dengan risiko cedera atau masalah hukum.

Tips Membuat Foto Instagramable di Surabaya

1. Pilih Waktu Berdasarkan Karakter Tempat

Untuk taman dan kawasan alam, datang pagi.

Untuk Jalan Tunjungan dan Alun-Alun Surabaya, sore sampai malam lebih menarik.

Untuk Surabaya North Quay dan Kenjeran, pilih sore menjelang sunset.

2. Hindari Matahari Tengah Hari

Surabaya bisa terasa sangat panas pada siang hari.

Cahaya pukul 11.00–14.00 WIB juga cenderung keras dan menciptakan bayangan pada wajah.

Kalau harus memotret siang hari, cari tempat teduh atau gunakan bangunan sebagai diffuser alami.

3. Gunakan Bangunan sebagai Leading Lines

Jalan, lorong, deretan bambu, pagar, dan fasad gedung bisa mengarahkan perhatian ke subjek.

Teknik ini cocok digunakan di:

  • Jalan Gula;
  • Jalan Tunjungan;
  • Hutan Bambu Keputih;
  • boardwalk mangrove;
  • lorong Alun-Alun Surabaya.

4. Jangan Hanya Mengambil Foto Vertikal

Format vertikal memang cocok untuk Instagram Stories dan Reels.

Tapi ambil juga versi horizontal untuk:

  • blog;
  • thumbnail video;
  • album perjalanan;
  • featured image;
  • konten carousel.

5. Bersihkan Lensa Smartphone

Langkah sederhana ini sering terlupakan.

Minyak dan debu pada lensa bisa membuat lampu malam terlihat berpendar berlebihan dan foto tampak buram.

6. Gunakan Mode Malam Secukupnya

Mode malam membantu meningkatkan detail, tetapi membutuhkan tangan yang stabil.

Bersandarlah pada permukaan kokoh atau gunakan tripod kecil di lokasi yang tidak mengganggu pejalan kaki.

7. Jangan Mengedit Warna Berlebihan

Warna yang terlalu jenuh bisa membuat foto terlihat tidak alami.

Pertahankan tekstur bangunan heritage, warna kulit, dan suasana asli tempat.

Itinerary Berburu Foto di Surabaya Satu Hari

Pagi: Surabaya Utara dan Kota Lama

  • 07.00: Jalan Gula dan kawasan Kota Lama;
  • 08.30: Jembatan Merah dan Gedung Internatio;
  • 09.30: Tugu Pahlawan;
  • 10.30: Museum Sepuluh Nopember.
BACA JUGA :  Tempat Wisata Lembah Sigelap Wonosobo Yang Instagramable

Siang: Istirahat dan Kuliner

Gunakan waktu siang untuk makan dan beristirahat.

Kamu bisa mencari pusat perbelanjaan ber-AC melalui daftar mall terbesar dan terkenal di Surabaya.

Sore: Pusat Kota

  • 15.00: Museum Pendidikan;
  • 16.00: Perahu Kalimas atau Alun-Alun Surabaya;
  • 17.30: Jalan Tunjungan;
  • malam: kuliner atau ngopi.

Itinerary ini sengaja mengelompokkan lokasi berdasarkan kawasan agar waktu tidak habis di jalan.

Itinerary Spot Foto Surabaya 2 Hari

Hari Pertama: Heritage dan Pusat Kota

  • Kota Lama Surabaya;
  • Jalan Gula;
  • Tugu Pahlawan;
  • Museum Pendidikan;
  • Alun-Alun Surabaya;
  • Jalan Tunjungan.

Hari Kedua: Surabaya Timur dan Pesisir

  • Kebun Raya Mangrove;
  • Taman Harmoni;
  • Hutan Bambu Keputih;
  • Taman Suroboyo;
  • THP Kenjeran;
  • Surabaya North Quay jika waktunya memungkinkan.

Wisatawan dari luar kota yang naik kereta dapat menyesuaikan perjalanan dengan jadwal kereta Surabaya terbaru.

Kalau penginapan berada dekat Surabaya Selatan, periksa juga jadwal kereta dari Stasiun Wonokromo.

Transportasi untuk Keliling Spot Foto Surabaya

Transportasi Online

Paling praktis untuk berpindah antartempat, terutama jika membawa kamera dan perlengkapan.

Bus Kota dan Angkutan Umum

Sejumlah lokasi di pusat kota dapat dijangkau dengan transportasi umum.

Gunakan aplikasi peta untuk mengecek halte dan perpindahan rute terbaru.

Kereta Api

Surabaya mempunyai beberapa stasiun utama, termasuk:

  • Surabaya Gubeng;
  • Surabaya Pasar Turi;
  • Surabaya Kota;
  • Wonokromo.

Pilih stasiun kedatangan berdasarkan rute kereta dan lokasi penginapan.

Kendaraan Pribadi

Memberikan fleksibilitas, tetapi parkir di pusat kota dapat menjadi tantangan saat akhir pekan atau event.

Jangan parkir sembarangan di kawasan heritage dan Jalan Tunjungan.

Untuk perjalanan lanjutan ke Yogyakarta, tersedia panduan Tol Surabaya–Jogja lengkap dengan tarif dan rest area.

Sementara wisatawan yang datang dari Jawa Tengah dapat menggunakan informasi Tol Semarang–Surabaya terbaru.

Apa yang Sebaiknya Dibawa?

  • smartphone atau kamera;
  • power bank;
  • memory card cadangan;
  • kain pembersih lensa;
  • air minum;
  • topi;
  • sunblock;
  • payung lipat;
  • alas kaki nyaman;
  • tas yang aman dan tidak terlalu besar.

Hindari Membawa Peralatan Terlalu Banyak

Untuk city photography, satu kamera dan satu lensa serbaguna sering kali sudah cukup.

Peralatan berat akan terasa melelahkan ketika kamu harus berjalan di Kota Lama, Jalan Tunjungan, atau kawasan mangrove.

Alternatif Aktivitas Setelah Berburu Foto

Wisata Kuliner

Cobalah makanan khas Surabaya seperti:

  • pecel semanggi;
  • rujak cingur;
  • lontong balap;
  • tahu tek;
  • sate klopo.

Ngopi

Beristirahat di kedai kopi adalah pilihan ideal setelah berjalan seharian.

Gunakan daftar rekomendasi coffee shop di Surabaya untuk mencari tempat terdekat.

Melanjutkan Perjalanan ke Malang

Selain naik mobil lewat tol, kamu juga bisa menggunakan kereta lokal. Cek jadwal kereta Surabaya–Malang terbaru.

Menjelajahi Jawa Timur Lebih Jauh

Kalau mempunyai tambahan waktu, perjalanan bisa diteruskan menuju Bromo dan Air Terjun Madakaripura.

FAQ Seputar Spot Foto di Surabaya

Apa spot foto Surabaya yang cocok untuk malam hari?

Jalan Tunjungan, Alun-Alun Surabaya, Perahu Kalimas, dan Surabaya North Quay merupakan beberapa pilihan menarik untuk suasana sore hingga malam.

Apa spot foto gratis di Surabaya?

Jalan Tunjungan, kawasan Kota Lama, Taman Suroboyo, Alun-Alun Surabaya bagian publik, serta Taman Harmoni dapat dikunjungi tanpa tiket utama sesuai aturan yang berlaku.

Di mana mencari spot foto bergaya vintage?

Kota Lama Surabaya, Jalan Gula, Jalan Rajawali, dan kawasan sekitar Jembatan Merah menawarkan banyak bangunan heritage.

Apa tempat terbaik untuk foto sunset di Surabaya?

Surabaya North Quay dan kawasan Kenjeran menjadi dua pilihan populer. Keindahan sunset tetap bergantung pada cuaca.

Apakah Dipo Sidotopo boleh dikunjungi untuk foto?

Dipo merupakan area operasional kereta dan bukan tempat wisata bebas. Kunjungan harus mendapatkan izin resmi dari PT KAI.

Apakah Monumen Jalesveva Jayamahe bisa dikunjungi setiap hari?

Monumen tersebut berada di kawasan militer. Akses masyarakat tidak otomatis dibuka setiap hari dan mengikuti izin atau event yang diselenggarakan.

Apakah boleh membawa tripod ke Jalan Tunjungan?

Tripod kecil dapat digunakan selama tidak menghalangi trotoar, lalu lintas, pengunjung, atau kegiatan usaha. Produksi komersial berskala besar dapat membutuhkan izin.

Apakah Alun-Alun Surabaya gratis?

Area publiknya dapat dikunjungi gratis. Untuk basement, pameran, atau kegiatan tertentu, cek sistem reservasi dan jadwal yang berlaku.

Berapa harga tiket Museum Sepuluh Nopember?

Portal resmi tiket wisata Surabaya saat ini mencantumkan Rp8.000 untuk pengunjung umum dan gratis bagi pelajar sesuai ketentuan. Harga dapat berubah.

Kapan waktu terbaik mengunjungi Hutan Bambu Keputih?

Pagi hari lebih nyaman karena cahaya lembut, udara belum terlalu panas, dan jumlah pengunjung biasanya lebih terkendali.

Berapa hari ideal berburu foto di Surabaya?

Satu hari cukup untuk fokus di pusat kota. Dua hari lebih nyaman jika ingin menggabungkan kawasan heritage, Surabaya Timur, pesisir Kenjeran, dan Surabaya North Quay.

Kesimpulan

Surabaya mempunyai pilihan spot foto yang jauh lebih beragam daripada yang mungkin dibayangkan.

Untuk konten heritage, datanglah ke Kota Lama dan Jalan Tunjungan.

Untuk suasana seni dan urban, pilih Alun-Alun Surabaya.

Untuk sunset dan laut, kunjungi Surabaya North Quay atau Kenjeran.

Kalau ingin suasana hijau, Hutan Bambu Keputih dan Kebun Raya Mangrove bisa menjadi pilihan.

Yang paling penting, jangan hanya datang untuk mengambil foto.

Pelajari cerita tempatnya.

Hormati masyarakat sekitar.

Ikuti aturan lokasi.

Dan jangan mengambil risiko dengan memasuki area operasional, militer, atau bangunan privat tanpa izin.

Konten yang menarik tidak harus dibuat dari tempat berbahaya.

Dengan pemilihan waktu, pencahayaan, dan komposisi yang tepat, sudut kota yang sederhana pun bisa menghasilkan foto yang istimewa.

Jadi, dari 10 spot foto di Surabaya ini, mana yang akan kamu kunjungi lebih dulu?

Referensi


Faisal

Faisal

Faisal Rahman adalah seorang blogger muda yang penuh semangat untuk berbagi ide, gagasan, dan pandangan melalui tulisannya. Ia memulai perjalanan blognya selama masa kuliah dan telah mengembangkan bakatnya dalam menulis konten menarik dan beragam.
https://lapakfjbku.com